detikNews
Sabtu 19 Maret 2016, 14:37 WIB

Warga di Kepulauan Kangean Keluhkan Pemadaman Bergilir

Ahmad Rahman - detikNews
Sumenep - Penerangan listrik di Kepulauan Kangean Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep, Madura, dikeluhkan pelanggan. Pasalnya sejak tiga bulan lalu PLN sering melakukan pemadaman bergilir.

Sementara pihak PLN Arjasa beralasan pemadaman bergilir terpaksa harus dilakukan karena yang beroperasi saat ini hanya 7 unit mesin, sementara sisanya 5 unit mesin mengalami kerusakan dan sedang dilakukan perbaikan.

Khairul Anam (30), tokoh pemuda Kangean mengatakan pemadaman listrik bergilir sejak awal Maret 2016 semakin sering dilakukan pihak PLN. Kadang yang biasanya nyalanya mulai jam 5 sore, sekarang jam 9 kadang jam 10 baru nyala, sehingga warga banyak yang kebingunan terutama saat sibuk-sibuknya beraktivitas antara magrib sampai isyak.

"Kalau pemadaman terus menerus, ini bagaimana kita mau beraktivitas, jadi terganggu," kata Khairul Anam, Sabtu (19/3/2016).

Anam mengatakan pemadaman listrik di Pulau Kangean sebenarnya bukan baru kali ini terjadi, tapi setiap tahun. Saat PLN ditanya, pasti alasan ada kerusakan mesin.

"Setiap kita komplain ke PLN jawabannya selalu mesin rusak," tambah Khairul Anam.

Sementara manajer PLN Rayon Sumenep, Slamet, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kerusakan mesin di PLN Arjasa Kangean sehingga pelayanan tidak maksimal. Sekarang, mesin yang ada tidak mampu melayani semua pelanggan sekitar 10 ribu se-Kecamatan Arjasa. Saat ini pihaknya sedang berusaha melakukan perbaikan mesin yang ada untuk bisa melayani penerangan listrik.

"Memang betul ada kerusakan mesin dan sedang kita lakukan perbaikan," jelas Slamet.

Menurut Slamet, mesin yang beroperasi saat ini 7 unit. Jika tidak dilakukan pemadaman bergilir mesinnya tidak mampu, sehingga PLN harus melakukan pemadaman bergilir. Namun pihaknya berjanji akan melakukan pemadaman bergilir secara professional untuk semua pelanggan yang ada.

"Jumlah mesin yang ada di kantor PLN Arjasa ada 12 unit. Milik PLN sendiri empat unit, tiga unit kondisinya rusak dan hanya satu yang beroperasi. Sedangkan 7 unit milik swasta, yang disewa PLN saat ini yang bisa beroperasi hanya 5 unit, sedangkan dua unit kondisinya rusak," tegasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com