SPOTLIGHT

Berebut Anies di Pilkada Jakarta

Sejumlah partai menunjukkan ketertarikan mengusung Anies di Pilkada DKI Jakarta. Sebagian telah resmi menyatakan dukungan, sementara sisanya masih tampak malu-malu dan ragu.

Ilustrasi : Edi Wahyono

Rabu, 26 Juni 2024

PKS memastikan akan mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon Gubernur Jakarta. Namun, syaratnya, mantan Presiden PKS Sohibul Iman menjadi bacawagub yang mendampinginya. Juru bicara PKS Ahmad Mabruri mengklaim dua partai lain, yakni Partai NasDem dan PKB, juga siap menjalin koalisi mengusung pasangan tersebut.

Menurut Mabruri, pihaknya telah berdialog dan bertemu dengan elite Partai NasDem pada Jumat pekan lalu. "Dengan NasDem sudah oke ya, insyaallah, Jumat kemarin sudah ketemu. Tinggal dengan PKB, mudah-mudahan, kalau PKB oke juga, berarti mengulang koalisi pilpres. Gitu kami maunya," ucapnya kepada detikX pada Selasa, 25 Juni 2024.

Hal itu dilakukan karena PKS, dengan perolehan 16 kursi (periode 2019-2024) dan 18 kursi (periode 2024-2029) di DPRD DKI Jakarta, masih belum bisa mengusung sendiri cagub-cawagub. Oleh karena itu, mereka membuka selebar-lebarnya peluang berkoalisi dengan partai lain.

Sudah lama, kata Mabruri, PKS membidik Anies, yang merupakan petahana. Partainya sudah sering melakukan pertemuan dengan Anies untuk mematangkan pencalonan Anies-Iman. Di sisi lain, PKS disebut belum melakukan komunikasi yang serius dengan PDI Perjuangan, selaku partai dengan perolehan kursi terbanyak kedua, setelah PKS.

"Selain nanti PKB dan NasDem nanti sudah akan berkoalisi, mudah mudahan yang lain ikut," ucapnya.

Senada dengan itu, Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan telah berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sebelum mengumumkan pasangan Anies-Iman untuk maju di Pilgub 2024 Jakarta. Pertemuan itu dilakukan pada Senin lalu di NasDem Tower.

"Dengan NasDem kami sudah berkomunikasi. Alhamdulillah, sambutan Pak Surya Paloh juga memberikan sinyal positif untuk memberikan pencalonan ini," kata Syaikhu pada Selasa, 25 Juni 2024, di Grand Sahid Hotel, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Suhud Alynudin mengatakan para kader di Jakarta memang meminta PKS mengusung Anies. Namun di lingkup internal juga sempat beredar nama-nama lain, seperti Mardani Ali Sera dan Sohibul Iman, yang dipandang bisa dicalonkan sebagai gubernur.

Pertemuan Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ketum Partai NasDem Surya Paloh membahas perihal kerja sama Pilkada 2024 di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2024). 
Foto : Brigitta/detikcom

"Jadi sekarang proses komunikasi dibangun (dengan partai lain) itu adalah bagaimana agar calon gubernur atau calon wakil gubernur ini salah satunya adalah dari kader PKS ya," kata Suhud kepada detikX.

Keputusan resmi dukungan kepada Anies disampaikan di tengah-tengah isu adanya tawaran kepada PKS untuk dapat bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju. Sebelumnya, PKS mengakui ada tawaran posisi cawagub di Pilkada DKI 2024 dari KIM.

"Ada (tawaran cawagub dari KIM), itu makanya sedang kami coba analisis. Kami kaji mana kira-kira yang nanti paling maslahat, kira-kira gitu," kata Presiden PKS Ahmad Syaikhu di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, pada Selasa, 18 Juni 2024.

Pengumuman resmi dukungan PKS terhadap Anies menuai respons dari PKB. Wasekjen PKB Syaiful Huda menyebut PKS seolah-olah punya golden ticket Pilkada 2024 karena mengumumkan duet Anies-Iman. Huda menilai langkah PKS mengusung dua nama sekaligus seperti mendorong partai lain untuk tidak berkoalisi.

"Semestinya begitu (usung cagub dulu), untuk saling menghargai dan saling membuka pintu. Kalau dengan cara begini, kan PKS mendorong partai lain untuk tutup pintunya," kata Huda kepada wartawan pada Selasa, 25 Juni 2024.

Sebelum PKS, PKB memang telah terlebih dahulu menyatakan dukungan terhadap Anies di Pilkada DKI Jakarta. Dukungan itu diputuskan setelah mendengarkan aspirasi dari tingkat ranting PAC, DPC, hingga DPW.

"PKB DKI Jakarta memutuskan Anies Baswedan menjadi calon tunggal, yaitu untuk mencalonkan di 2024-2029, desk Pilkada Gubernur DKI Jakarta," kata Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas dalam jumpa pers pada Rabu, 12 Juni 2024.

Namun, saat dihubungi detikX, Hasbiallah Ilyas mengatakan calon wakil gubernur pendamping Anies akan dibicarakan nanti bersama anggota koalisi. Pihaknya juga bersiap dengan sejumlah nama yang dapat disodorkan menjadi pendamping Anies. Salah satu nama tersebut adalah Ida Fauziah, yang saat ini menjabat Menteri Tenaga Kerja.


"Dari PKB siapa? Ibu Ida dan saya," ucapnya kepada detikX.

Sementara itu, Ketua DPP PKB Faisol Riza mengatakan pihaknya memiliki keyakinan tinggi Anies memenangi Pilkada Jakarta. Namun, untuk mengusung Anies, PKB perlu berkoalisi dengan partai lain. Pihaknya masih terbuka untuk berkoalisi dengan semua partai. Menurutnya, Anies juga berhak mengusulkan nama-nama yang akan mendampinginya berkontestasi. Walaupun demikian, PKB sedang menggodok sejumlah nama untuk disodorkan kepada Anies.

Di sisi lain, Ketua Komisi DPR RI itu tidak menampik adanya tekanan dan permintaan dari sejumlah pihak agar PKB tidak mendukung Anies. Namun tekanan-tekanan itu ia sebut sebagai upaya wajar dan tetap bisa diatasi oleh PKB.

"Soal tekanan, itu kan biasa saja di dalam proses politik," kata Faisol kepada detikX pada Minggu, 23 Juni 2024.

"Tentu tekanan maupun masukan itu kami kelola dengan sangat baik. Sebenarnya (tekanan itu) tidak bermakna apa-apa. Soal tekan-menekan itu buat kami biasa saja," sambung Faisol.

Yang Masih Malu-malu Mendukung Anies
Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyampaikan partainya tengah mempertimbangkan Anies Baswedan sebagai bacagub Jakarta. Dia menyebut pertimbangan itu dibarengi dengan komunikasi bersama PKB Jakarta, yang sudah menyatakan dukungan secara terbuka.

"Tentunya akan dilakukan komunikasi dengan Pak Anies dan partai politik yang sudah menyatakan dukungannya secara terbuka, seperti PKB Jakarta," kata Masinton pada Senin, 24 Juni 2024.

Selain nama Anies, kata Masinton, PDI Perjuangan menyiapkan kandidat lainnya, di antaranya eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa, Menteri Sosial Tri Rismaharini, hingga Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Anies Baswedan saat mendatangi kantor DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Foto : Ari Saputra/detikcom

“Jika PDI Perjuangan kerja sama dengan PKB untuk mengusung Pak Anies Baswedan, persyaratan secara formal sudah terpenuhi," ucapnya.

Sebelumnya, rencana koalisi PDI Perjuangan-PKB untuk mengusung Anies diungkap oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah. Dia mengaku sudah berbicara dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terkait Pilkada Jakarta.

"Kemungkinan kami akan melakukan kerja sama politik masuk di dalam Pilkada Jakarta," kata Basarah kepada wartawan di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 8 Juni 2024.

Sementara itu, DPW NasDem DKI Jakarta telah memberikan rekomendasi tiga nama kepada Ketua Bappilu DPP NasDem Prananda Surya Paloh. Beberapa di antaranya Anies Baswedan, Bendum Partai NasDem Ahmad Sahroni, dan Ketua DPW NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino.

Sementara itu, merespons pengumuman resmi PKS, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai Sohibul belum pasti dicalonkan oleh PKS sebagai bacawagub dalam pilgub mendatang. Paloh menilai masih ada potensi PKS mengusung sosok selain Sohibul dalam kontestasi perebutan kursi Jakarta-1 itu.

"Ya sudah, kan bisa saja terjadi barangkali perubahan-perubahan. Ya mungkin hari ini barangkali Pak Sohibul, besok beda lagi, kan," kata Paloh di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/6/2024), dikutip dari CNN Indonesia.

Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengatakan partainya mendorong agar kader internal dapat maju di pilkada. Ia juga memandang wajar dan rasional jika Anies mendapat dukungan dari PKB maupun PKS. Terlebih kedua partai tersebut belum mengambil sikap untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan, sehingga tanpa beban untuk mengusung Anies di pilkada.

"Apakah Anies akan dikaderkan? Itu pertama. Kedua, menurut pendapat saya pribadi, dalam kapasitas NasDem, yang akan bergabung dengan koalisi pemerintah, terus apa iya mau dukung Anies," kata Ali kepada detikX pada Rabu, 26 Juni 2024.


Reporter: Ahmad Thovan Sugandi, Ani Mardatila
Penulis: Ahmad Thovan Sugandi
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Fuad Hasim

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE