Ilustrasi : Edi Wahyono
Kamis, 23 November 2023Darius—bukan nama sebenarnya—masih ingat pertemuan terakhirnya dengan Ghisca Debora Aritonang sebelum muncul keributan soal penipuan tiket konser Coldplay. Sekitar pertengahan Oktober 2023, keduanya bertemu di salah satu kafe di bilangan Serpong, Tangerang. Di situ, Ghisca bercerita tentang bisnis yang tengah dijalankannya.
“Dia cerita ada bisnis penerbangan ilegal. Jadi dia kayak nge-hack situs penerbangan gitu loh. Jadi dapat nge-booking pesawatnya gratis, tapi dia jual lagi dengan harga murah,” tutur pria 24 tahun itu kepada detikX pada Selasa, 21 November 2023.
Seorang kawan dekat Darius pernah menjajal jasa tiket pesawat itu melalui Ghisca dan berhasil. Harganya lebih murah dibandingkan dengan harga normal. Darius tidak tahu bagaimana Ghisca bisa mendapat tiket pesawat harga miring tersebut. Hanya, bagi Darius, keberhasilan temannya membeli tiket pesawat itu sudah cukup menahbiskan bahwa Ghisca adalah orang yang bisa dipercaya.
Selain bercerita soal bisnis tiket pesawat, Ghisca menceritakan soal ketangkasan bermain judi online. Dari modal Rp 23 juta, Ghisca mengaku pernah menang hingga Rp 2,6 miliar. Semua cerita Ghisca itu ada dalam rekaman obrolan keduanya yang kini disimpan Darius. Dia mengaku sengaja merekam obrolan karena saat itu sudah mulai curiga terhadap gerak-gerik Ghisca. Darius merupakan salah satu reseller tiket konser Coldplay yang dijual Ghisca.

Beberapa barang bukti yang disita Polres Jakpus dari tersangka kasus penipuan tiket konser Coldplay, Ghisca Debora Aritonang, Senin (20/11/2023).
Foto : Annisa Aulia/detikcom
Soalnya, awal dia bilang dia open cuma 100 tiket Coldplay, itu bulan Mei (2023). Terus tiba-tiba bulan September ada kabar dia megang tiket 1.000 tiket. Jadi gue curiga dong, nggak masuk akal.”
“Soalnya, awal dia bilang dia open cuma 100 tiket Coldplay, itu bulan Mei (2023). Terus tiba-tiba bulan September ada kabar dia megang tiket 1.000 tiket. Jadi gue curiga dong, nggak masuk akal,” ungkap Darius.
Darius mengenal Ghisca sejak dua tahun lalu. Ghisca merupakan teman mantan kekasih Darius. Sewaktu pertama kenalan, ia tahu Ghisca punya bisnis calo tiket. Darius pernah membeli tiket konser kelompok musik pop asal Korea Selatan Suga BTS dan Exo dari Ghisca. Semuanya lancar. Harganya lebih murah dari harga normal. Dia juga pernah beli tiket pertandingan tim nasional sepakbola Indonesia vs Argentina dari Ghisca dengan harga miring.
Bisnis Darius dengan Ghisca berjalan lancar sampai akhirnya Ghisca terperosok dalam kasus penipuan tiket Coldplay. Darius sudah membeli 100 tiket Coldplay dari Ghisca. Totalnya sekitar Rp 400 juta. Dia juga membeli 28 tiket konser Taylor Swift. Namun tiket dua konser itu tidak pernah diterima Darius.
“Itu dia (sebelum-sebelumnya) kayak bakar duit saja, biar kita percaya buat menaruh duit di Coldplay. Pokoknya ujungnya di Coldplay saja,” tuding Darius.
Bagi teman-teman dekatnya, Ghisca adalah sosok perempuan yang royal. Ghisca kerap mentraktir teman-temannya saat kongko atau sekadar makan siang. Perempuan berusia 19 tahun ini dianggap cukup cerdas. Ghisca cukup telaten dan teliti dalam banyak hal. Karakter itu membuat teman-temannya senang bisa kenal dengan perempuan berzodiak Scorpio ini.
Kalau bertemu dengan teman-temannya, Ghisca kerap membawa barang-barang bermerek. Menurut teman-teman dekatnya, Ghisca pernah terlihat menenteng tas bermerek Hermes dengan tipe Picotin dan Mini Kelly. Dalam laman lokapasar Luxehouze.com, harga tas Hermes Picotin dipatok sekitar Rp 69 juta. Sedangkan harga tas Hermes Mini Kelly berkisar Rp 13,3 juta.
Suatu hari, Ghisca pernah bilang kepada teman-temannya, ia berencana membeli mobil Mercedes-Benz tipe trail yang dirancang Jurgen Erbele, tapi gagal. Teman-temannya banyak yang percaya pada omongan Ghisca itu. Mereka tidak pernah menaruh curiga bagaimana cara Ghisca mendapatkan barang-barang dengan harga puluhan juta hingga miliaran rupiah tersebut.
“Maksud aku, Ghisca kan bukan dari orang nggak berada ya. Jadi kalau kayak gitu tuh bukan sesuatu yang perlu di-highlight,” kata Dinda, 18 tahun—bukan nama sebenarnya—kawan dekat Ghisca kepada detikX pada Rabu, 22 November 2023.
Saat ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jakarta Pusat, Ghisca masih berstatus sebagai mahasiswi kelas internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Trisakti. Dua teman dekatnya bilang, sebelum berkuliah di Trisakti, Ghisca mengenyam pendidikan sekolah menengah atas di UPH College di Tangerang. Dia dikeluarkan dari sekolah tersebut saat kelas 12 SMA.
detikX sudah menghubungi UPH College untuk mengkonfirmasi kesaksian teman dekat Ghisca itu. Namun, saat dihubungi, resepsionis bilang pihak sekolah belum bisa memberikan jawaban atas pertanyaan detikX.
Baca Juga : Ratu Tipu-tipu Tiket Coldplay

Polres Jakpus mengungkap kasus penipuan tiket konser Coldplay, seorang perempuan bernama Ghisca Debora Aritonang (tengah) ditetapkan sebagai tersangka, Senin (20/11/2023).
Foto : Annisa AR/detikcom
Di kampus, Ghisca dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Tidak banyak rekan seangkatannya yang kenal baik dengan Ghisca. Kepala Humas Universitas Trisakti, Dewi Priandini, mengatakan Ghisca jarang masuk kuliah sejak semester pertama.
Sejauh ini, kata Dewi, Ghisca hanya tercatat mendapat nilai di 14 SKS dari total 24 SKS yang diambil sepanjang masa kuliah. “Yang lulus katanya cuma apa ya, saya dengarnya cuma bahasa Inggris atau apa gitu ya,” ujar Dewi saat ditemui detikX di ruangannya di Universitas Trisakti, Jakarta Barat, pada Selasa, 21 November lalu.
Suatu hari, sekitar akhir 2022, Ghisca membuat kegaduhan di FEB Trisakti. Orang tua Ghisca hadir ke kampus dan memprotes manajemen Trisakti lantaran sikap kampus yang dianggap diskriminatif kepada anaknya. Ghisca bercerita kepada ayahnya, dia tidak diizinkan untuk ikut dalam acara pertemuan mahasiswa kelas internasional FEB Trisakti. Orang tua Ghisca geram dan melabrak pihak kampus.
Namun, menurut Dewi, kejadian yang sebenarnya tidak seperti itu. Sebetulnya Ghisca-lah yang tidak mau ikut dalam acara pertemuan tersebut. Pihak kampus hanya meminta Ghisca izin kepada orang tuanya agar bisa ikut dalam acara yang diselenggarakan kelas internasional Trisakti ini. Tetapi cerita itu diputarbalikkan oleh Ghisca. Saat bercerita kepada orang tua, Ghisca bilang dilarang ikut. Sedangkan saat berbicara kepada pihak kampus, Ghisca bilang dia tidak mendapatkan izin dari orang tua.
“Jadi orang tuanya percaya universitas atau fakultas bikin susah,” terang Dewi.
Bagi korban penipuan dan teman-temannya, Ghisca memang dipandang sebagai orang yang pandai bicara. Linda, 27 tahun—bukan nama sebenarnya—yang merupakan salah satu korbannya, mengaku pernah berkomunikasi via telepon dengan Ghisca pada 10 Oktober 2023. Saat di telepon, gaya bicara Ghisca terdengar sangat bersahabat dan ramah. Ghisca meyakinkan Linda untuk membeli tiket konser Coldplay darinya. Ghisca bahkan memberikan foto kartu tanda penduduknya untuk disimpan Linda.
Selain memberikan foto KTP, Ghisca menulis perjanjian hitam di atas putih untuk meyakinkan Linda. Dalam perjanjian itu, Ghisca berjanji akan bertanggung jawab atas seluruh uang Linda yang telah ditransfer untuk pembelian tiket. Tanda tangan Ghisca dibubuhkan di atas meterai. Waktu itu, Linda membeli tiket konser Coldplay kategori 6 dengan harga Rp 2,2 juta.
“Dia ngaku kenal sama promotor konser Coldplay ini,” tutur Linda.
Baca Juga : Jalur Tikus Calo Tiket Coldplay
Saat ini Ghisca telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Dia disangkakan Pasal 378 dan 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal penjara 4 tahun. Dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat pada Senin, 20 November 2023, Ghisca mengaku bersalah dan menyesal atas perbuatannya.
“Saya Ghisca Debora Aritonang, saya mengakui kesalahan saya dan saya akan mengikuti proses hukum,” sesal Ghisca.
Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Pusat AKP Diaz Yudhistira Jananuraga mengatakan, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ghisca tampak cukup terpukul. Dia jarang makan. Saat dilakukan pemeriksaan, Ghisca seperti orang bingung. Ghisca mengaku salah, tapi tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki kesalahannya itu. Dia hanya bisa berjanji menanggung segala kerugian korban dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
“Psikisnya sepertinya kena, tapi kami tetap pantau. Kita juga memperbolehkan dari pihak keluarga inti menjenguk,” kata Diaz kepada detikX.
Reporter: Fajar Yusuf Rasdianto, Alya Nurbaiti, Rahmat Khairurizqi (magang)
Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Luthfy Syahban