Spotlight

Ingar Bingar Relawan Anies

Berbagai kalangan relawan menyatukan kekuatan untuk mengusung Anies Baswedan dalam kontestasi Pilpres 2024. Mereka terdiri atas para pengusaha hingga eks menteri pemerintahan Jokowi.

Ilustrasi : Edi Wahyono

Selasa, 8 November 2022

Ribuan relawan mengerubungi Anies Baswedan di ruang pertemuan Cenderawasih, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, pada Rabu, 2 November 2022. Mereka histeris ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu memasuki ruangan dan bergemuruh meneriakkan Anies sebagai bakal calon presiden dalam Pilpres 2024. Anies membalasnya dengan senyum semringah.

Setidaknya tercatat 180 nama kelompok pendukung Anies yang menghadiri deklarasi IndonesiAnies tersebut. Kelompok tersebut di antaranya Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES), Dunsanak Anies, Brother Anies (Bronies), Simpul Anies Presiden (S1AP Indonesia), dan Mak-mak Anies (Manies).

Sekjen Dunsanak Anies, Edman Dantes, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya ketika bertugas menjadi pengawal Anies pada acara tersebut. Dantes, yang dulu merupakan anggota Jokowi Mania, mengaku puas melihat hasil kerja Anies saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.

“Saya nggak kenal secara personal dengan Pak Anies. Saya yakin (mendukung Anies) karena prestasi beliau. Beliau sosok yang pas untuk perubahan,” kata Dantes kepada reporter detikX pekan lalu.

Bakal capres Anies Baswedan menghadiri deklarasi relawan IndonesiAnies di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2022).
Foto : Andhika Prasetia/detikcom


Terlihat dia (Anies) telah mengerjakan apa yang sudah menjadi kewajiban dia.”

Dunsanak Anies telah berdiri sebelum masa jabatan Anies sebagai Gubernur Jakarta itu rampung, tepatnya pada 31 Maret 2022. “Ketua kami purnawirawan Polri jenderal bintang dua,” kata Dantes.

Deklarasi bertajuk ‘Anies for President’ di JCC itu merupakan acara peresmian IndonesiAnies. Meski bukan satu-satunya relawan Anies, bisa dibilang IndonesiAnies merupakan simpul terbesar dari gerakan relawan Anies.

Koordinator IndonesiAnies, Ashar atau biasa disapa Anca, mengaku acara deklarasi megah itu merupakan hasil patungan para anggotanya yang sebagian didominasi oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

“Itu kemarin di JCC kami mandiri, patungan-patungan pengusaha muda,” ujarnya kepada reporter detikX.

Anca mengatakan IndonesiAnies telah menyebar anggota-anggotanya ke berbagai daerah untuk mempersiapkan strategi kampanye Anies. Mereka juga ditugaskan mendalami berbagai isu lokal untuk dikaji.

“Anggota kami itu mulai dosen muda, peneliti, content creator, pengusaha, hingga gamers. Kami menggagas sebuah relawan dengan tampilan dengan anak muda dengan gaya yang lebih mengedepankan gagasan, bukan lagi terjebak dengan polarisasi yang berbasis identitas,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, IndonesiAnies akan mengadakan rapat kerja untuk membahas soal strategi. Mereka juga membentuk divisi-divisi jaringan di sebelas provinsi.

“Tugas masing-masing anggota kami macam-macam, misalnya content creator itu fokus mengelola medsos dan event, lalu juga ada penggalangan dana, ada produksi wacana,” tuturnya.

Dua Eks Pembantu Jokowi Relawan Anies

Mantan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Surya Tjandra merasa mantap mendukung Anies sebagai bakal calon presiden pada Pilpres 2024. Dulu, saat masih menjabat, ia rutin bertemu dengan berbagai kepala daerah untuk sinkronisasi data pembangunan umum dan BPN. Dari sekian banyak kepala daerah, menurut Surya, tak ada yang seserius Anies saat mengerjakan tugasnya.

Anies Baswedan temui relawan di Medan, Sumut, Sabtu (5/11/2022). Dia berpesan agar relawannya tak menyebar hoaks.
Foto : Anggi Muliawati/detikcom

“Nggak Cuma Pak Anies, saya juga ketemu kepala daerah lain dalam konteks pekerjaan: Ganjar, Khofifah, Ridwan Kamil. Cuma ya yang saya lihat punya kapasitas dan kemampuan buat mimpin Indonesia ini ya Anies Baswedan,” kata Surya saat ditemui reporter detikX pekan lalu.

Satu bulan setelah terkena reshuffle 15 Juni 2022, Surya menyatakan dukungannya terhadap Anies melalui salah satu media swasta. Saat itu Presiden Jokowi mencopot Surya dan menggantinya dengan Raja Juli Antoni.

“Bagi saya, Anies pantas menjadi presiden. Terlihat dia (Anies) telah mengerjakan apa yang sudah menjadi kewajiban dia. Itu yang akhirnya membuat approval rating jadi tinggi 83,3 persen, survei Populi. Itu kan tinggi banget, dengan kompleksitas DKI, dengan orang yang begitu plural,” ujarnya.

Sekitar awal September 2022, dalam pertemuan informal, Anies menyatakan rasa syukurnya atas dukungan Surya. “Oh iya, Pak. Bapak pantes kok,” kata Surya kepada Anies. Dalam pertemuan itu juga, Anies memberikan restu kepada Surya untuk mendukungnya sebagai bakal capres.

“Saya dikasih kebebasan sama Pak Anies. Terserah ya, pokoknya apa pun yang mesti dilakukanlah. Nggak ada tugas spesifik. Intinya, dukungan ini tanpa syarat. Saya tanpa syarat,” tuturnya.

Buntut dukungannya terhadap Anies, Surya mengaku kalangan internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sempat memanas. Bagaimana tidak, selama ini PSI merupakan salah satu partai yang paling vokal dalam mengkritisi kinerja Anies.

“Saya mendukung dia (Anies) dengan segala risiko. Kan saya PSI. Jadi dianggap berkhianat, Sengkuni,” keluhnya.

Dewan Pembina PSI Grace Natalie membantah pernyataan Surya itu. Menurutnya, perbedaan pandangan politik di lingkup internal PSI merupakan hal yang biasa.

“Kalau satu-dua orang kecewa, mungkin ada ya. Tapi intimidasi nggak ada. Suasana internal juga biasa saja. Nggak ada perubahan yang signifikan. Kami ini kan sudah dewasa dalam berpolitik. Politik itu pilihan. Hak Surya mau dukung siapa pun. Simpel saja,” kata Grace dalam pesan singkat kepada reporter detikX.

Pada awal Oktober 2022, akhirnya Surya resmi keluar dari PSI. Politikus berdarah Tionghoa itu mengaku, sebelum membulatkan keputusannya, ia telah menghitung karier politik. Bagi Surya, bergabung dengan PSI kini tak lagi relevan. Surya juga menilai sikap PSI yang selalu menyerang Anies terkadang tak memiliki dasar yang kuat.

“Kalau menurut saya, PSI nggak sepenuhnya benar. Kayak dibilang dia (Anies) nggak bisa kerja. Buktinya, 83,5 persen penduduk DKI bilang bagus. Sebelum saya dukung Pak Anies, kan saya sudah ngitung. Sementara ini saya nggak mau nyaleg dulu,” kata Surya.

Surya mengaku khawatir terhadap narasi-narasi bernada negatif yang melekat pada Anies. Menurutnya, ini imbas dari polarisasi politik identitas pada pemilu sebelumnya.

“Saya kan dateng dari kelompok yang dianggap paling dirugikan ya. Triple minority, ya: Tionghoa, nasrani, dan difabel. Kalau isu waktu sebelum Anies menjabat itu bener, intoleransi di Jakarta akan makan naik. Buktinya nggak tuh,” ujarnya.

Selain Surya, ada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) era Jokowi-Jusuf Kalla, Sudirman Said, yang mendukung Anies. Bahkan Sudirman ditunjuk langsung oleh Anies menjadi penyambung lidah. Terlihat Sudirman beberapa kali menghadiri pertemuan tim kecil Koalisi Perubahan.

Anies dan Sudirman sudah lama saling mengenal. Perkenalan keduanya berawal ketika sama-sama menjabat menteri Jokowi pada periode pertama. Anies menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sementara Sudirman menjabat Menteri ESDM.

Keduanya sama-sama dicopot ketika reshuffle kabinet jilid II pada 27 Juli 2016. Kedekatan dua sekawan ini berlanjut ketika Anies terpilih sebagai calon Gubernur Jakarta pada 2017. Saat itu Sudirman ditunjuk sebagai Ketua Tim Sinkronisasi. Tugasnya menyatukan persepsi dan konsep program Anies dengan program yang sudah terlebih dulu dijalankan oleh gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Selepas merampungkan tugas sebagai Ketua Tim Sinkronisasi, Sudirman mencoba peruntungan dengan mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Tengah hingga anggota DPR RI. Sayangnya, kader Partai Gerindra tersebut gagal dua kali dalam kontestasi politik itu.

Kedekatannya dengan Anies juga terekam saat deklarasi Sudirman sebagai cagub Jawa Tengah dari Partai Gerindra. Anies turut hadir dalam deklarasi itu. Anies saat itu mengatakan, “Saya dan Pak Sudirman Said ‘lulus cepat’ dari kabinet Pak Jokowi. Ini sebuah babak baru di perjalanan hidupnya maupun dalam perjuangan untuk Jawa Tengah.”

Anies Baswedan diberi hadiah tongkat tanduk rusa dari Habib Novel Alaydrus, Jumat (28/10/2022).
Foto : Tara Wahyu NV/detikJateng

Setelah gagal nyaleg, Sudirman kembali diberi jabatan oleh Anies. Mantan Direktur Utama PT Pindad itu kemudian ditunjuk menjadi Komisaris Utama Food Station, salah satu BUMD Jakarta yang bergerak di bidang pangan.

Setelah dua tahun menjabat, Sudirman kembali dihadiahi Anies jabatan. Sudirman ditunjuk sebagai Komisaris PT Transportasi Jakarta menggantikan Jaswandi. Kini Sudirman kembali merapatkan dirinya untuk menyukseskan sahabatnya itu.

"Sepengetahuan saya, beliau (Sudirman) membantu Pak Anies Baswedan dalam berkomunikasi dengan tim kecil tiga pihak PKS, NasDem, dan Demokrat," kata juru bicara PKS M Kholid.


Reporter: Rani Rahayu, Fajar Yusuf Rasdianto
Penulis: Rani Rahayu
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE