DetikNews
Rabu 30 Maret 2016, 13:10 WIB

Peneliti Biologi ITS Temukan Ikan Gabus Sebagai Obat Diabetes

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Penyakit diabetes mellitus (DM) menduduki penyebab kematian ke 6 di Indonesia. Sebab banyak penderita tidak mampu membayar biaya pengobatan yang tergolong mahal. Namun, peneliti biologi Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) sudah menemukan obat yang murah bagi penderita diabetes.

Obat untuk diabetes itu berasal dari ikan gabus yang ternyata ekstrak ikan gabus dapat menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki jaringan pankreas yang rusak.

"Kerusakan jaringan pankreas dapat menyebabkan terjadinya hiperglikemik (kadar gula berlebih dalam darah)," kata satu dari dua peneliti Dr Dewi Hidayati dari Jurusan Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (30/3/2016).

Dewi langsung melakukan hewan uji juga telah diberi senyawa aloksan ke dalam tubuhnya. Senyawa ini bertujuan untuk merusak jaringan pankreas pada hewan uji. Kerusakan inilah yang nantinya akan diuji dengan memasukkan ekstrak ikan gabus ke dalam tubuh hewan uji.

Menurut Ketua Jurusan Biologi ITS ini, selama ini penyakit diabetes kerap dihubungkan dengan penyakit impotensi yang banyak menyerang pria dewasa. Berdasarkan hal tersebut pula, Dewi melakukan pengujian terhadap penyakit tersebut pada hewan uji. "Kebanyakan penderita diabetes pria akan disertai dengan penyakit impotensi," tuturnya.

Setelah itu, baik jaringan testis maupun pankreas hewan uji diamati. Tak lama kemudian terlihat ekstrak ikan gabus mampu meregenerasi jaringan pulau Langerhans pankreas yang sebelumnya rusak akibat pemberian senyawa aloksan. "Sebesar 69,78 persen jaringan pankreas dapat kembali normal," jelasnya.

Dalam penelitian ini juga didapatkan hasil berupa penurunan Malondialdehyde (MDA) yang menunjukkan adanya stres oksidatif akibat adanya radikal bebas yang dikandung senyawa aloksan. Hal tersebut, lanjut dia, menunjukan ekstrak ikan gabus dapat digunakan sebagai antioksidan efektif bagi penderita diabetes.

Lebih lanjut, Dewi yang bekerjasama dengan Sri Nurhalita dalam penelitian mengenai ikan gabus ini akan dikembangkan lagi dalam hal molekular. "Pendekatan molekular ini dapat menjadi ilmu baru dalam bidang pengobatan di Indonesia," tuturnya.

Ia berharap penelitian ekstrak ikan gabus yang telah ia teliti bersama tim dapat menjadi obat diabetes yang efektif, murah dan mudah didapat oleh masyarakat. "Dengan penemuan ini masyarakat dapat memperoleh pengobatan untuk penyakit diabetes secara maksimal," harap Dewi.


(ze/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed