Elihu Nugroho, Sosok di Balik Bisnis Cuci Mobil Tanpa Air

Advertorial - detikNews
Senin, 25 Jan 2016 00:00 WIB
Foto: adv
Jakarta -

Berkat inovasi, sebuah bisnis bisa memiliki nilai tambah yang akan menarik konsumen. Tidak hanya itu, dengan adanya inovasi bahkan kita bisa memulai bisnis dengan modal yang sangat minim. Seperti yang dilakukan oleh Elihu Nugroho dengan bisnis Valo Waterless Car Care miliknya.

Hanya bermodalkan Rp 8 juta, Elihu dan dua rekannya kini bisa meraup omzet hingga Rp 3,5 M setahun. Bisnisnya memang sangat unik, cuci mobil tanpa air atau nyaris tanpa air. Pengerjaannya menggunakan produk bio-chemical ciptaan Elihu sendiri. Produk ini mengandung Carnauba Wax sehingga dapat membersihkan sekaligus mengilapkan mobil.

Jadi pertama-tama, cairan disemprotkan ke eksterior mobil. Lalu dilap menggunakan kain microfiber. Terakhir, baru lah dilap dengan kain kering. Proses pengerjaannya sangat singkat, sekitar 15 – 20 menit. Elihu pun menjamin cat mobil yang dicuci dengan Valo tidak akan baret karena mengandung Carnauba Wax yang berasal dari getah pohon palem.

Elihu menghabiskan dua tahun untuk menemukan formula yang tepat. "Di dalam produk ini ada 7 bahan baku. Sebelumnya ada 60 macam bahan, saya coba satu-satu sampai ketemu. Saya tidak ada latar belakang pendidikan kimia tapi akhirnya bisa berhasil karena niat," ujar Elihu saat ditemui dalam acara talk show Kafe BCA di Menara BCA, Rabu (13/1).

Sebelum merintis bisnis Valo Waterless Car Care pada November 2014, Elihu sudah menggeluti bisnis salon mobil terlebih dulu. Lalu terlintas keinginan untuk mengembangkan produk pembersih mobil yang tidak perlu air agar dia bisa berkontribusi dalam menghemat penggunaan air bersih.

"Kendaraan di Indonesia sangat banyak dan konsumsi air bersih paling besar dalam keseharian kita adalah untuk cuci mobil yaitu 200 – 300 liter. Bagaimana nasib cucu cicit kita nanti kalau tidak bisa minum air bersih? Maka kita harus menawarkan sesuatu yang beda," kata alumni Institut Manajemen Komputer dan Akuntansi Surakarta itu.

Jika manusia minum 2 liter air dalam sehari, maka air yang dibuang untuk sekali cuci mobil bisa dipakai untuk cadangan minum 6 bulan. Sepanjang tahun 2015, 33 outlet Valo Waterless Car Care sudah mencuci 31.440 mobil dan berhasil menghemat 9.432.000 liter air bersih! Jumlah air sebanyak itu sama dengan konsumsi minum untuk 4.716.000 orang.

Selain berkontribusi terhadap lingkungan hidup, Elihu juga punya misi sosial. "Saya bertiga dengan rekan ngobrol. Daripada jual produk secara ritel, lebih baik kita buka sistem kemitraan supaya bisa membuka lapangan pekerjaan lebih banyak. Banyak lulusan SD, SMP, SMA kita terima kerja, cukup diberi training 3 hari."

"Satu outlet saja bisa mempekerjakan 5 – 10 orang, tergantung besarnya outlet. Selain membuka lapangan kerja, kita juga memberikan kesempatan untuk buka usaha dengan pendampingan," cerita pria yang mempercayakan rekening pribadi dan rekening perusahaannya pada BCA itu.

Bangun Bisnis Kemitraan

Sekarang Valo Waterless Car Care sudah memiliki 33 outlet yang tersebar di 18 kota se-Indonesia. Tiga outlet merupakan milik sendiri (di Epiwalk, apartemen Rasuna dan Kalibata City), sementara 30 cabang lainnya merupakan outlet kemitraan. Biaya kemitraan Valo pun cukup terjangkau, hanya Rp 50 juta.

Biaya kemitraan tersebut sudah termasuk produk, seragam dan training. Lokasi outlet boleh di mana saja asal ramai. Di tempat parkir mal, gedung kantor, ruko atau pinggir jalan pun boleh karena cuci mobil dengan Valo tidak perlu air dan alat-alat besar. Ini juga yang menjadi keunggulan Valo dari segi bisnis dibandingkan cuci mobil konvensional.

"Kalau buka bisnis cuci mobil setidaknya butuh modal Rp 200 juta sampai Rp 400 juta bahkan sampai Rp 1 M untuk sewa lahan, beli mesin, dsb. Modal di awal besar, ramai atau sepi tidak ada yang bisa jamin. Kalau Valo, modal kecil, kesempatan besar. Kita tidak hanya menunggu orang datang ke outlet, tapi kita juga bisa datang ke tempat customer.," papar pria kelahiran Malang, 9 Februari 1976 itu.

Dengan perhitungan satu botol produk seberat 500 ml bisa digunakan untuk mencuci 6 mobil dengan tarif Rp50.000,- maka dalam sehari setidaknya satu outlet bisa meraup omzet Rp300.000,-," jelas Elihu. Dari sisi customer, kehadiran Valo juga dapat menjadi solusi terbaik karena tidak perlu membuang waktu untuk antri.



(adv/adv)