Gejog Lesung, Tradisi Sambut Gerhana di Yogyakarta

Gerhana Matahari Total di Indonesia

Gejog Lesung, Tradisi Sambut Gerhana di Yogyakarta

okw - detikNews
Rabu, 17 Feb 2016 16:51 WIB
Dok. Desa Wisata Banjaroya / Ilustrasi: Basith Subastian
Dok. Desa Wisata Banjaroya / Ilustrasi: Basith Subastian
Jakarta - Masyarakat Yogyakarta memiliki tradisi khas dalam menyambut gerhana, yakni gejog lesung. Gejog lesung adalah lima sampai enam orang memukuli lesung (tempat menumbuk padi) dengan alu (kayu penumbuk) sehingga menimbulkan irama.

Gejog lesung sebenarnya tidak langsung terkait dengan gerhana. Kesenian tradisional dari Yogyakarta ini muncul sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya panen padi. Sebelum lahirnya mesin penggiling padi, lesung dipakai buat memisahkan padi dari batangnya.

Namun ada kepercayaan di kalangan masyarakat Jawa pada zaman dulu bahwa gerhana matahari dan bulan terjadi karena ada raksasa Batara Kala yang memakan matahari. Manusia harus memukuli semua benda, termasuk lesung, agar Batara Kala memuntahkan lagi matahari. Gejog lesung juga dikaitkan dengan kepercayaan mengusir raksasa saat gerhana bulan. 

Gejog lesung masih bisa ditemui di desa-desa Yogyakarta saat terjadi gerhana bulan dan matahari. Ketika gerhana matahari total melintasi Yogyakarta pada 11 Juni 1983, tradisi gejog lesung ini dimunculkan sebagai daya tarik wisata.

Menjelang gerhana, setiap malam ada pementasan di Kantor Gubernur DI Yogyakarta. Gejog lesung juga dijadikan kesenian penyambut penting yang datang ke komplek Kepatihan itu.

Dalam perkembangannya, gejog lesung dipadukan dengan alat musik modern, dibarengi nyanyian tembang-tembang Jawa, dan ditambah dengan tari-tarian. Bahkan kini di beberapa daerah di Yogyakarta ada pelatih khusus kesenian gejog lesung.

Seiring perkembangan teknologi lesung pun kian langka bahkan harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Karena itu gejog lesung pun lebih banyak dipentaskan kelompok kesenian tradisional di festival kesenian atau di desa wisata. Salah satunya di Dusun Duren Sawit di Desa Wisata Banjaroya, Yogyakarta. (okt/okt)