Jika Ancaman Sanksi Dicabut, Iran Persilakan Nuklirnya Diperiksa

- detikNews
Jumat, 28 Des 2012 05:06 WIB
Jakarta - Iran menyatakan kesediaan mereka bagi PBB untuk memeriksa fasilitas nuklir mereka. Namun Iran mengajukan sebuah syarat, yakni ancaman pemberian sanksi terhadap mereka oleh PBB dibatalkan.

"Jika ancaman internasional terhadap Iran bisa mereka cabut, maka mereka akan mempunyai kesempatan untuk masuk ke fasilitas nuklir Parchin," ujar Deputi Menteri Luar Negeri, Hassan Qashqavi, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (27/12/2012).

Pernyataan Qashqavi ini merujuk kepada ancaman serangan militer yang akan dilancarkan oleh Israel dan diikuti dengan sanksi-sanksi dari beberapa negara barat. Israel mengaatakan hal tersebut merupakan satu-satunya cara, apabila langkah-langkah diplomasi yang ditempuh menemui jalan buntu.

Pada awal bulan ini, beberapa pemeriksa dari Badan Tenaga Atom International (IAEA) mengunjungi Iran. Kunjungan mereka dalam rangka untuk memastikan bahwa proyek yang dikembangkan di Parachin, bukan untuk kepentingan militer.

Israel, juga Amerika Serikat dan negara-negara Eropa telah lama mencurigai Iran diam-diam tengah mengembangkan senjata atom lewat aktivits nuklirnya. Namun pemerintah Iran berulang kali membantah hal tersebut. Teheran menegaskan, program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil.

Mengenai latihan penyisiran ranjau yang tengah dilakukan militer AS di Teluk Persia, Pourdastan menyebut latihan itu sebagai "pasif." Latihan militer AS tersebut dimulai pada 16 September lalu dijadwalkan selesai pada 27 September besok.

Angkatan Laut AS telah menegaskan, latihan militer tersebut semata-mata bersifat defensif dan tidak diarahkan ke negara manapun.

(riz/fjp)