detikNews
2016/10/11 12:50:39 WIB

Muda dan Menginspirasi

Kata Samuel Putra Soal Rahasia Kuliah di Oxford, Kampus Nomor 1 Dunia

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 4
Kata Samuel Putra Soal Rahasia Kuliah di Oxford, Kampus Nomor 1 Dunia Foto: Samuel Putra
Jakarta - Samuel Leonardo Putra (21) lulus dengan nilai First Class (IPK setara 3,5-4) plus predikat summa cumlaude di Universitas Oxford, Inggris. Apa rahasia belajar di kampus nomor 1 dunia 2016 versi Time Higher Education (THE) itu?

"Kalau di Oxford dan di luar negeri, di AS dan negara maju lainnya, ditekankan self studying (belajar mandiri). Kuliahpun nggak wajib karena nggak absen, nggak ada sistem absensi. Kuliah itu kesadaran masing-masing. Ada beberapa teman yang nggak pernah datang kuliah, ada. Tahu-tahu pas ujian datang," ujar Samuel saat ditemui detikcom di Grand Indonesia yang ditulis Selasa (11/10/2016).

(Baca juga: Universitas Oxford Jadi Perguruan Tinggi Terbaik di Dunia)

Perkuliahan di Universitas Oxford berlangsung Senin-Jumat, sehari maksimal 2-3 jam. Satu mata kuliah rata-rata 1 jam.

"Biasanya dua jam, satu jam-satu jam, materi beda-beda, kadang-kadang bisa 3 jam, kadang-kadang kosong sama sekali," celotehnya.

Perkuliahan memang berlangsung dalam waktu yang pendek. Artinya, imbuh Samuel, dibutuhkan usaha lebih dari mahasiswa untuk mencari tahu sendiri.

"Mata kuliahnya lebih banyak, namun jam kuliahnya lebih sedikit. Dari perkuliahan, diberikan sangat cepat, akibatnya memang tak terlalu dalam. Dosen cepat namun tak bisa menjelaskan satu per satu dengan detil. Nah, di situlah kita butuh manajemen waktu dan belajar mandiri. Kita perdalam lagi dari internet, perpustakaan, baca buku," imbuh peraih medali perak Olimpiade Kimia Internasional (OKI) tahun 2012 lalu ini.

Samuel sendiri mengatakan menetapkan 6-8 jam belajar di luar kelas perkuliahan setiap hari. Hal itu bisa dilakukannya di kamar hingga perpustakaan.

"Weekend, weekdays di sana saya nggak ada bedanya, kuliah nggak wajib, kalau yang malas sih weekend everyday. Weekend pun saya tetap belajar, tetap ada waktu kosonglah, sehari 24 jam, 10 jam buat belajar masih ada 14 jam. Tidur masih ada 8 jam, masih ada waktu bersosalisasi dan berorganisasi," jelas dia.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed