Presiden merupakan pemimpin negara republik yang dipilih langsung oleh rakyat melalui sistem pemilihan umum. Setiap warga negara yang sudah cukup umur dan memiliki hak pilih, berhak memberikan suaranya untuk memilih calon presiden dan calon wakil presiden. Tak terkecuali Lilis (30), waria berambut sebahu itu memiliki hak pilih yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya.
"Aku nggak tahu ah. Udah ah, aku dukung siapa aja deh gitu. Asal aja gitu ya, atau mending nggak usah milih," kata Lilis yang galau menentukan pilihan di kontrakan sederhananya di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (17/3/2014).
Lilis mengaku pada tahun-tahun sebelumnya, dia tidak pernah memilih pada saat pemilihan umum karena sibuk bekerja. Namun, tahun kini, sepertinya dia akan menyempatkan diri untuk memberikan hak pilihnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepengetahuannya, Jokowi adalah sosok yang dekat dengan rakyat kecil dan terbuka, bahkan dengan kelompok seperti dirinya. Dia senang Jokowi akhirnya nyapres, sebab jika tidak, dia bingung menentukan pilihan.
"Eh apa Wiranto aja (kalau Jokowi nggak nyapres). Eh nggak tau ah. Terserah aja atau nggak milih siapa-siapa," kata Lilis bimbang.
Opsi tak memilih dipertimbangkan juga oleh Lilis. Sebab, capres yang ada saat ini semuanya pria. Lilis mengaku sudah banyak berhubungan dengan para pria. Namun, dia merasa kecewa karena berkali- kali disakiti. Pria yang seharusnya memimpin dalam sebuah hubungan. Nyata-nyata mengkhianatinya dan pergi dengan perempuan lain.
"Dulu laki aku banyak, macem-macem, ya kumpul kebo gitu lah. Cuma yang terakhir itu sampai 7 tahun, stress aku ditinggal kawin, disakiti. Akhirnya aku mutusin buat nikah juga," ucapnya berkisah
Lilis tak gentar. Meski dia menyadari sepenuhnya jika dia waria, Lilis kemudian mengambil peran sebagai laki-laki dan berani menjadi kepala keluarga. Akhirnya, dia memutuskan untuk berkeluarga dengan seorang wanita hingga memiliki seorang anak perempuan.
Meski begitu, dia tidak tinggal serumah dengan istrinya karena tempat kerja mereka berjauhan. Istri Lilis berada di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Sementara anaknya dirawat neneknya di kampung di Purbalingga.
Kini Lilis sudah berkeluarga. Tentunya dia berharap kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Dia membutuhkan pekerjaan yang bisa mencukupi keperluan yang kelak akan semakin mahal. Namun, dia tidak tahu harus menaruh asa kepada siapa yang akan memimpin negeri ini nantinya. (dha/trq)











































