Seekor kucing jantan besar itu berlari memasuki pagar sebuah rumah megah yang di sampingnya berderet kamar-kamar kost. Pintu nomor dua digedor dia dengan tangan berbulunya seolah seperti ingin masuk.
Hanya diayunkan tangan mungil dia itu tiga kali, pintu kamar kost terbuka. Terlihat seorang lelaki tak terlalu tua yang hanya bisa duduk di sebuah kasur kapuk. Lelaki itu bernama Kundiarto (39).
"Kaki saya tidak bisa bergerak sejak tahun 2000 gara-gara habis disuntik waktu sakit panas. Saya bingung, sakit panas bukannya nggak boleh disuntik ya? Tapi ini malah disuntik," ujar Pak Kun di kamar kost yang letaknya di Jl Nangka, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Senin (23/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupanya tongkat itu dia pakai untuk mengambil barang-barang yang tak terjangkau tangan lantaran dirinya sulit berpindah tempat.
"Jadi ceritanya dulu pas saya kerja di pabrik Korea, saya terlalu maksain kerja di situ. Jadi harusnya di sub 3, tapi kalau di sub 1 dan 2 ada yang nggak masuk ya saya gantikan. Jadi saya kerja hampir semuanya malahan," tutur Pak Kun.
Suatu ketika dia merasa sangat lelah sehingga menginap di rumah kakak iparnya. Dia tidur dan ternyata panas tubuhnya meninggi.
"Saya langsung dibawa ke rumah sakit. Sudah ke rumah sakit mana-mana di Jakarta Selatan tidak ada yang menerima. Alasannya sih nggak bisa menangani, mungkin karena saya tidak punya biaya. Akhirnya saya ke RSCM saja. Di situ diterima," kata Pak Kun.
"Dokter bilang kalau saya kena virus meningitis. Saya tidak tahu penyebabnya apa. Pokoknya saya langsung disuntik habis itu saya koma dua hari," imbuh Pak Kun.
Ketika terbangun dari koma, Pak Kun waktu itu bingung karena berada di rumah sakit. Dia pun kaget karena baru jempol kaki yang bisa digerakkan.
"Pelan-pelan akhirnya bagian tubuh lain bisa bergerak. Tapi kaki saya tetap tidak bisa digerakkan," ucap Pak Kun.
Awalnya Pak Kun masih kuasa berjalan dengan bantuan sebatang tongkat. Sembilan tahun berselang dari tahun 2000, kondisi kaki dia semakin parah dan harus dibantu kursi roda.
"Tahun 2009 saya bertemu sama istri saya di masjid. Sejak itu akhirnya ada yang setia merawat saya," ucap Pak Kun.
(bpn/trq)











































