Teguh Mengamati Gerak Prabowo dari Gardu Perlintasan KA Bintaro

Wong Cilik

Teguh Mengamati Gerak Prabowo dari Gardu Perlintasan KA Bintaro

- detikNews
Selasa, 18 Mar 2014 13:22 WIB
Teguh Mengamati Gerak Prabowo dari Gardu Perlintasan KA Bintaro
Teguh
Jakarta -

Waktu melaju tanpa henti seperti kereta yang melaju di perlintasan Bintaro, Jakarta Selatan. Semakin lama semain dekat dengan pergelaran politik akbar negeri ini untuk berharap pada perubahan pasti.

Berdiri Teguh (21) menatap ke arah kejauhan, apakah si ular besi akan melintas di perlintasan Pondok Betung, sambil dia menunggu kabar dari pesawat telepon. Tatapan Teguh kemudian menjelajah ke para pengendara yang tetap nekat menerobos jalur searah meski sudah ada tanda rambu.

β€œKita butuh pemimpin yang tegas kayaknya buat ngatur orang-orang seperti itu. Orang-orang seperti itu tidak bisa ditolerir karena membahayakan keselamatan orang lain,” tutur Teguh di tengah hari Kamis (13/3/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal peraturan dibuat dengan maksud untuk kebaikan bersama. Tapi masih saja ada yang abai demi kepentingan pribadi.

β€œPadahal nanti kalau ada kejadian, yang disalahin penjaga palang pintu seperti saya ini. Dibilangnya meleng atau kurang konsentrasi,” imbuh Teguh.

β€œBuat saya mungkin pemimpin yang baik buat Indonesia adalah Prabowo Subianto. Dia orang tegas, dari angkatan juga. Siapa tahu bisa membawa perubahan,” lanjut Teguh.

Tahun ini adalah kali pertama bagi Teguh untuk menjadi pemilih. Sebelum-sebelumnya dia acuh tak acuh terhadap percaturan politik yang menurutnya njelimet.

β€œTapi di waktu yang pertama ini mungkin saya akan pilih Prabowo,” kata dia.

Seperti sangat yakin, Teguh pun nyaris tak memandang tokoh yang lain. Meski dia pun mengakui kepiawaian Jokowi memimpin Jakarta.

β€œJokowi juga bagus. Mungkin cocok kalau maju ke nasional. Tapi kalau disandingkan dengan Prabowo ya saya pilih Prabowo. Mungkin juga ada duet Prabowo-Jokowi. Bukan Jokowi-Prabowo soalnya menurut saya Prabowo lebih punya pengalaman,” sebut Teguh.

Masih menatap ke arah kejauhan, Teguh berucap soal sosok pemimpin. Masih jauh perjalanan hidup dia namun Teguh memilih tak berpangku tangan mengharap perubahan. Dia bermaksud menjemput perubahan itu dengan mengawali langkah di rel KA dan menentukan siapa yang akan menjadi masinis Republik Indonesia.

(bpn/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads