detikNews
Kamis 14 Juli 2016, 10:40 WIB

Wali Kota Risma Pastikan Kesiapan Field Trip di Kampung Ketandan

Zaenal Effendi - detikNews
Wali Kota Risma Pastikan Kesiapan Field Trip di Kampung Ketandan Foto: Zainal Effendi
Surabaya - Bahasan Preparatory Committe (Prepcom) 3 for UN Habitat III tentang pemukiman. Pemkot Surabaya sebagai tuan rumah pun menyiapkan pemukiman yang masih menjaga budaya tradisional di tengah kehidupan modern.

Pagi ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau persiapan Kampung Ketandan yang menjadi salah satu tujuan field trip ribuan deligasi dari 193 negara yang hadir di PrepCom 3 pada 25-27 Juli 2016.

Risma sapaan akrab Wali Kota Surabaya ini datang sekitar pukul 07.20 Wib bersama pejabat dinas terkait serta perwakilan United Cities and Local Governments (UCLG), Kamis (14/6/2016).

"Saya berharap warga juga bisa menjaga kelestarian di kampung ini sampai seterusnya," katanya di hadapan para warga Ketandan.

Usai memberikan sambutan, Wali Kota perempuan pertama dalam sejarah Pemerintahan Kota Surabaya ini langsung melayani foto selfie bersama anak anak yang sudah lama menunggunya.

"Ayo sini coba dulu, nanti pas saya ke sini lagi ibu-ibunya sudah langsing semua kalau pakai alat ini (tongkat selfie)," ujar Risma pada anak anak dan orang dewasa yang ikut mengantre selfie bersama sambil tertawa lepas.

Mantan Kepala Bappeko dan DKP Kota Surabaya ini juga mengatakan dalam mempersiapkan kampung sebagai tujuan delegasi, pihaknya dibantu banyak pihak salah satunya United Cities and Local Governments (UCLG).

"Sebenarnya bukan hanya membantu kampung ini, tapi juga mengarahnya ke ruang publik. Juga beberapa taman yang dibantu UCLG," imbuh dia.

Risma juga mengungkapkan pembangunan pemukiman semata mata untuk meningkatkan ruang publik khususnya di pemukiman sehingga bisa menjadi destinasi baru sebagai kampung wisata.

"Di sini ada joglonya, nanti akan launching tanggal 27 Juli 2016. Nanti para tamu negara lain akan saya ajak ke sini untuk launchingnya," ujarnya.

Ketua Karang Taruna Ketandan RW 4 Abdul Ghofur menambahkan, warga kampung akan menonjolkan semua kebudayaan khas Surabaya serta menunjukkan berbagai bentuk bangunan peninggalan seperti rumah Jengki, rumah wayang, Ketandan Punden, dan makam cina yang sudah ada sejak dulu.

"Karena kampung ini adalah kampung budaya, maka semua kebudayaan yang ada di sini akan kami unggulkan," jelasnya.
(ze/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com