Kadis Si Anak Berbakti Berharap Sistem Outsourcing Segera Direvisi

Wong Cilik

Kadis Si Anak Berbakti Berharap Sistem Outsourcing Segera Direvisi

- detikNews
Rabu, 21 Mei 2014 12:55 WIB
Kadis Si Anak Berbakti Berharap Sistem Outsourcing Segera Direvisi
Jakarta -

Sepulang dari masjid setelah melaksanakan ibadah sholat zuhur, Kadis (28) segera bersiap untuk berangkat bekerja. Sebelum itu dia mengecek kondisi ibunya.

Sejak almarhum ayahnya lumpuh empat tahun silam dan meninggal dunia pada seratus hari lalu, Kadis merupakan ujung tombak keluarga. Pendapatan setiap bulan sebagai petugas kebersihan di salah satu pusat perbelanjaan di Kelapa Gading yang tak seberapa itu dipakai untuk menghidupi ayah dan ibunya pada gubuk reyot di Jl Kalibaru Timur, Cilincing, Jakarta Utara.

β€œSaya cuma berharap moga-moga sistem outsourcing seperti saya kerja ini ditata ulang. Biar bagaimana pun kan saya juga harus memperbaiki kehidupan keluarga,” kata Kadis pada siang hari Rabu (14/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seharusnya Kadis mendapat upah sesuai standard minimal yang telah ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Namun sistem outsourcing di tempatnya bekerja membuat dia hanya menerima Rp 1,5 juta tiap bulan.

Tak perlu banyak keluh kesah apalagi sedu sedan. Asalkan halal, makan dengan garam pun tak ternilai jika bersama dengan ibunda tercinta.

β€œSaya nggak mikir yang lain-lain dulu, harus beli ini dan itu. Asal Ibu dan saya bisa makan itu sudah cukup bagi saya,” kata pemuda yang belum menikah ini.

Usia ibunda yang sudah menginjak angka 72 tahun, membutuhkan perawatan kesehatan ekstra. Obat-obatan yang masih terjangkau mungkin masih cukup untuk menjaga kesehatan.

β€œSakitnya biasa saja sih, paling batuk-batuk sama flu. Jadi beli obat biasa saja di warung,” tutur Kadis.

β€œSaya juga belum dapat KJS atau bantuan lain. Pengalaman waktu zaman BLT dulu pengurusnya memang ada yang kesal atau gimana sama almarhum Bapak saya. Jadi dari dulu kita nggak pernah dapat yang namanya bantuan dari pemerintah pusat atau daerah,” imbuh Kadis.

Tak mengapalah bagi Kadis bila tak mendapat bantuan apa pun. Tak mengapa bila tetangga yang jauh lebih mampu justru dapat. Selama tenaganya masih cukup untuk bekerja, upah minim pun tak masalah.

Sang ibu yang bernama Kasturi sedari tadi sudah duduk-duduk di teras rumah ditemani kucing-kucing kampung yang kerap berkunjung. Memandangi sang ananda yang sudah besar dan dewasa itu, mata Nenek Kasturi menatap penuh harap.

Agaknya terselip doa yang tak terucapkan dari tatapan mata penuh kasih itu. Agar tak terlalu membebani si anak, Nenek Kasturi sekedar menyatakan pinta sederhana.

β€œItu genteng rumah sudah pada bocor. Nanti ditambal pakai plastik saja ya,” ucap Nenek Kasturi.

(bpn/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads