CRIMESTORY

Mati karena Tembakan Balas Dendam

Phoolan Devi tewas ditembak saat menjadi anggota parlemen India. Ia ditembak atas aksi balas dendam.

Foto: Phoolan Devi tahun 1983. (Foto: Murderpedia)

Sabtu, 01 Juli 2023

Phoolan Devi tewas ditembak saat usianya 38 tahun di gerbang depan rumahnya di Jalan Ashoka 44, New Delhi, India pada 25 Juli 2001 siang. Perempuan eks Ratu Bandit itu mati ketika baru pulang menghadiri rapat di Gedung Parlemen India (Bharatiya Sansad) pada pukul 13.30 waktu setempat.

Mantan ratu bandit atau perampok cantik yang menjadi anggota parlemen dari Partai Samajwadi asal Mirzapur, Uttar Pradesh tak sadar ketika dibuntuti orang tak dikenal. Saat berjalan mendekati gerbang rumahnya, tiga orang bertopeng yang membawa dua pistol revolver dan senapan Webley Scott buatan Inggris memuntahkan sembilan peluru kearahnya. Phoolan Devi langsung roboh bersimbah darah.

Dikutip dari media nasional India, The Hindu, 26 Juli 2001, Phoolan mengalami luka tembak di kepala, dada, bahu dan lengan kanannya. Penjaga keamanan pribadinya, Balinder Singh, juga tertembak di bagian dada kanan dan lengan kanan. Balinder sempat membalas tembakan ketiga pelaku dengan menggunakan pistol servis kaliber 9 milimeter miliknya.

Rupanya ketiga pelaku penembakan berhasil meloloskan diri dengan mengendarai mobil Maruti 800 ((CIM 907) berwarna hijau. Para pelaku meninggalkan mobil itu sekitar 500 meter dari kawasan Pandit Pant Marg. Mereka berganti menunpang bajaj yang memang sudah disiapkan untuk melarikan diri.

Jenazah Phoolan Devi
Foto: Bivas Banerjee-Saab Press

Di dalam mobil Maruti yang ditinggalkan para pelaku, polisi menemukan 2 pistol revolver, 1 senapan Webley Scott, 1 senjata api buatan dalam negeri dengan kaliber 0,32 mm bersama 9 peluru kosong dan 15 peluru tajam. Sedangkan Phoolan Devi dievakuasi ke Rumah Sakit Lohia oleh keluarganya. Tapi dokter di rumah sakit menyatakan nyawanya sudah tak ada.

Keesokan harinya, jasad Phoolan Devi dikremasi di Chaube Ghat di tepi sungai Gangga di Mirzapur, daerah pemilihannya. Hampir satu dekade Phoolan Devi menjadi ratu bandit di jurang Chambal sebelum menyerahkan diri pada 1983. Hampir 10 tahun lebih ia mendekam di Penjara Pusat Gwalior, Madhya Pradesh. Sejak bebas 1994, dia gabung dengan Partai Samajwadi dan terpilih menjadi anggota Lok Sabha ke-13 pada 1996.

Polisi India melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku penembakan. Penyelidika polisi dibantu para ahli dari Pusat Laboratorium Sains Forensik. Mobil Maruti (CIM 907) ternyata milik Mansur Ahmed yang dipinjamkan kepada Uma Kashyap, aktivis Eklavya Sena dan suaminya, Vijay Kumar. Mereka berdua datang ke New Delhi untuk menemui Phoolan Devi.

Polisi menahan Uma dan Vijay, tak jauh dari rumah Phoolan Devi. Keduanya mengaku, mobil itu dikemudikan seseorang bernama Pankaj. Kesaksian penting lainnya dari sopir bajaj bernama Bhadur Singh. Dia mengatakan telah membawa tiga pelaku. Satu pelaku turun 1 km dari lokasi penembakan. Dua lagi turun di depan gedung Mahkmah Agung lalu naik bus.

Setelah dua hari melakukan penyelidikan intensif, polisi berhasil menangkap Pankaj yang bernama asli Sher Singh Rana, 38 tahun, di bungalownya di Dehradun, Uttaranchal pada 27 Juli 2001. Polisi menangkap 11 orang lainnya yang terlibat pembunuhan Phoolan Devi. Di antaranya adalah Ravinder, Shekhar dan Rajvir ditangkap di Saharanpur, Uttar Pradesh pada 30 Juli 2001.

Sher Singh Rana, penembak Phoolan Devi
Foto: Manpreet Romana-AFP-Getty

Tak lama kemudian ditangkap Keshav Chauhan (anggota Partai Samajwadi), Praveen Mittal (advokat) dan Amit Rathi (pedagang senjata api). Dikutip dari media online Jagranjosh, motif Pankaj atau Sher Singh Rana membunuh Phoolan karena balas dendam atas pembantaian di Desa Behmai yang menewaskan 22 orang dari kasta Thakur (kasta Ksatria) pada 1981.

Pankaj atau Rana dikaitkan dengan Partai Rashtravadi Janlok (RJP). Ia sempat di penjara berkeamanan ketat di Tihar, New Delhi. Tapi ia berhasil kabur atas bantuan temannya yang menyamar sebagai polisi pada 17 Februari 2004. Dengan identitas dan dokumen palsu, Pankaj alias Rana bepergian dari satu kota ke kota lain, seperti Moradabad, Ranchi, Gaya, Benaras, Kalkuta. Juga terbang ke Bangladesh, Dubai dan Afghanistan.

Dia bisa bepergian karena selalu mendapatkan uang dari sejumlah temannya dari kasta yang sama. Terlebih mendapat sokongan dana 15-20 ribu rupee per bulan dari kaki tangan gembong penjahat Subash Thakur dari Uttar Pradesh. Dua tahun kemudian, Pankaj ditangkap lagi saat berada di Kalkuta pada 25 April 2006. 10 tahun kemudian, Pengadilan Tinggi Uttar Pradesh sempat memberikan jaminan pembebasan kepada Pankaj pada 24 Oktober 2016.


Penulis: M Rizal
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE