INVESTIGASI

Sugeng Kundur,
Rizieq

Habib Rizieq tinggal selangkah lagi keluar dari Arab Saudi. Tapi mungkinkah Rizieq benar-benar pulang ke Indonesia
dalam waktu dekat?

Ilustrasi: Edi Wahyono

Selasa, 3 November 2020

“Ada kabar gembira dari Mekkah Almukaromah,” ujar Habib Hanif Alatas saat berorasi di depan massa Front Pembela Islam (FPI), yang menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Prancis di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Kabar itu adalah kepulangan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab dari Arab Saudi, yang tampaknya tinggal menunggu waktu. Sebab, Arab Saudi sudah menerbitkan izin keluar bagi Rizieq. “Sudah diterbitkan sore ini,” ucap menantu Rizieq itu dalam demo untuk mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang Nabi Muhammad, Senin, 2 November 2020.

Hanif melanjutkan, pemerintah Arab Saudi juga telah mencabut cekal terhadap mertuanya tersebut. Denda karena tinggal melebihi batas waktu berlakunya visa (over stayed) Rizieq, yang pada 2019 mencapai lebih dari Rp 100 juta, juga telah dibebaskan. Rizieq tercatat meninggalkan Indonesia pada akhir April 2017 dan sejak saat itu belum pernah pulang ke Indonesia. “Insyaallah beliau akan umumkan tanggal kepulangannya,” ucap Hanif.

Sekretaris Umum FPI Munarman beberapa waktu lalu memang mengatakan persoalan kepulangan Rizieq hanya tinggal mengurus izin keluar atau bayan safar. Bayan safar itu dikeluarkan oleh otoritas Arab Saudi dan tidak ada sangkut-pautnya dengan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kedutaan Besar Republik Indonesia di Arab Saudi. “Jadi itu terkait dengan kepulangan Habib Rizieq. Habib Rizieq bisa pulang kapan saja ketika izin bayan exit itu dikeluarkan keterangan 'dibolehkan keluar',” katanya.

Habib Rizieq Syihab
Foto: dok. detikcom


Beliau tinggal masih di tempat yang sama itu. Menurut saya, cukup representatiflah rumahnya. Ada pagarnya. Terus, kalau mau ketemu ramai-ramai, di bawah masih bisa menampung tempatnya. Saya menghubungi ajudannya pada saat bertemu.”

Kemudian, pada 26 Oktober, beredar pula video, yang belum diketahui pasti tanggal dan tempat kejadiannya, menampilkan Rizieq tengah berceramah di depan jemaah. Dalam acara tersebut, Rizieq mengatakan sebentar lagi ia dan keluarganya bakal pulang kampung. “Insyaallah dalam waktu dekat ini, tidak lama lagi, saya sekeluarga akan kembali ke Indonesia, akan pulang ke Tanah Air, dan akan kembali berjuang bersama umat Islam di kita punya negeri tercinta,” kata Rizieq.

Kabar kepulangan Rizieq juga dibenarkan Habib Taufieq Shihab, kakak Rizieq. Bukan hanya masalah Rizieq di Arab Saudi yang sudah clear, masalah di Indonesia pun sudah tidak ada. Kasus Rizieq yang ditangani oleh kepolisian, menurut Taufieq, sudah dicabut semua. “(Rizieq) sedang mengurus untuk kepulangannya. Karena tidak ada masalah dengan pemerintah Indonesia sebetulnya, baik dengan kepolisian maupun yang lainnya, itu nggak ada. Kan sudah dicabut semua,” ujar pria yang akrab disapa Toni ini kepada detikX pekan lalu.

Selama lebih dari 3 tahun tinggal di Arab Saudi, Rizieq selalu ditemani oleh keluarganya. Selain itu, ia didampingi oleh laskar-laskar dan sukarelawan yang selalu bersiap sedia untuk membantu Rizieq. Namun, selama pandemi COVID-19, yang juga menyebar di Arab Saudi, Rizieq lebih banyak berdiam di rumah. “Selama pandemi, Habib stay di rumah saja, mengikuti peraturan atau protokol kesehatan yang berlaku di sana (Arab Saudi) juga,” ucap Toni. “Alhamdulillah (Rizieq) sehat walafiat, seluruh keluarganya juga. Lingkungan di sana juga sehat, kondisi di sana juga aman-aman saja,” imbuh dia.

Rizieq juga terus menjalin komunikasi dengan keluarga lainnya di Indonesia untuk menanyakan kabar masing-masing. Komunikasi dilakukan dengan telepon atau video call. Menurut Toni, komunikasi dengan sanak keluarga di Indonesia itu sudah dijadwalkan oleh Rizieq. “Itu ada jadwalnya sama beliau. Nggak pernah lupa. Pada hari-hari tertentu, hari-hari umat yang sudah ia jadwalkan. Kayaknya hidupnya itu sudah ada programnya, ha-ha-ha....”

Habib Taufieq Shihab bersama Habib Rizieq
Foto: dok. Istimewa

Ketika awal-awal tiba di Arab Saudi, Rizieq hidup berpindah-pindah. Dari di hotel hingga apartemen. Rizieq lalu menetap di sebuah rumah di kawasan Sari’ Sittin, Mekkah. Kawasan itu berjarak sekitar 3-4 kilometer dari Masjidil Haram. Di tempat itu pula Rizieq menerima banyak tamu, baik yang sudah berada di Arab Saudi maupun dari Indonesia. Menurut politikus Partai Gerindra Andre Rosiade, yang mengunjungi Rizieq pada awal 2020, sembari menunaikan umroh, tempat tinggal Rizieq masih di lokasi yang sama.

“Beliau tinggal masih di tempat yang sama itu. Menurut saya, cukup representatiflah rumahnya. Ada pagarnya. Terus, kalau mau ketemu ramai-ramai, di bawah masih bisa menampung tempatnya. Saya menghubungi ajudannya pada saat mau bertemu,” Andre bercerita kepada detikX pekan lalu.

Andre mengaku dua kali bertemu dengan Rizieq di Sari’ Sittin pada saat itu. Pertemuan pertama berlangsung ramai-ramai. Sedangkan pertemuan kedua berlangsung empat mata. Dalam pertemuan empat mata itu, Andre panjang-lebar bertanya kepada Rizieq, termasuk kapan dan kenapa tidak kunjung pulang ke Indonesia. Rizieq memberikan alasannya, tapi Andre menolak mengungkapkannya.

Sementara itu, rencana kepulangan Rizieq memantik reaksi dari pemerintah Republik Indonesia. Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mempersilakan Rizieq pulang ke Indonesia. Pemerintah tak pernah menghalangi Rizieq pulang. Namun ia meminta Rizieq mengikuti prosedur kepulangan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi. “Monggo, silakan, sugeng kundur (selamat pulang). Semoga kepulangan ke Indonesia bukan untuk revolusi atau 'tsaurah', tapi untuk 're-silaturahmi' merajut kembali dan merawat silaturahmi," kata Agus pekan lalu.

Agus juga mengatakan pemerintah Indonesia tak pernah memohon cekal atas nama Rizieq kepada pemerintah Arab Saudi. Ia menegaskan tak ada bukti yang menunjukkan permintaan cekal itu, seperti komunikasi antara KBRI dan pihak Arab Saudi. Agus justru mengungkapkan fakta bahwa sebenarnya Rizieq sudah mengantongi bayan safar pada 2 Desember 2018. Hal itu berdasarkan informasi yang diterima Kedubes dari otoritas Arab Saudi. Namun, entah mengapa izin keluar tersebut tidak dimanfaatkan oleh Rizieq dan keluarganya untuk pulang.

Agus Maftuh Abegebriel, Dubes RI untuk Arab Saudi
Foto : Rakean R Natawigena/20detik

“Kami juga sudah mendapatkan informasi dari otoritas Arab Saudi sebenarnya MRS (Muhammad Rizieq Shihab) sudah pernah memiliki bayan safar (exit permit) pada 2 Desember 2018 (24 Rabiul Awal 1440 H) yang dikeluarkan oleh kantor imigrasi Kota Thaif. Pertanyaannya, kenapa exit permit tersebut tidak dipergunakan untuk terbang ke Indonesia dan justru masih tetap tinggal di Arab Saudi dan akhirnya menyalahkan pemerintah Republik Indonesia? Aneh ini,” ungkap Agus.

Namun FPI tidak terlalu memusingkan pernyataan Agus. Munarman justru balik mempertanyakan tugas Agus sebagai duta besar, yang seolah justru tidak membantu menyelesaikan kesulitan warga negara Indonesia di Arab Saudi,  dalam hal ini Rizieq. "Di seluruh dunia, tugas dubes itu adalah membantu warga negaranya yang tersangkut persoalan di negara tempat dia bertugas. Tidak layak jabatan dubes digunakan untuk mempersulit warga negara sendiri," sindir Munarman.


Reporter: Syailendra Hafiz Wiratama
Penulis: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE