Ada pula kopi dan gorengan macam-macam untuk mereka yang sedang ingin santai. Pak Kun yang tak bisa jalan sejak 14 tahun lalu itu karena virus meningitis menaruh harap pada pemerintahan mendatang.
"Harapan saya supaya bisa dapat fasilitas pendidikan saja. Siapa tahu saya bisa dapat kuliah gratis, jadi bisa ngajar TPA," tutur Pak Kun siang jelang sore di hari Senin (23/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga pernah kursus reparasi elektronik. Tapi baru yang dasar-dasarnya saja. Mungkin kalau diteruskan lagi, saya bisa buka reparasi sambil duduk di kursi roda begini," tutur Pak Kun.
Kini sehari-hari Pak Kun dan istrinya berjualan keliling. Jika beruntung, Rp 50.000 bisa dikantongi untuk kebutuhan sehari-hari.
"Tapi kalau sekarang nggak bisa tiap hari, paling ya seminggu dua sampai tiga kali saja. Soalnya saya sudah nggak kuat kalau lama-lama duduk," kata Pak Kun.
Tapi senyum lebar tak pernah lupa dia lemparkan ke para orang yang melintas. Bukan sekedar untuk menarik hati membeli, tapi tetap senyum dalam perjuangan melawan meningitis tak lebih hanya sebuah ibadah kepada-Nya.
"Pak Prabowo pernah saya baca katanya mau berikan dana triliunan buat beasiswa. Siapa tahu saya kebagian dan bisa mendapat pekerjaan lebih baik lagi," ucap Pak Kun.
Tak terasa kumandang azan ashar menggema di seantero Cipete Utara. Dengan khidmat Pak Kun memanjatkan harap usai adzan, dia pun segera bergegas ke masjid terdekat dengan bantuan dorongan dari Bu Ati.
(bpn/trq)











































