INVESTIGASI

Bisik-bisik di Balik Sel Sang Auditor

Suap Rp 240 juta mengantar Rochmadi ke sel tahanan. Ia menggertak agar diberi bantuan hukum dan tak dipecat. Siapa Rochmadi sebenarnya?

Ilustrasi: Edi Wahyono

Senin, 3 Juli 2017

Kedatangan Fahri Hamzah ke Markas Kepolisian Resor Jakarta Timur hingga kini masih menyimpan banyak pertanyaan. Sebulan yang lalu itu, ia bertemu dengan Rochmadi Saptogiri, yang tengah mendekam di ruang tahanan Mapolres Jakarta Timur. Auditor utama Badan Pemeriksa Keuangan tersebut mengaku kalau tak tahu-menahu soal uang suap yang menyeretnya.

Fahri datang sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat bersama anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu. Kehadiran mereka menuai cibiran dari Komisi Pemberantasan Korupsi karena auditor itu berada pada masa pengenalan, pengamanan, penelitian lingkungan, yang artinya hanya keluarga tahanan yang boleh menjenguk. “KPK belum dimintai izin dan tidak pernah memberikan izin,” ucap juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Rochmadi ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan bersama Irjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Sugito; pejabat eselon III Kemendes, Jarot Budi Prabowo; dan auditor BPK, Ali Sadli. Mereka diduga melakukan praktek suap sebesar Rp 240 juta berkaitan dengan pemberian predikat opini wajar tanpa pengecualian terhadap laporan keuangan Kemendes 2016.

Rochmadi dan Ali diduga sebagai penerima suap. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 199 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Kasus ini berbuntut panjang karena temuan KPK lebih dari Rp 240 juta. Penggeledahan di BPK menemukan uang Rp 1,145 miliar dan US$ 3.000 atau setara dengan Rp 40 juta.

Aksi selonong Fahri ke sel Rochmadi terbilang mengejutkan pada waktu itu. Menurut sumber detikX di BPK, Rochmadi bukanlah auditor sembarangan. Pangkatnya sudah tinggi. DPR sudah pasti punya kepentingan untuk membungkamnya. “Dia membawahi 43 auditee (kementerian dan lembaga yang menjadi obyek audit), DPR salah satunya,” tutur sumber tersebut.

Rochmadi Saptogiri mengenakan rompi tahanan KPK
Foto : Agung Pambudhy/detikcom

Namun Fahri mengaku tak mengenal dekat Rochmadi. Kunjungannya ke sel tahanan Polres Jakarta Timur tak berkaitan dengan satu kasus. Ia datang untuk melihat pelayanan dan fasilitas di markas polres itu. “Belum pernah kenal sebelumnya. Pascabom Kampung Melayu, kami berkunjung melihat pelayanan dan fasilitas di Polres Jakarta Timur, termasuk melihat ruang tahanan,” tutur Fahri.

Nah, rupanya, selain oleh Fahri, aksi selonong ke sel auditor yang memiliki kekayaan Rp 2,46 miliar pada 2014 itu juga dilakukan pihak lain. Informasi yang diterima detikX, sejak Rochmadi dititipkan ke sel tahanan Polres Jakarta Timur pada Sabtu, 27 Mei 2017, beberapa orang BPK bertandang.

Rochmadi minta kepada BPK diberi bantuan hukum dan tidak dipecat dari lembaga auditor negara tersebut. Jika “dibiarkan sendiri”, Rochmadi bakal mengajukan diri sebagai justice collaborator kepada KPK. Permintaan ini dijawab dengan janji perlindungan dari BPK.

“Intinya, kalau sampai dibiarkan dan dipecat, dia akan buka semua data yang disimpan dan aliran uang soal audit,” tutur sumber tersebut.

Ada kemungkinan aksi-aksi selonong inilah yang menyebabkan KPK memindahkan Rochmadi ke Rutan Cabang KPK di Jalan HR Rasuna Said Kaveling C1, Kuningan, Jakarta Selatan.

Namun Kepala Polres Jakarta Timur Kombes Andri Wibowo mengaku tak tahu-menahu soal kunjungan ini. Ia hanya mengingatkan, kunjungan terhadap tahanan titipan kasus dugaan korupsi harus melalui prosedur berupa izin dari KPK. Saat ini masih ada 3-4 tahanan titipan KPK di selnya.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Andri Wibowo
Foto : Nugroho/detikcom

“Ya, saya nggak tahu ceritanya itu. Ya sudah ya, jangan mancing-mancing, tidak ada yang jenguk. Kalau mau jenguk (tahanan) KPK, itu harus ada SOP-nya. Kalau berkaitan Fahri, sudah dijawab, kan,” ujarnya ketika dimintai konfirmasi.

Bisik-bisik di balik tahanan ini menunjukkan pentingnya peran Rochmadi dalam kasus yang menjeratnya. Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif menyebutkan dugaan suap audit BPK ini menggunakan kode khusus, yakni kata “perhatian”.

“Kode untuk sejumlah uang yang disepakati adalah (tanda kutip) perhatian dengan huruf besar,” jelasnya.

Sumber detikX di BPK menyebutkan kata “perhatian” itu diucapkan oleh salah satu auditor lapangan kepada Sugito. Maksud kata itu adalah setoran uang untuk tim auditor yang ada di kantor BPK.

Setiap kali melakukan audit, BPK membagi dua tim auditor, yakni auditor lapangan dan penanggung jawab audit di kantor BPK. Dalam audit Kementerian Desa, Rochmadi duduk sebagai penanggung jawab, sedangkan Ali merupakan wakil penanggung jawab. Sumber tersebut menyebutkan auditor diperintah Rochmadi dan Ali untuk minta sejumlah uang buat mereka.

Perintah semacam ini tak mungkin diberikan oleh sembarang auditor. Rochmadi merupakan salah satu auditor berpengaruh di BPK. Itu sebabnya ia punya kuasa terhadap auditor. Kariernya sebagai auditor boleh dikatakan melejit.

Fahri Hamzah
Foto : Andhika Prasetia/detikcom

Masinton Pasaribu
Foto : CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

Penelusuran detikX menyebutkan, Rochmadi pernah dikirim untuk mengikuti fellowship Government Accountability Office, yakni badan audit Amerika Serikat, pada 2003. Namanya terpampang dalam buku International Auditor Fellowship Program di halaman 50 sebagai wakil negara partisipan Indonesia.

Saat Indonesia mendapat kehormatan terpilih dan ditetapkan sebagai pemeriksa eksternal International Atomic Energy Agency (IAEA/organisasi nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada 17 Desember 2017, Rochmadi turut memiliki andil. Ia merupakan koordinator audit IAEA tersebut.

Jejak peran Rochmadi dalam audit IAEA ini turut dikabarkan situs Kementerian Luar Negeri pada Kamis, 4 Agustus 2016. Ia ikut rombongan BPK ke India.

Rombongan tersebut antara lain Ketua BPK saat itu, Harry Azhar Azis, Rochmadi, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional Yudi Ramdan Budiman, serta Kepala Subbagian Kerja Sama Multilateral Ade Indra Gumilar.

Mereka datang ke New Delhi untuk melakukan serah-terima tanggung jawab pemeriksa eksternal atas IAEA dari Comptroller and Auditor General India kepada BPK.

Karier Rochmadi kini nyaris tamat. Namun uang di brankasnya masih menjadi misteri. Untuk siapa saja uang itu hingga ia bisa bisik-bisik dari balik sel.


Reporter: Gresnia Arela F
Redaktur: Aryo Bhawono
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim

Rubrik Investigasi mengupas isu panas terbaru yang mendapat perhatian besar publik secara mendalam. Isu ini mencakup politik, hukum, kriminal, dan lingkungan.

SHARE