Putar Suara
Putar Device Anda untuk gambar yang lebih baik

Balada Manusia Gerobak

Fotografer
Chelsea Olivia Daffa

Memasuki bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri, sejumlah manusia gerobak mulai terlihat memadati pinggiran jalan Ibu Kota Jakarta. Terlebih di sekitar kawasan perkantoran segitiga emas.

Dalam kehidupan sehari-harinya, mereka berprofesi sebagai pemulung. Tak jarang manusia gerobak ini juga mengharapkan belas kasih dan sedekah dari para pengendara yang melintas.

Keberadaannya itu juga berkaitan erat dengan semakin tingginya daya konsumsi masyarakat dan besarnya potensi bisnis daur-ulang sampah di ibu kota. Yups, mereka rata-rata bekerja mengumpulkan sampah plastik, kardus, karton, besi dan lain sebagainya.

Tak jarang, manusia gerobak juga dikaitkan erat dengan angka kemiskinan. Terlebih mereka hidup dan tinggal hanya di dalam satu gerobak.

Gerobak inilah yang menjadi rumah sekaligus alat kerja mereka untuk mencari makan dengan memulung. Bahkan juga dimanfaatkan untuk mengemis. Inilah salah satu gambaran orang miskin di Ibu Kota bertahan hidup.

Pendapatan mereka rata-rata berada diangka Rp25-30 ribu perhari dari hasil memulung dan mengemis. Fenomena manusia gerobak ini juga menjadi sebuah realita dari kondisi pendatang yang ingin mencari peruntungan di Jakarta, tapi tak dibekali dengan kemampuan yang matang untuk bersaing dan bertahan hidup.

Para 'Manusia Gerobak' ini terjebak dalam jurang kemiskinan. Atas karena faktor pendidikan yang rendah dan tidak memiliki kemampuan mumpuni untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Jalan hidup yang dipilih ini bukan karena keinginan mereka, tapi keterpaksaan dan keadaanlah yang memaksa harus bertahan dan menjalani hidup di sebuah gerobak. Jangankan untuk menyewa sebuah rumah yang layak, untuk makan sehari-hari saja kadang tak terpenuhi.

Sebuah gerobak kayu dengan ukuran yang memprihatinkan itu dijadikan kendaraan sebagai 'alat kerja' sekaligus rumah tempat tinggalnya. Di gerobak itulah mereka mengumpulkan barang bekas yang bisa dijual kembali.

Satur (53th), beserta istrinya Amel (32th) dan anak-anaknya Ikhsan (9th) dan Septi (8th).

Fotografer
Chelsea Olivia Daffa
Naskah
Rachman Haryanto
Editor
Dikhy Sasra
Desainer
Dedi Arief Wibisono

detik detik

Kembali ke atas
***Komentar***
SHARE