Persaingan pasangan calon presiden Prabowo Subianto dengan Joko Widodo semakin hari semakin memanas. Pendukung masing-masing capres tak ingin idolanya kalah sehingga seringkali kampanye-kampanye hitam dan menyudutkan pihak lawan semakin gencar. Namun Yusuf (57) tak memandang hal itu terlalu serius. Baginya itu hanya lah bumbu dalam cawan politik negeri.
"Ya kalau saya begini aja dah, semua juga yang baik ya mudah-mudahan bisa nanti siapapun yang terpilih. Dengerin masyarakat yang kecil aja dah, yang dagangan lemah macam saya begini lah," ujar Yusuf di suatu siang yang terik, Selasa (10/6/2014).
Yusuf yang sehari-hari berdagang opak dan emping di sudut gang di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur itu menanggapi santai pemilihan umum tahun ini. Yang penting bagi Yusuf, adalah aksi nyata pemenang pemilu ketika telah menjabat kelak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski terkesan tak peduli dengan pergulatan 2 tokoh yang paling menjadi sorotan akhir-akhir ini, Yusuf tak lupa dengan tugasnya sebagai rakyat untuk memilih. Dia menyadari pilihannya ikut menentukan siapa yang akan menahkodai biduk bangsa ini 5 tahun ke depan.
"Kalau milih saya belum ada tetapan, belum ada. Ya nanti siapa yang baik semua ya baik. Saya udah pasti milih, yang namanya bangsa demokratis ya kita milih sebagai kita menghormati, sebagai rakyat," jelasnya dengan bahasa sederhana.
Matahari yang tadi tegak berdiri di atas kepala kini sedikit demi sedikit tergelincir menuju barat. Menciptakan bayangan yang tertinggal di belakang.
Yusuf kembali menata dagangannya yang digerus jaman. Hidup, bagi Yusuf, adalah melihat ke depan. Di mana bayangan masa lalu menjadi pelajaran untuk kembali melangkah menuju kebahagiaan hidup.
"Kita cari kan yang terbaik, kemarin baik kita cari yang lebih baik lagi. Meningkatkan lagi lah daripada yang udah," harap pria asli Betawi itu.
(dha/trq)










































