Spotlight

Setelah Foto Ara Disetip Ganjar

Dukungan Ara Sirait bagi pasangan Prabowo-Gibran bukan sesuatu yang tiba-tiba. Ara telah lama menjalin komunikasi dengan Prabowo dan Jokowi.

Ilustrasi : Edi Wahyono

Rabu, 24 Januari 2024

Maruarar Sirait alias Ara, setelah pekan lalu hengkang dari PDI Perjuangan, kini bergabung dengan TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Kepada detikX, ia mengaku baru menerima arahan dari Prabowo pada Minggu lalu, saat capres tersebut berkampanye di Lapangan Sepakbola Jatipamor, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

“Tiba-tiba, sambil pidato, dia (Prabowo) katakan, ‘Mas Ara saya minta untuk membantu di TKN.’ Itu saya baru tahu begitu. Sebelumnya, saya sudah diundang ke beberapa tempat sebagai pendukung saja, pendukung pasangan nomor urut 2,” ujar Ara saat ditemui pada Senin, 22 Januari 2024.

Pada 15 Januari, Ara menyampaikan mundur dari PDI Perjuangan lantaran keyakinannya pada Jokowi. Kepada detikX, ia meyakini Jokowi mendukung Prabowo-Gibran, paslon yang tidak diusung oleh partainya, meski, akunya, tak ada obrolan soal itu dengan Jokowi.

“Saya meyakini begitu. Nggak perlu ada perintah untuk menjalankan apa yang kita yakini. Bahkan kalaupun ada perintah B, kalau keyakinan kita A, kita jalani A. Saya dibangun karakter demokratis oleh orang tua saya, Pak Sabam Sirait dan Ibu Sondang Sidabutar, untuk mengatakan yang benar sebagai benar, baik sebagai baik,” terangnya saat ditemui detikX di kediamannya.

Ia mengklaim pilihannya murni hasil kontemplasi panjang. Menurutnya lagi, langkahnya didukung oleh istri, keluarga, dan kawan-kawan politiknya. Demikian juga soal kedekatannya dengan Prabowo dan Jokowi, Ara tak menampik.

Potret Maruarar Sirait bersama Presiden Jokowi.
Foto : Instagram Maruarar Sirait

“Kalau dekat, dekat semua. Saya berkawan sama Pak Jokowi sudah lama sekali, bukan baru sekarang, dari (Jokowi menjabat) Wali Kota Solo. Dengan Pak Prabowo dan Mas Anies (Baswedan). Saya bersahabat baik sama semua capres dan cawapres. Ulang tahun istri saya saja Pak Mahfud Md hadir. Kita sangat respect sama Pak Mahfud,” jelas Ara.

Kalau dekat, dekat semua. Saya berkawan sama Pak Jokowi sudah lama sekali, bukan baru sekarang, dari (Jokowi menjabat) Wali Kota Solo. Dengan Pak Prabowo dan Mas Anies (Baswedan). Saya bersahabat baik sama semua capres dan cawapres. Ulang tahun istri saya saja Pak Mahfud Md hadir. Kita sangat respectsama Pak Mahfud.”

Waketum Partai Gerindra dan Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran Habiburokhman menambahkan, bukan hal aneh jika Ara mendukung Prabowo. Pasalnya, pada 2009, Ara bergabung dalam tim pemenangan Megawati-Prabowo. Habiburokhman senang Ara kini bergabung di TKN.

“Bang Ara punya pengaruh besar di kalangan anak muda. Orang juga suka dengan gaya politiknya tuh. Beliau kan suku Batak yang lembut. Kalau beliau bergabung, beliau akan menjadi salah satu mesin pendulang suara. Semakin memperkuat di S-M-S. Subang, Majalengka, Sumedang. Itu salah satu yang kita kurang kuat, terutama Majalengka. Kalau Bang Ara main di situ, selesai kita, di Jawa Barat bisa 80 persen,” kata Habiburokhman kepada detikX, Jumat, 22 Januari 2024.

Senada dengan Habiburokhman, jubir TKN Prabowo-Gibran, Herzaky Mahendra Putra dari Partai Demokrat, juga menyambut Ara Sirait di timnya. Menurutnya, Ara memiliki basis massa sendiri dan jejaring yang luas. Sehari setelah pengunduran diri Ara dari PDI Perjuangan saja, 150 kader Taruna Merah Putih (TMP) di Majalengka, sayap kepemudaan PDI Perjuangan, ikut mundur dari partai.

“Setiap tambahan kekuatan sangat penting dalam upaya kami menembus angka 4-6 persen yang tersisa untuk menuju 51 persen (suara nasional),” ujar Herzaky.

“Sudah sejak awal ke Prabowo”

Bendahara TMP Majalengka Dena Muhamad Ramdan, yang juga koordinator Sahabat Bang Ara, membaca gelagat kekecewaan Ara terhadap PDI Perjuangan pada Oktober 2023. Kala itu, fotonya berpelukan dengan Ganjar Pranowo di acara Network for Ganjar yang diinisiasi Ara diunggah Ganjar di akun Instagramnya, tapi dihapus sesaat kemudian.

“Saya menangkap (kekecewaan) itu sudah jauh hari waktu acara Pak Ganjar ke Kota Cirebon dengan Bang Ara. Foto beliau di acara itu di-upload sama Pak Ganjar, tapi langsung hilang. Setelah itu Bang Ara bikin statement dia punya sikap. Di situ saya sudah merasa arah Bang Ara ke mana,” ujar Dena kepada detikX.

Sumber detikX di TKN Prabowo-Gibran turut membenarkan cerita ‘sakit hati’ ini. Sumber ini menambahkan, kekecewaan Ara dapat ditelusuri lebih jauh ke belakang, saat ia tak jadi diangkat jadi menteri pada 2014 karena tidak direstui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Berikutnya, pada 2019, daerah pemilihan Ara digeser dari S-M-S ke Kota Bogor-Kabupaten Cianjur (Dapil Jabar III). Pada saat itu, ia tak lagi terpilih jadi anggota Dewan, dan berakhirlah kariernya di Komisi XI DPR RI sejak 2004.

Meski begitu, Ara menuturkan, pamitnya dari partai tak ada kaitannya dengan peristiwa-peristiwa itu. Menurutnya, terlepas dari semua kejadian, ia tetap aktif di TMP, yang ia besarkan sejak 2008 bersama Utut Adianto, Sukur Nababan, dan Rieke Diah Pitaloka. Ara dan mereka membina caleg dari TMP dan membantu Jokowi maju pada Pilpres 2019.

“Bisa dinilai sendiri kualitas saya sebagai kader. Namun loyalitas kepada partai harus kalah terhadap loyalitas kepada negara. Ada orang yang mengikuti perintah partai, atau petugas partai. Saya memilih menjadi petugas rakyat. Tentu saya pamit baik-baik,” ujar Ara kepada detikX.

Sumber detikX di PDI Perjuangan menuturkan versi lain. Menurutnya, PDI Perjuangan, termasuk Ganjar Pranowo, sejak Oktober 2023 telah mengetahui Ara membelot. Itulah mengapa foto Ganjar-Ara diturunkan dari akun Instagram capres nomor urut 3 itu.

“Sudah sejak awal dia ke Prabowo. Cuma pada kaki yang lain, mengadakan acara dengan TMP, jalan sehat, bagi-bagi kaus, dan sebagainya. Kita hargai, tapi kita sudah tahu persis bahwa kawan satu ini kakinya akan di sebelah. Dia cuma cari waktu yang tepat untuk exit-nya,” ujar seorang kader PDI Perjuangan kepada detikX.

Ia berpendapat justru PDI Perjuangan korban sesungguhnya dari cara berpolitik Ara yang, menurutnya, playing victim dan tak apik.

Kader PDI Perjuangan ini menyatakan partainya setia memegang janji kepada mendiang Sabam Sirait, ayah Ara, untuk ‘menjaga’ Jokowi hingga akhir masa kepemimpinannya. Sabamlah yang mendirikan PDI Perjuangan dengan Megawati. Makanya, hengkangnya Ara dari PDI Perjuangan terbilang kontroversial.

“Kami ingin Bapak Jokowi berakhir dengan husnulkhatimah, dengan baik, di Oktober 2024. Tidak ada niat untuk tidak menjaga Pak Jokowi. Bahwa Ara diminta oleh bapaknya untuk menjaga Pak Jokowi, lah kita semua menjaga, bukan orang per orang jaga Presiden,” ucapnya kepada detikX, Senin lalu.

“Jika masalahnya kecewa pada partai, kenapa hampir lima tahun baru dimuntahkan? Kenapa tidak keluar saja setelah Pileg 2019? Faktanya tidak, dia masih memimpin TMP. Bagi kami, tidak ada yang hilang dari Ara pamit, justru drakor-nya itu yang kami nggak tahan,” pungkasnya.

Di sisi lain, dua sumber detikX di TKN Prabowo-Gibran juga mengakui sudah tahu sejak Oktober bahwa Ara hendak bergabung. Selain itu, Ara sudah bertemu empat mata baik dengan Prabowo maupun Jokowi.

“Iya, udah lama mau gabung. Kayak Khofifah (Indar Parawansa) memutuskan bergabung, kita udah tahu 2-3 bulan sebelumnya, udah diomongin. Ara salah satu di antaranya. Kita melihat situasi politik, tunggu momentum, sehingga bisa jadi daya dorong baru,” ujar sumber detikX di TKN.

Sumber yang satu lagi menyatakan Ara datang pada waktu kritis. “Injury time dia masuk,” katanya.

Sedangkan Budiman Sudjatmiko, yang lebih dulu keluar dari PDI Perjuangan pada Agustus 2023 dan bergabung di TKN, mengaku kaget dan tak pernah membayangkan Maruarar Sirait akan meninggalkan partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Saya nggak membayangkan tuh, misalnya, anaknya Habib Rizieq pindah ke Konghucu, seperti itu (analogi Ara pindah haluan politik). Nggak terbayang. Unthinkable aja,” ucap Budiman kepada detikX pada Jumat, 19 Januari 2024.

Saat Maruarar Sirait menggelar parade seni budaya di Majalengka untuk memenangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Foto : Instagram Maruarar Sirait

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah enggan berkomentar saat kami mintai tanggapan terkait keluarnya Ara. “Saya no comment,” ucap Said Abdullah kepada detikX, Senin, 22 Januari 2024.

Begitu juga politikus senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno, saat dihubungi pada Senin menyatakan sudah ‘tutup buku’ soal Ara. “Tidak perlu diulas lagi. Sudah masuk bab berikutnya. Kembali ke bab sebelumnya hanya mengungkit luka lama,” ungkapnya kepada detikX.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan loncatan Ara dari PDI Perjuangan ke TKN mencerminkan bahwa politik sangat dinamis, kawan bisa jadi lawan dan sebaliknya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai fenomena keluar-masuk partai di Indonesia perkara biasa, akibat cacat bawaan sistem multipartai. Ideologi partai cenderung kabur atau sering kali sebatas jargon, sehingga kader mudah berpindah.

Setiap perpisahan, kata Adi, pasti menyisakan kehilangan, tapi kehilangan itu dianggap tak seberapa bagi PDI Perjuangan, yang kaderisasinya ia nilai cukup solid.

“Kehilangan Ara bagi mereka bukan sesuatu yang harus diratapi atau membuat mereka gundah gulana. Bahkan ketika Jokowi tak lagi bersama PDI Perjuangan, rasanya PDI Perjuangan santai dan cuek-cuek saja. Di sisi lain, politik itu soal untung rugi. Kalau memang PDI Perjuangan sudah tak menguntungkan lagi bagi Ara, pindah ke lain hati yang menyediakan tempat mewah itu rasional,” ujarnya.


Reporter: Alya Nurbaiti, Fajar Yusuf Rasdianto
Penulis: Alya Nurbaiti
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE