DetikNews
Rabu 30 Maret 2016, 00:00 WIB

Usia Semakin Bertambah, Kenapa Sendi Semakin Sering Nyeri?

adv - detikNews
Usia Semakin Bertambah, Kenapa Sendi Semakin Sering Nyeri?
Jakarta -

Seiring dengan bertambahnya usia, ada satu masalah kesehatan yang sering menghampiri yaitu nyeri sendi. Rasa sakit paling sering terasa di lutut, siku, ruas jari, pinggul, leher hingga bahu.

Kegiatan seperti naik dan turun tangga, membungkuk, bersujud dan berdiri kembali ketika menjalankan ibadah, menjadi terganggu. Rasa nyeri juga menghampiri saat udara menjadi dingin. Ngilunya tidak tertahan. Apa sebabnya?

Ternyata ketika manusia mencapai usia 35 tahun ke atas sendi-sendi menjadi lebih kaku. Cairan pelumas alami pada persendian pun berkurang sehingga tulang rawan (cartilage) yang menjadi bantalan pergerakan sendi menjadi lebih kering. Akibatnya tulang rawan sendi tidak lagi elastis, menipis, dan bergesekan sehingga terjadi osteoarthritis, yaitu pengapuran atau radang sendi menjadi lebih besar.

Menurut data yang diperoleh dari sebuah riset kesehatan, sekitar 36,5 juta jiwa atau 16% penduduk Indonesia menderita nyeri sendi. Sebagian besar sudah mengalami kondisi yang disebut osteoarthritis tersebut.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya osteoarthritis. Pertama jagalah bobot tubuh ideal dengan konsumsi makanan sehat dan seimbang. Jaga gaya hidup yang sehat dan hindari makananan atau minuman manis. Jangan sampai kadar gula dalam darah berlebih.

Jika tubuh terlalu gemuk, tekanan pada persendian pinggul dan lutut akan bertambah. Sementara kadar gula darah tinggi dapat membuat tulang rawan menjadi lebih kering dan kaku. Akhirnya tulang rawan mudah robek.

Untuk mencegah osteoarthritis, Anda yang berusia 35 tahun ke atas juga disarankan untuk rajin berolahraga. Tetapi ringan saja karena dengan semakin bertambahnya usia, cedera semakin mudah terjadi. Lakukan olah raga ringan tersebut minimal 30 menit setiap harinya.

Jangan lupa untuk rajin-rajin bergerak. Saat waktu senggang, daripada hanya terpaku di depan televisi atau tidur, coba cari kegiatan yang positif seperti jalan pagi, membersihkan rumah, atau berkebun. Aktivitas fisik tersebut meski ringan dapat membantu otot-otot dan persendian lebih kuat.

Lalu bagaimana jika osteoarthritis sudah terlanjur terjadi? Biasanya penderita osteoarthritis disarankan untuk mengkonsumsi suplemen persendian yang mengandung komposisi komplit Glukosamin, Kondroitin dan MSM. Glukosamin berfungsi untuk merangsang produksi cairan pelumas sendi. Sementara Kondroitin berfungsi untuk memperbaiki tulang rawan yang sudah rusak. MSM sebagai analgesik alami untuk mengatasi nyeri sendi.

Anda tidak perlu meminum tiga pil berbeda untuk mengatasi osteoarthritis. Kini tersedia Osteokom, suplemen komplit untuk atasi nyeri sendi dengan Triple Action : Glukosamin, Kondroitin dan MSM. Osteokom aman dikonsumsi rutin setiap hari termasuk penderita diabetes karena molekul glukosamin-nya tidak terbentuk dari gula dan tidak menyebabkan efek samping. Osteokom tersedia dalam kemasan box isi 30 kaplet, amplop isi 6 kaplet dan Osteokom Forte isi 10 sachet (cukup 1 sachet per hari).

Untuk mengetahui produk Osteokom lebih lanjut dapat mengunjungi situs www.osteokom.com.


(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed