INTERMESO

Antara Jokowi, Purnomo, dan Gibran

Jokowi mengalahkan Purnomo pada Pilkada Solo 2005. Jokowi pula yang memberi kabar mengecewakan kepada Purnomo bahwa Gibran-lah yang maju di Pilkada Solo 2020.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Kamis, 6 Agustus 2020

Ditemani Wali Kota Solo, yang juga Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo, Gibran Rakabuming Raka menyambangi kediaman Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta, pada Rabu, 5 Agustus 2020. Ini pertemuan pertama Gibran dengan Megawati sejak DPP PDIP menjatuhkan rekomendasi calon Wali Kota Solo kepada Gibran, anak sulung Presiden Joko Widodo.

Gibran mendapat wejangan-wejangan dari Megawati. Gibran, yang baru saja masuk politik dan langsung mencalonkan diri menjadi wali kota, diminta sering turun ke bawah. Ia juga diminta merealisasi janji yang disampaikan saat kampanye bila terpilih menjadi wali kota.

Dalam pertemuan itu juga sempat dibahas tentang penolakan Achmad Purnomo, calon resmi yang diusung PDIP Solo sebelumnya, menjadi penasihat tim pemenangan Gibran. Rudy menjelaskan, karena masih musim virus Corona, Purnomo memilih tak masuk tim pemenangan. Namun Purnomo tetap bersedia dimintai saran dan pendapat untuk kemenangan Gibran, bekas rivalnya saat berebut rekomendasi PDIP.

Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo
Foto: Agung Mardika/detikcom

Rudy memastikan Purnomo tidak sakit hati karena gagal menjadi calon wali kota. Dari awal, PDIP sudah menyampaikan masukan bahwa berpolitik harus siap dengan kondisi apa pun. “Berpolitik itu harus siap. Siap kecewa dan siap dikecewakan. Itu harus dipegang. Kalau tak pegang itu, jangan masuk partai politik," kata Rudy.

Masa setega itu sama aku? Pak Rudy akan selalu berjuang, karena ini yang diusulkan oleh DPC saya."

Dua hari setelah mengetahui rekomendasi PDIP jatuh ke Gibran, atau 18 Juli 2020, Purnomo mengungkapkan secara jujur kecewa berat atas keputusan DPP PDIP. Purnomo, yang punya hobi jalan-jalan, sempat menyetir sendiri mobilnya menuju Yogya. Ia ingin menghibur diri sejenak bersama istrinya dengan menikmati suasana Kota Gudeg. Namun, sampai di Klaten, ia putar balik karena suatu sebab. “Untuk menghibur diri sama istri,” ujar Purnomo saat itu.

Ketua Purnomo Center, Farid Sunarto, mengatakan Purnomo sudah 95 persen yakin dapat memenangi Pilkada Solo. Dia diusulkan kedua kalinya oleh PDIP, yang mempunyai suara tertinggi di Solo, sehingga Purnomo mempunyai ekspektasi besar. Selain itu, pendaftarannya ke DPC PDIP difasilitasi Rudy selaku ketua.

Presiden Joko Widodo
Foto: Hafidz Mubarak/Antara Foto

Ia menceritakan Purnomo juga tidak percaya bakal disingkirkan oleh partai. Sebab, sudah puluhan tahun Purnomo mengabdi kepada partai, mengeluarkan banyak tenaga dan dana yang tidak sedikit, mendorong caleg-caleg PDIP untuk menjadi anggota DPRD, hingga mendorong perolehan suara PDIP di Solo dalam pemilu.

“Jadi sampai detik akhir nggak mungkinlah. Kan gitu. 'Masa setega itu sama aku? Pak Rudy akan selalu berjuang, karena ini yang diusulkan oleh DPC'. Ini bahasa hati Pak Purnomo. Artinya, ekspektasi Pak Purnomo terkait daya upaya dan ikhtiar dalam pembangunan partai selama ini merasa bahwa 'Masak sih aku akan ditinggal begitu saja'. Gitu, lo,” ujar Farid saat berbincang-bincang dengan detikX, Selasa, 4 Agustus 2020.

Firasat tidak enak kemudian dirasakan Purnomo ketika mendapat undangan dari Istana Negara untuk bertemu Jokowi pada 16 Juli 2020. Menyewa mobil langsung dari Bandara Soekarno-Hatta, Purnomo tiba di Istana Negara pada pukul 11.30 WIB. Ia lantas bertemu dengan Jokowi sekitar 1,5 jam, sambil diselingi makan siang bersama.

Dalam pertemuan itu, Jokowi memberitahukan hal yang membuat harapan politik Purnomo pupus seketika. Menurut Jokowi, rekomendasi Pilkada Solo tak jatuh ke Purnomo, melainkan ke Gibran. “Sudah saya duga,” begitu kata Purnomo di dalam mobil saat meninggalkan Istana Negara. Tidak lama, ia mendapatkan potongan gambar dokumen rekomendasi DPP PDIP untuk berbagai pilkada. Di situ tertera nama Gibran-Teguh Prakosa sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo 2020-2015 yang diusung PDIP.

Pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa
Foto: Bayu Ardhi/detikcom

Muncul kabar Jokowi menjanjikan jabatan tertentu kepada Purnomo sebagai kompensasi atas tidak direkomendasikannya dirinya oleh partai banteng moncong putih itu. Purnomo sempat mengkonfirmasi tawaran jabatan itu, tapi ia menolaknya. Namun entah mengapa kemudian ia mengatakan soal tawaran jabatan tersebut hanya guyonannya kepada wartawan. “Bukan Pak Jokowi-nya yang mengatakan begitu,” kata Purnomo.

Pertemuan Jokowi dan Purnomo untuk urusan Pilkada Solo membuka cerita lama tentang hubungan kedua tokoh tersebut. Jokowi dan Purnomo sudah lama saling mengenal. Keduanya sama-sama alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pada masa lalu sering bertemu di forum pengajian yang sama, yaitu pengajian Amal Sahabat di Solo.

Jokowi dan Purnomo juga sama-sama pengusaha besar di Solo. Purnomo adalah pengusaha batik, SPBU, dan properti yang cukup sukses. Sementara itu, Jokowi sejak muda bergelut dalam bisnis pengolahan kayu. Berangkat dari latar belakang yang sama, Jokowi dan Purnomo pernah bersaing dalam Pilkada Solo 2005.

Jokowi maju lewat PDIP dengan menggandeng FX Rudy, sedangkan Purnomo berduet dengan Istar Yuliadi, yang diusung oleh PAN. Tidak seperti pada Pilkada 2020, ketika banyak partai merapat ke Gibran, kekuatan partai pada Pilkada 2005 tersebar. Golkar, Demokrat, dan PKS berada di lain sisi dengan mengusung Hardono-Dipokusumo.

Jokowi-Rudy menang dengan perolehan 36 persen suara, sedangkan Purnomo-Istar berada di urutan kedua (29 persen). Pascapemilihan, pagi-pagi buta, Jokowi selaku pemenang mendatangi rival-rivalnya untuk meredam panasnya situasi politik. Termasuk mendatangi Purnomo pada saat itu sebelum pukul 07.00 WIB.

GIbran-Teguh dan jajaran DPC PDIP Solo
Foto: dok. Istimewa

Setelah Jokowi menjadi wali kota, Purnomo disebut aktif membantu Jokowi. Ketika Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2017, Rudy naik menjadi wali kota. Sebagai gantinya, terpilihlah Purnomo sebagai wakil wali kota. Menurut Farid, terpilihnya Purnomo menjadi wakil wali kota Solo itu juga tidak lepas dari bantuan Jokowi.

“Saya kira ada (bantuan dari Jokowi). Pasti ada. Kan komunikasi aktif Pak Jokowi dan Pak Purnomo waktu itu bagus. Apalagi Pak Purnomo dukungan massanya tidak perlu diragukan lagi. Maka wajar ditunjuk menjadi wakil wali kota,” ujar Farid.

Kini, ketika Pilkada Solo makin melangkah jauh dengan Gibran-Teguh sebagai calon kuat PDIP, Purnomo masih terus menjalin komunikasi dengan Jokowi. Purnomo kerap mengirimkan pesan-pesan singkat tentang berita yang tidak benar mengenai dirinya di Pilkada Solo. “Oh, beliau tetap WA-an sama Pak Jokowi. Misalnya kalau ada berita-berita yang tidak benar begitu, dia memberi tahu ke Pak Jokowi,” pungkas Farid.


Penulis: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE