detikNews
Minggu 13 Desember 2015, 10:55 WIB

4 Murid SD Tewas Tenggelam, Dua Guru Diperiksa Polisi

Enggran Eko Budianto - detikNews
4 Murid SD Tewas Tenggelam, Dua Guru Diperiksa Polisi Lokasi 2 pelajar SD tewas tenggelam/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Polisi menyelidiki kasus tenggelamnya 4 murid perempuan SDN Sukorejo 1, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Diduga ada unsur kelalaian dari guru pendamping saat kegiatan olah raga berlangsung sehingga korban bermain di tempat berbahaya. Dua orang guru pun diperiksa polisi.

Kapolsek Perak, AKP Mudjiono mengatakan, insiden maut ini terjadi saat kegiatan sekolah, Sabtu (12/12/2015) pagi. Puluhan murid kelas IV, V, dan VI diajak jalan santai menyusuri areal persawahan untuk mengisi kegiatan akhir semester. Mereka didampingi oleh 3 orang guru, Rohmanu Roqim, Suat Budi Santoso, dan Wiwik Kamaindrawati.

Rombongan murid SDN Sukorejo 1 itu pun sampai pada sebuah lahan bekas tambang pasir dan batu yang sudah tak beroperasi. Tambang di Desa Plosogenuk itu berjarak sekitar 2 Km dari sekolahan. Terdapat sejumlah kubangan air (kuari) di lahan tersebut.

Puluhan murid SD itu pun asyik bermain di lahan bekas tambang sirtu itu. "Saat itu ada 6-8 anak termasuk 4 korban bermain di kuari yang lokasinya agak menjauh. Gurunya kebetulan berada di kuari lain mengawasi anak-anak yang lain," kata AKP Mudjiono dikonfirmasi detikcom, Minggu (13/12/2015).

Praktis 4 korban dan beberapa temannya bermain di kuari tanpa pengawasan dari guru mereka. Eva Trianggraini (10), Fatikhatul Khusna Aprilia (10), Anggik Arianti (10), dan Devi Anugrah Cahyani (11) yang semuanya asal Desa Sukorejo tiba-tiba tenggelam di kuari dengan kedalaman sekitar 2 meter itu.

"Tahunya ada murid yang berteriak minta tolong ke gurunya karena teman-temannya hilang di dalam kuari," ujar Mudjiono.

Naas, nyawa keempat murid kelas V SDN Sukorejo 1 itu tak tertolong. Mereka tewas setelah tenggelam sekitar 1 jam di kuari yang penuh terisi air itu. Jasad 4 korban dievakuasi ke RSUD Jombang untuk diotopsi.

"Keluarga korban menolak jenazah diotopsi. Sehingga kami lakukan visum luar. Penyebabnya jelas korban meninggal karena tenggelam," cetus Mudjiono.

Namun demikian, lanjut Mudjiono, pihaknya tetap menyelidiki kasus ini. Pihaknya pun memeriksa 2 orang guru yang saat itu memimpin kegiatan outbond tersebut.

"Kami mintai keterangan guru yang memberikan pertolongan pertama ke korban, Pak Budi Santoso dan Rohmanu Roqim. Dia yang mengawal anak-anak," imbuhnya.

Mudjiono menambahkan, pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan ada atau tidaknya unsur kelalaian para guru yang mengakibatkan tewasnya 4 murid SDN Sukorejo 1. "Masih kami dalami. Kami tetap melakukan penyelidikan sesuai dengan fakta di lapangan," tandasnya.

Insiden tenggelamnya 4 murid SDN Sukorejo 1 ini tentunya menyisakan duka yang mendalam di keluarga korban. Jenazah keempat korban telah dimakamkan oleh keluarganya pada Sabtu (12/12) sore.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed