INTERMESO

Dilema Bukber Bikin Bokek

"Kalau udah overbudget juga pasti bakal aku tolak."

Ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Anggi Dharma Prasetya

Senin, 03 April 2023

Uang di dompet Anggie Mulya makin menipis. Padahal tanggal jatuhnya Tunjangan Hari Raya atau THR, apalagi gajian, masih jauh. Memasuki bulan Ramadhan ini, harusnya Anggie semakin hemat. Ibadah puasa membuat mata Anggie tidak bisa jelalatan melihat aplikasi pesan makanan online di siang hari. Bulan ini perempuan yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kawasan SCBD ini tidak banyak jajan sandwich atau kopi.

Namun, apa daya, saat maghrib tiba, Anggie sibuk memenuhi undangan buka puasa bersama alias bukber. Demi menjalin silaturahmi sekaligus reuni, undangan bukber itu selalu ia ladeni. Undangan bukber yang diterima Anggie beragam, hanya sekedar putlock di kantor sampai bukber di hotel bintang lima.

“Ekspektasinya pas bulan puasa bisa jadi irit, nih, soalnya, kan, puasa hampir tiap hari ada aja undangan bukber,” ucap perempuan berusia 30 tahun ini. Undangan bukber ini bermacam-macam asalnya. “Ada yang dari teman SD, teman SMP, teman SMA, komunitas ini itu, sampai rekan bisnis juga.”

Sebuah bukber dari komunitas yang ia ikuti malah mengharuskan pesertanya menggunakan dresscode tertentu. Waktu itu Anggie diminta untuk mengenakan setelan hijab dan baju berwarna pastel. Anggie yang kebetulan belum berhijab akhirnya meluncur ke sebuah platform online untuk membeli setelan baju khusus bukber.

“Aku sampai bela-belain beli hijab sama blouse warna pink pastel buat menuhin syarat dresscode bukber itu. Kalau dipikir-pikir pengeluaran aku paling boros pas bukber. Nggak heran, sih,” ucapnya.

Ilustrasi menu buka bersama
Foto:  Getty Images/iStockphoto/piyato

Jumlah pengeluaran Anggie di bulan Ramadan boleh dibilang lebih besar ketimbang di bulan-bulan lain. Untuk bukber di mal, Anggie bisa mengeluarkan budget hingga Rp 200 ribu dalam sekali bukber. “Kemarin aku baru diajak bukber, kita makan all you can eat di hotel bintang lima. Seorang masing-masing bayar Rp 600 ribu. Tapi jarang-jarang sih, kalau tiap hari juga aku nggak kuat. Kalau udah overbudget juga pasti bakal aku tolak,” tuturnya.

Meski membuat pengeluaran Anggie membengkak, ia tidak keberatan dengan ajakan bukber itu. Apalagi undangan bukber hanya datang sekali dalam setahun. Selain bersilaturahmi dengan kawan lama, Anggie merasa bukber dapat memperluas jejaring bisnis dan pertemanan.

“Bisa dapet update terbaru dari teman-teman. Dari acara bukber ini aku jadi dapat teman baru. Siapa tahu aku bisa ketemu jodoh juga dari acara bukber,” tutur Anggie yang masih single ini.

Selama dua tahun kemarin, Ilham Santoso merasakan bulan Ramadan yang damai dan paling hemat. Karena pandemi COVID-19, tidak ada teman atau kerabat mengirim undangan bukber. Acara bukber hanya digelar secara sederhana di rumah bersama keluarga tercinta. Tapi tahun ini berbeda. Presiden Joko Widodo hanya melarang Aparatur Sipil Negara atau ASN untuk menggelar bukber. Sementara Ilham dan rekan-rekannya boleh mengadakan bukber.

“Harusnya kita juga dilarang bukber, nih, biar dompet aman sampai lebaran nanti. Soalnya masih banyak pengeluaran buat baju baru, belum lagi ongkos mudik makin mahal,” keluh Ilham.

Ilustrasi penataan di restoran untuk buka bersama
Foto: iStock

Mungkin karena tahun-tahun sebelumnya tidak ada bukber, tahun ini undangan bukber yang diterima begitu melimpah. Berbagai penjuru kelompok pertemanan Ilham berlomba-lomba mengirim ajakan bukber. “Saking banyaknya saya sampai bingung gimana mau nyortirnya ini,” tutur Ilham.

Undangan bukber yang diterima Ilham kebanyakan diadakan di mal. Biaya makan restoran di mal pastinya bakal membuat pengeluaran Ilham makin membengkak. “Kalau untuk setiap satu undangan saya minimal ngeluarin Rp 100 ribu. Dalam satu bulan bisa ada 10 undangan. Dalam satu bulan ditotal saya habisin Rp 1 juta cuma buat kegiatan seperti itu, rasanya sayang banget, ya,” katanya.

Ketimbang bukber semacam itu, Ilham lebih menanti undangan bukber yang diadakan masjid di dekat rumahnya. Selain menjalin silaturahmi dengan tetangga, urusan ibadah tidak tertinggal, Ilham tak perlu mengeluarkan uang untuk membatalkan puasanya.

“Kalau saya disuruh pilih, mendingan ke masjid yang nyediain nasi kotak gratis atau paling aman makan di rumah sama keluarga” ungkapnya


Reporter: Cut Maulida Rizky
Redaktur: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE