DetikNews
Rabu 28 Oktober 2015, 14:53 WIB

Ledakan di Toilet Mal Alam Sutera Juga Pernah Terjadi 9 Juli 2015

Salmah Muslimah - detikNews
Ledakan di Toilet Mal Alam Sutera Juga Pernah Terjadi 9 Juli 2015 Foto: Dok. Mall Alam Sutera
Jakarta - Ledakan terdengar dari sebuah toilet di lower ground Mal Alam Sutera, Kota Tangerang, siang ini. Ledakan ini merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya pada Juli 2015 tejadi ledakan yang juga berasal dari dalam toilet mal.

Ledakan hari ini terjadi pukul 12.05 WIB dan menyebabkan satu orang terluka. Belum diketahui apakah ledakan itu bersumber dari bom.  

"Benar ada kejadian ledakan, tapi kita belum bisa memastikan ledakannya dari apa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhammad Iqbal saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (28/10/2015).

Sedangkan ledakan sebelumnya terjadi di toilet lantai dasar, Kamis 9 Juli 2015 pukul 12.26 WIB dan pelakunya belum tertangkap hingga kini. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi ledakan setidaknya mengakibatkan dua toilet rusak dan kaca-kaca di toilet pecah.

Kapolri Jenderal Badrodin mengatakan bahwa sumber ledakan pertama itu berasal dari bom rakitan. Bahan peledak yang dibuat untuk bom tersebut dari bahan yang sedikit, sehingga dampak ledakannya tidak luas.

"Sudah dilakukan pemeriksaan laboratorium, olah TKP, bahwa itu memang betul bom rakitan," kata Badrodin pada 10 Juli 2015.

Badrodin menjelaskan, bom rakitan di Mall Alam Sutera itu memiliki kesamaan dengan bahan peledak yang ditemukan saat penggerebekan kelompok teroris di Cibiru, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

"Sehingga fokus kita pada kelompok ini. Sehingga perlu didalami, kita sedang pelajari rekaman CCTV yang ada, dari situ mungkin ada hal-hal yang jadi kunci untuk ungkap kasus ini. Ini tantangan Polri, kalau tak terungkap, bisa jadi besok lusa atau besok bisa terjadi lagi," tegasnya.

Badroidn mengatakan polisi masih terus melakukan penyelidikan pada kelompok yang dimaksud. Penyelidikan dilakukan oleh Tim Khusus dari Polda Metro Jaya dan Densus 88 Polri.

"Kelompoknya sudah ada, tapi sedang kita lakukan penyelidikan," kata Kapolri esok harinya.

Badrodin mengatakan banyak indikasi yang harus ditelusuri soal pelaku bom rakitan tersebut. Selain indikasi kelompok radikal, kemungkinan-kemungkinan motif yang lain juga harus diselidiki.

"Ya jelaslah (Ada indikasi kelompok radikal), tapi kemungkinan yang lain juga harus kita selidiki. Apa ada persoalan dari mal itu dengan pihak tertentu, bisa saja itu. Oleh karena itu, semua kemungkinan-kemungkinan kita selidiki," pungkasnya.

Belum ada tersangka yang ditangkap terkait ledakan 9 Juli. Dan ledakan terulang siang ini, di jam yang nyaris sama.
(slm/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed