Kivlan Zein: Fachrul Bisa Dituntut dengan Hukum Militer

- detikNews
Sabtu, 14 Jun 2014 00:51 WIB
Jakarta - Tim Prabowo Subianto, Kivlan Zein angkat bicara menanggapi pernyataan yang dilontarkan Fachrul Rozi dan Agum Gumelar terkait isi materi dan proses persidangan Dewan Keamanan Perwira (DKP).

"Yang pertama, saya sangat menyesalkan, untuk Fachrul Razi merupakan tim kampanye Jokowi-JK, pertama kalau memang benar itu pernyataan dia, pertama dia melakukan pembukaan rahasia negara, jadi dia melakukan pidana, yaitu membuka hasil sidang DKP terhadap Pak Prabowo. Dia bisa dituntut dengan hukum militer dan dia bisa mendapat pidana militer, jadi hati-hati abangku Fachrul Razi, Anda membuka rahasia militer," ujarnya kepada wartawan di rumah polonia, Jakarta Timur, Jumat (13/6/2014) malam.

Kivlan juga membantah pernyataan Agum Gumelar terkait Prabowo yang diberhentikan dengan tidak hormat. Menurutnya, Prabowo tidak pernah dipecat.

"Agum, Anda sebagai abang saya, Anda telah melakukan penistaan terhadap adikmu sendiri. Prabowo tak pernah dipecat berdasarkan putusan presiden 20 Nov 98. Kalau salah prabowo berati keputusan yang anda beberkan (di Metro TV) gambarkan seolah-olah prabowo dipecat hasil keputusan DKP, tak benar. Kenapa Prabowo masih mendapatkan hak pensiun dan diucapkan terima kasih atas darma baktinya untuk negara," katanya.

Kivlan mengatakan, pernyataan Agum yang mengatakan Prabowo naik pangkat sebanyak tiga kali dalam kurum waktu 1,5 tahun adalah hal yang membesar-besarkan. Prabowo naik pada tahun 1978 karena jasanya menembak mati Lambato.

"Jadi dengan demikian, pernyataan Agum yang insiniasi dan Fachrul Rozi, hati - hati lah dengan pernyataan anda, karena sebagai tim pemenangan anda telah melakukan kampanye hitam menyerang langsung tim kampanye Prabowo-Hatta. Anda sebagai tim kampanye hati - hati, nanti akan terjadi hal -hal yang tak baik," imbuh Kivlan.

(hat/fdn)