Round-Up

Nenek Penghina Minta Dimaafkan, Ahok Tolak Cabut Laporan

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 07:29 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. (Rifkianto Nugroho/detikcom).
Jakarta -

Salah seorang tersangka pencemaran nama baik terhadap Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, KS meminta maaf dan berharap ada mediasi. Meski begitu, Ahok menolak mencabut laporan dan ingin agar proses hukum perempuan lanjut usia berumur 67 tahun tersebut tetap dilanjutkan.

Permintaan maaf KS disampaikan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya Kamis (30/7). Polisi menangkap KS di Denpasar, Bali, sehari sebelumnya.

"Saya menyesal setelah saya tahu begini. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Saya harus mencari solusinya dan saya betul-betul minta maaf kepada Bapak BTP," kata KS, dalam konferensi pers tersebut.

Ditetapkan sebagai tersangka, KS terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara. Dengan usia yang tak lagi muda, KS berharap bisa dimediasi dengan Ahok. Ia mengaku menyesali perbuatannya. KS pun menyatakan sudah sakit-sakitan. Dia tidak sanggup apabila harus menjalani hukuman penjara bertahun-tahun.

"Sekiranya ada jalan untuk mediasi melalui pengacaranya, saya mohon diberikan kesempatan itu. Oleh karena saya sudah tidak sehat lagi pada seumur ini. Jika saya harus menjalankan hukuman seperti itu, saya kira saya tidak akan sanggup bertahan lama karena saya mempunyai penyakit kronis," ungkap KS.

Meski begitu, Ahok tampaknya belum mau memaafkan dan meminta agar proses hukum terus berjalan. Diwakili pengacaranya, Ahmad Ramzy, Ahok meminta pengusutan kasus tersebut dilakukan tuntas.

"Jadi prinsipnya Pak Ahok minta saya penyidik Kepolisian Republik Indonesia untuk bekerja lebih dahulu. Untuk mengetahui siapa-siapa saja temuannya, motifnya gimana lagi. Jadi kan apa yang disampaikan oleh ibu berusia 67 tahun itu mengatakan nggak ada politik dan lain sebagainya, artinya biar polisi usut tuntas dulu," kata Ramzy ketika dihubungi detikcom, Jumat (31/7/2020).

Terkait harapan tersangka KS untuk mediasi, Ahok disebut masih belum membahas wacana tersebut. Komisaris Utama PT Pertamina itu masih menunggu hasil kerja penyelidikan polisi dalam perkara ini. Ramzy menambahkan, dirinya hingga saat ini juga belum mendapatkan arahan dari Ahok untuk mencabut laporan polisi terkait perkara pencemaran nama baik tersebut.

"Mengenai mediasi dan minta maaf belum ada arahan untuk mencabut laporan polisi. Karena ini kan baru ditangkap dan penetapan sebagai tersangka. Jadi biarkan dulu polisi bekerja," tuturnya.

Dua pelaku pencemaran nama baik terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dibekuk polisi. Satu pelaku kini telah berada di Polda Metro Jaya.KS, nenek 67 tahun tersangka pencemaran nama baik meminta maaf ke Ahok. (Foto: Agung Pambudhy/detikcom).

Laporan pencemaran nama baik Ahok terdaftar di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dengan nomor polisi LP/2885/V/YAN 25/2020/SPKT PMJ/Tanggal: 17 Mei 2020. Ahok melapor polisi lantaran ia dan keluarga menjadi sasaran penghinaan melalui media sosial.

Polisi pun lantas mengamankan dua orang pelaku. Keduanya diamankan usai terbukti melakukan pencemaran kepada Ahok dan keluarganya di media sosial. Selain KS, satu orang pelaku yang diamankan polisi adalah EJ (47) yang ditangkap di Medan.

"Bentuk pencemaran dilakukan di dalam akun (media sosial). Menyinggung Ahok, ibunya, dan keluarganya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan pada Senin (20/7) lalu polisi juga melakukan pemeriksaan ulang kepada pelapor dan saksi. Beberapa saksi ahli, meliputi ahli bahasa dan ahli ITE, juga diikutsertakan untuk memastikan kelengkapan berkas perkara.

Setelah melakukan penyidikan, polisi akhirnya mendapati dua akun Instagram, @ito.kurnia dan @an7a_s679, yang terbukti melakukan pencemaran nama baik kepada Ahok. Tersangka KS pemilik akun @ito.kurnia berhasil diamankan oleh polisi di Bali. Sementara EJ merupakan pemilik akun Instagram @an7a_s679 yang posisinya berada di Medan.

detikcom mengkonfirmasi kepada pengacara Ahok, Ahmad Ramzy, soal unggahan apa yang dipersoalkan oleh Ahok. Ramzy lalu mengirimkan tangkapan layar akun Instagram yang dimaksud.

Salah satu tangkapan layar yang dikirimkan adalah milik akun @ito.kurnia. Di posting-annya, ada yang menyandingkan foto istri Ahok, Puput Nastiti Devi, dengan foto monyet.

Tonton video 'Polisi Tangkap 2 Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2