SPOTLIGHT

Anomali Lonjakan Suara PSI

PSI divonis tak lolos ke DPR RI berdasarkan quick count mayoritas lembaga survei. Namun belakangan, berdasarkan real count KPU, suaranya melonjak dan dituduh terjadi kecurangan atau kesalahan penghitungan. 

Ilustrasi : Edi Wahyono

Selasa, 5 Maret 2024

Belakangan perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dianggap janggal. Dalam tujuh hari terakhir, real count KPU menunjukkan suara PSI melonjak drastis 0,45 persen. Pada 26 Februari hanya 2,68 persen, sedangkan per hari ini partai itu mengantongi 3,13 persen suara. Angka itu sudah melebihi hasil hitung cepat mayoritas lembaga survei anggota Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia.

Ketua DPP PSI Cheryl Tanzil menganggap lonjakan perolehan suara berdasarkan penghitungan KPU wajar. Dia yakin, dalam Pemilu 2024 ini, PSI akan lolos ambang batas parlemen dan bisa mengirimkan kadernya ke DPR RI.

“PSI masih optimistis. Kedua, apa pun hasilnya, pemilu ini adalah kemenangan untuk PSI. Kami akan mewarnai begitu banyak daerah-daerah di seluruh Indonesia, akan punya anggota legislatif minimal di tingkat DPRD dan kabupaten/kota, orang-orang PSI. Kita akan bersuara yang lantang,” ujar Cheryl ketika dihubungi detikX.

Cheryl mengatakan suara-suara yang belum selesai dihitung terutama merupakan suara-suara yang berada di kantong-kantong PSI pada 2019. Selain itu, ia berulang kali menjelaskan terkait dengan kesalahan hitung batang lidi yang menurut pengamatan kader di lapangan mencapai selisih 10 suara. Di sisi lain, menurutnya, sebagai partai yang masih kecil, margin of error 1 hingga 1,5 persen akan sangat berarti bagi partainya untuk menembus ambang batas parlemen.

“10 suara per TPS misalnya dikalikan setengah aja total TPS yang ada di seluruh Indonesia. Ya kan total TPS 800 ribuan nih ya, taruh deh 400 ribuan. 400 ribu dikali 10 itu udah berapa? Ya itu sudah 4 juta suara loh. Jadi kami optimistis banget bahwa ini sekarang rekapitulasi baru sekitar 60 persen ya yang masuk di real count masih ada 40-an persen,” ujarnya.

Caleg Dapil DKI Jakarta III itu menuturkan kenaikan suara ini dari 2019 tak lain merupakan efek dari masuknya Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, menjadi Ketua Umum PSI. Lebih rincinya, ini juga berdampak pada kursi-kursi DPRD di tingkat provinsi juga kabupaten/kota. Selain itu, faktor mendominasinya anak muda sebagai pemilih pada Pemilu 2024 ini kian menjadi sebab melesatnya suara PSI.

Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan putranya yang juga Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie dan sejumlah kader muda di Sun Plaza, Medan, Sumatera Utara, Rabu (7/2/2024). 
Foto : Dok. PSI

“Di awal Mas Kaesang masuk itu kan kami bersilaturahmi dengan semua organ relawan yang terafiliasi mendukung Pak Jokowi. Dan itu kan grassroot-nya sangat-sangat kuat. Nah, sebenarnya dengan Mas Kaesang masuk saja, kami tuh udah langsung lebih dikenal di kalangan grassroot. Jadi, ya ini salah satu, bukan strategi saja ya, ini sudah serta-merta dengan pergantian ketum ini,” terang Cheryl.

Cheryl tak mempermasalahkan jika ada yang memiliki pendapat berbeda di kalangan para pengamat dan lembaga survei terkait quick count. Merujuk pada survei internal partainya sendiri, PSI sudah mencapai di atas 4 persen. 

Senada, Wasekjen PSI Dedek Prayudi menerangkan, jika merujuk pada survei sebelum pemilu, Lembaga Survei and Polling Indonesia (SPIN) menyebut PSI mencapai angka 4 persen. 

“Sampai dengan hari ini kami optimistis PSI akan tembus sampai 4 persen. Dengan perbaikan yang sudah kami lakukan di lapangan, ingat, perbaikan tersebut dilihat dan ditandatangani saksi dari partai lain ya, jadi jika kami disebut curang, beli suara, saya jadi bingung. Kami yang suaranya salah hitung, melakukan perbaikan melalui jalur-jalur konstitusional, eh malah kami yang dituduh curang,” tutur Dedek kepada detikX pada Rabu, 28 Februari 2024.

Dedek juga menyayangkan pernyataan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi yang meminta PSI lapang dada, daripada dianggap menimbulkan delegitimasi Pemilu 2024.

Baca Juga : Senja Kala PPP


“Saya pikir itu statement yang tidak adil ya, terlalu menghakimi karena seolah-olah, kalau kami lolos, kami curang. Sebenarnya penghitungan suara itu kan masih berlangsung,” ungkap Dedek.

Burhanuddin Muhtadi mengatakan lembaganya berpijak pada hasil quick count. Bukan hanya Indikator, menurutnya, beberapa lembaga survei lain juga sepakat PSI tidak lolos ambang batas berdasarkan kemungkinan analisis tersebut.

“Fungsi utama quick count adalah alat deteksi kecurangan. Jika terjadi perbedaan signifikan antara prediksi lembaga-lembaga survei yang menyelenggarakan quick count dengan hasil KPU, maka patut diduga ada anomali,” kata guru besar ilmu politik UIN Jakarta tersebut kepada detikX pada Kamis, 29 Februari 2024.

Survei terakhir yang dilakukan Indikator Politik sebelum pemilu, PSI hanya memperoleh 2,3 persen suara. Hasil quick count PSI hanya mendapat 2,65 persen suara. Hasil hitung margin of error (MoE) Indikator Politik per partai berdasarkan 3.000 TPS dengan total suara sah 520.616 sebagai sampel, margin of error PSI +- 0,16 persen. 

“Bahkan, jika kami memakai MoE generik sekitar 0,54 persen, perolehan suara PSI sekarang (2,65 persen) tak akan sampai 4 persen. Ini juga terkonfirmasi semua lembaga penyelenggara quick count,” imbuhnya.

Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan putranya yang juga Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan kader PSI lainnta di Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/2/2024).  
Foto : Dok. PSI

Kenaikan pesat perolehan suara PSI menjadi pertanyaan besar dan dituding berkaitan dengan kecurangan. Berbagai dugaan tersebut telah ditepis oleh Komisi Pemilihan Umum. Ketua Divisi Teknis KPU RI Idham Holik mengatakan tidak ada penggelembungan suara PSI dalam hitung suara pemilihan legislatif DPR RI 2024. Melesatnya suara PSI dalam beberapa hari belakangan disebabkan oleh adanya ketidakakuratan teknologi optical character recognition (OCR) Sirekap.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga angkat bicara terkait dengan dugaan penggelembungan suara PSI yang terlihat di Sirekap. "Ada beberapa yang kita verifikasi tidak terbukti. Kemudian kita verifikasi ke lapangan, misalnya ada di Cilegon, terselesaikan, ada di social media, kan? Ada juga di Jawa Tengah yang sudah selesai secara berjenjang, sudah diselesaikan," ucap Ketua Bawaslu Rahmat Bagja di kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin, 4 Maret 2024.

Sedangkan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin mengatakan anomali perolehan suara PSI perlu dipantau. Sebab, berdasarkan pengalaman-pengalaman pemilu sebelumnya, hasil real count selalu tak berbeda jauh dengan quick count.

“Kalau ada dugaan-dugaan itu dan misalnya dugaannya benar, itu bahaya, bisa merusak demokrasi. Tapi memang harus dibuktikan, misalnya seperti Bang Awiek PPP dari Dapil III Madura itu buka suara, katanya suaranya berubah ke PSI. Saya melihatnya, kalau ada pergeseran yang tidak wajar, dugaan-dugaan yang dituduhkan, itu masyarakat dan elite sudah paham yang seperti ini,” jelas Ujang kepada detikX


Reporter: Ani Mardatila
Penulis: Ani Mardatila
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE