Kirab Budaya dan Lepas Ikan di Malam Suro Tugu Suharto Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 10 Sep 2018 18:45 WIB
Tradisi perayaan malam 1 Suro di Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Perayaan 1 Muharam atau jika di Jawa bernama malam satu Suro di Kota Semarang identik dengan berendam di dekat Tugu Suharto tengah malam. Tapi tahun ini ada yang beda karena prosesi sudah dimulai sejak sore hari.

Tugu Suharto berada di Kelurahan Bendan Duwur tepatnya di tengah sungai Kali Garang. Tiap malam Suro banyak orang berdatangan untuk berendam di sungai untuk mencari berkah.

Untuk melaburkan hal-hal mistis tiap Malam Suro di tugu Suharto, warga setempat menggelar acara budaya mulai tahun ini dengan tajuk "Kirab Budaya Tugu Suharto".

Arak-arakan pawai dilakukan warga dengan berjalan dari kantor Kelurahan Bendan Duwur menuju jembatan Tugu Suharto. Rangkaian pawai terdiri dari Barongsai, 2 gunungan hasil bumi, dan warga yang memakai berbagai kostum.

Kirab Budaya dan Lepas Ikan di Malam Suro Tugu Suharto SemarangTradisi perayaan malam 1 Suro di Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Setibanya di dekat jembatan, 2 gunungan hasil bumi itu jadi rebutan warga dan ludes hanya dalam semenit. Kegiatan pun dilanjutkan dengan lomba tumpeng di tengah jembatan yang ditutup sementara untuk umum.

"Senang sekali, dapat krupuk sama pisang, ini baru pertama kali," kata seorang warga, Jumini, Senin (10/9/2018).

Tradisi perayaan malam 1 Suro di Semarang. Tradisi perayaan malam 1 Suro di Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Warga kemudian mendengarkan ceramah kiai dan dilanjutkan dengan makan bersama tumpeng yang dilombakan. Setelah itu acara masih berlanjut dengan menebar 10 ribu benih ikan di sungai.

Pelepasan dilakukan oleh pejabat Kecamatan Gajahmungkur, Dinas Perikanan Kota Semarang, Kapolsek, dan seniman. Pelepasan ikan jadi meriah ketika warga serta anak-anak ikut nyemplung dan saling siram air dengan para pejabat itu.

Tradisi perayaan malam 1 Suro di Semarang. Tradisi perayaan malam 1 Suro di Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Camat Gajahmungkur, Bambang Pramusinto mengatakan kegiatan tersebut perdana dan rencananya akan berlanjut ke tahun-tahun berikutnya.

"Ini kegiatan perdana, Insya Allah tahun depan lanjutkan, syukur bisa ditingkatkan. Alhamdulillah ini animonya besar," kata Bambang.

Ia mengatakan meski ada kirab budaya, kebiasaan warga untuk berendam tengah malam di sungai tetap ada. Biasanya justru bukan warga sekitar yang melakukan ritual berendam.

"Ya itu kan tradisi, ini kita tambahkan dengan kirab budaya," imbuhnya.

Kemeriahan kirab budaya tersebut belum selesai, nanti malam warga juga akan dihibur dengan penampilan wayang kulit tidak jauh dari Tugu Suharto. (alg/sip)