Spotlight

Sembunyi Berjajar Mendukung Ganjar

Beberapa kader PDI Perjuangan mendukung Ganjar Pranowo secara sembunyi-sembunyi. Diam-diam menyokong dana dan kerja-kerja relawan Ganjar.

Ilustrasi : Edi Wahyono

Kamis, 29 September 2022

Diam-diam para kader PDI Perjuangan mendukung Ganjar Pranowo menjadi calon presiden 2024 ketika sejumlah elite partai terang-terangan mendukung Puan Maharani. Mereka menyuplai bantuan kepada relawan pendukung Ganjar.

Ganjar Pranowo Mania, misalnya, mendapat bantuan berupa sokongan dana. Ketua GP Mania Immanuel Ebenezer mengatakan dana tersebut didapat dari para politikus, termasuk dari partai berlogo banteng.

"(Bantuan dana) ada kawan-kawan saya politisi dari luar PDI Perjuangan, ada juga yang dari PDI Perjuangan," kata Noel, sapaan akrab Immanuel, kepada reporter detikX pekan lalu. "Banyak kepala daerah PDI Perjuangan yang juga mendukung saya."

Menurut Noel, bantuan dana itu didapat karena dua alasan. Pertama, karena memiliki hubungan pertemanan dengan Noel. Kedua, karena simpatik pada gerakannya mendukung Ganjar. Namun eks Ketua Relawan Jokowi Mania ini enggan menyebut jumlah uang dan nama para politikus yang menyokong gerakan itu.

Presiden Joko Widodo hadiri Rakernas II PDI Perjuangan yang digelar di Jakarta, Selasa (21/6/2022). 
Foto : Grandyos Zafna/detikcom


Kalau pengurus belum kelihatan (menjadi relawan). Yang kami pernah dengar, ada mantan pengurus (yang menjadi relawan). Dulu dia pengurus, sekarang tidak. Artinya, kan, dia kader."

GP Mania, kata Noel, adalah kelompok relawan yang mengorganisasi orang-orang untuk mendukung Ganjar pada Pemilu 2024. Saat ini mereka tengah berfokus mengorganisasi orang di beberapa ‘titik lemah’ perolehan suara Ganjar, salah satunya Sumatera Barat.

GP Mania juga fokus melakukan branding terhadap Ganjar melalui media-media arus utama. Salah satu wacana yang dimunculkan kelompok ini adalah ‘Dewan Kopral’, sebagai lawan ‘Dewan Kolonel’, yang digerakkan oleh kader PDI Perjuangan di DPR RI untuk mendukung Puan.

Noel mengklaim sebenarnya dukungan terhadap Ganjar sudah sangat besar. Bahkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri diyakininya juga turut mendukung Ganjar. "Ketua Umum PDI Perjuangan juga mendukung Ganjar," kata eks Komisaris Utama PT Mega Eltra, salah satu anak usaha BUMN, ini.

Menurutnya, Mega adalah pemimpin partai politik yang rasional. Mega tidak akan mengusung calon presiden kalau sosok yang diusung itu tidak memberi dampak elektoral pada 2024.

Sebab, tujuan utamanya adalah memenangi pemilu. Dibandingkan Ketua DPR Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas yang lebih tinggi berdasarkan hasil riset lembaga-lembaga survei.

Dukungan Mega terhadap Ganjar, Noel melanjutkan, juga terlihat gesturnya di acara-acara partai. "Ganjar selalu di depan bersama Bu Mega setiap ada acara," katanya.

Apalagi Ganjar dinilainya tidak pernah mengecewakan Mega. Noel memandang, Ganjar selalu taat pada perintah partai dan tidak pernah melakukan perbuatan tercela saat memimpin Jawa Tengah.

Dukungan terhadap Ganjar bukan hanya berbentuk sokongan dana. Para kader PDI Perjuangan di daerah juga turut terlibat dalam kerja-kerja kelompok relawan Ganjar, salah satunya Ganjarist.

Sekretaris Jenderal Ganjarist Kris Tjantra mengatakan ada kader dan pengurus partai PDI Perjuangan di daerah yang tergabung dalam kelompoknya. Sebagian dari mereka masih aktif dan beberapa lainnya sudah keluar.

"Ketika ketahuan partainya, ya, sudah, jadinya mereka keluar," kata Kris kepada reporter detikX pekan lalu. "Yang dari pengurus partai lain juga ada, bukan hanya dari PDI Perjuangan."

Agenda HUT Ganjarist tahun pertama, Kamis (2/6/2022). 
Foto : Tiara Aliya/detikcom

Sedikit berbeda dengan GP Mania, Ganjarist berfokus menaikkan elektabilitas Ganjar dengan melakukan kerja-kerja sosial di berbagai daerah. Kerja-kerja tersebut dilakukan dengan menggunakan logo Ganjarist, yang menunjukkan wajah Ganjar.

Gerakan relawan Ganjar saat ini terus membesar. Di Jakarta, penelusuran tim detikX menemukan, setidaknya 18 kelompok relawan berkumpul di wadah yang dinamakan Rumah Ganjar.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jakarta Selatan Gembong Warsono tidak berkomentar mengenai keberadaan Rumah Ganjar. Namun, dia menyebut, memang ada kader PDI Perjuangan di Jakarta Selatan yang menjadi relawan Ganjar.

"Kalau pengurus belum kelihatan (menjadi relawan). Yang kami pernah dengar, ada mantan pengurus (yang menjadi relawan). Dulu dia pengurus, sekarang tidak. Artinya, kan, dia kader," kata Gembong.

Menurut Gembong, kenyataan itu bukanlah masalah. Yang jadi masalah adalah ketika ada pengurus partai yang menjadi relawan. Sebab, pengurus adalah mesin partai. "Kalau pengurus, harus mengikuti keputusan partai," katanya.

Senada, Ketua DPC PDI Perjuangan Solo FX Rudi mengatakan dukungan kader dengan cara membantu relawan Ganjar merupakan hak individu. Di Solo, dia menyebut, ada kader-kader yang tergabung di kelompok relawan.

"Selama ini kita, pengurus, nggak pernah menyampaikan masalah capres karena itu kewenangan Ketum. Kalau kader, monggo saja, tergantung mereka masing-masing," kata Rudi.

Memang eks Wali Kota Solo ini mengatakan ada banyak sekali relawan Ganjar di daerahnya. Sebaliknya, Rudi menyebut belum pernah melihat relawan Puan sama sekali.

"Tapi saya sudah menyampaikan kepada kawan-kawan pengurus. Kami memberikan hak prerogatif kepada Ketum. Jadi, ya, kami tunggu Ketum saja," kata Rudi. "Untuk masalah capres, itu kelas tinggi, bukan kelas RT. Saya kan kelas RT saja ibaratnya."

Ganjar enggan berkomentar banyakmengenai gerakan para relawan dalam mendukungnya menjadi capres pada 2024.Ketika ditanya mengenai Rumah Ganjar dan sejauh mana komunikasinya dengan pararelawan, dia hanya menjawab singkat. "Tidak," katanya kepada reporterdetikX.

Meski mendapat banyak dukungan daripara relawan, Ganjar belum memperoleh support berarti dari kalangan internalPDI Perjuangan. Para elite PDI Perjuangan justru lebih terlihat mendukung Puansupaya diusung sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan.

Sekretaris Jenderal Ganjarist Kris Tjantra bahkan memandang Ganjar sudah didiskriminasi di partainya sendiri. Diskriminasi itu terlihat dari tidak diundangnya Ganjar di berbagai acara PDI Perjuangan yang dihadiri Puan Maharani sebagai Ketua DPP.

Kris menilai itu karena ada sejumlah elite di PDI Perjuangan yang tidak menyukai Ganjar. "Mungkin karena dia bukan bagian dari elite partai itu. Mungkin, ada elite-elite yang tidak suka dengannya," katanya.

Sebelumnya, Ganjar tidak diundang saat Puan mengumpulkan seluruh kepala daerah asal PDI Perjuangan untuk persiapan Pemilu 2024 di Semarang, Jawa Tengah. Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan Bambang 'Pacul' Wuryanto mengklaim acara tersebut memang hanya mengundang kepala daerah level bupati dan wali kota.

Bambang meminta ketiadaan Ganjar tidak diperdebatkan. "Ini yang diundang para DPC. DPC itu bupati, ketua dewan, di level itu. Karena itu tempatnya suara, oke? Jadi nggak usah diperdebatkan lagi, understand?" kata dia.

Ganjar juga tidak diundang ke acara PDI Perjuangan di kota yang sama pada Mei 2021. Kala itu seluruh kader eksekutif, legislatif, dan struktur partai diundang ke acara tersebut, kecuali Ganjar. Pengecualian itu bahkan tertulis jelas dalam susunan rundown acara yang disebar.

Seusai acara itu, Bambang Pacul bahkan dengan tegas menyebut Ganjar sengaja tidak diundang. "Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon. Yen kowe pinter, aja keminter (Ganjar sudah kelewatan. Kalau kamu pintar, jangan bersikap sok pintar)," kata Bambang.

Bambang mengatakan Ganjar terlalu berambisi pada jabatan presiden. Padahal belum ada instruksi dari Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait Pilpres 2024. Hal ini ditengarai dari tingginya intensitas Ganjar di medsos dan media, termasuk soal aktivitasnya di YouTube.

"Wis tak kode sik, kok saya mblandhang. Ya, tak rada atos (sudah saya beri isyarat, kok malah semakin nekat. Ya, saya sikapi agak keras). Saya di-bully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya," katanya.


Reporter: May Rahmadi, Ahmad Thovan Sugandi
Reporter: May Rahmadi
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE