DetikNews
Jumat 05 Agustus 2016, 10:29 WIB

Ini Alasan Polisi Belum Tahan Muhjib Si 'Penjual' Tiket Surga Rp 2 Juta

Masnurdiansyah - detikNews
Ini Alasan Polisi Belum Tahan Muhjib Si Penjual Tiket Surga Rp 2 Juta Topi yang diamankan dari Nabi palsu Abdul Muhjib di Karawang (Foto: Dok. Polres Karawang)
Bandung - Nabi palsu Abdul Mujib mengiming-imingi warga Karawang dengan 'tiket' masuk surga seharga Rp 2 juta. Sempat ditahan polisi, namun saat ini Muhjib dipulangkan ke padepokannya di Subang, Jawa Barat. Padepokan tersebut milik gurunya.

"Jadi untuk meredam amarah warga di Karawang dipulangkan ke padepokannya di Sanggar Buana Putra Darul Imam Atauhid. Itu punya gurunya," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, saat dihubungi detikcom, Jumat (5/8/2016).

Yusri menjelaskan, polisi setempat mengamankan Muhjib dengan lima orang anggotanya. Kemudian pihak kepolisian melakukan musyawarah kepada masyarakat agar tidak terprovokasi atas perilaku dari Abdul Muhjib ini. Dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan Camat Pangkalan Karawang untuk membahas aliran ajaran dari Muhjib.

"Dalam kesepakatan itu hasilnya bahwa ajaran dia (Abdul Muhjib) beserta lima pengikutnya menyimpang dari ajaran agama Islam," ucap Yusri.

Yusri juga menjelaskan, meskipun sempat diamankan oleh pihak Polsek Pangkalan lalu diserahkan ke Mapolres Karawang, polisi masih dilema untuk menetapkan Muhjib dan para pengikutnya sebagai tersangka. Menurutnya, pihak kepolisian menunggu pernyataan dari pihak Majelis Ulama Indonesia baik tingkat daerah ataupun provinsi yang menyatakan secara resmi jika ajaran Muhjib adalah sesat.

"Sekarang kita belum bisa menahan mereka karena menunggu keputusan dari tokoh agama MUI dan yang lainnya yang menyatakan bahwa aliran mereka itu sesat atau tidak, kita masih menunggu itu," jelasnya.

Saat ini menurut Yusri, Padepokan Syekh Sangga Bintang Pratama yang terletak di Kecamatan Tegal Waru, mendapatkan ancaman dari masyarakat jika padepokan milik penjual 'tiket' surga ini akan dihancurkan. Sehingga untuk keamanan Muhjib dan pengikutnya dipulangkan terlebih dahulu ke Subang.

"Untuk keamanan mereka, kita kembalikan dulu mereka ke Subang. Karena kita akan terus gali dan memperdalam terus pemeriksaan terhadap mereka. Termasuk apakah sudah ada yang menjadi korbannya atau belum ini masih kita perdalam sambil menunggu keterangan dari MUI," ujar Yusri.
(bbn/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed