Sahut-menyahut petugas Dinas Perhubungan menyebutkan nama-nama bus yang harus berancang-ancang berangkat. Terduduk dalam bus biru itu adalah Kholil (49) sang sopir yang bersiap-siap bila diminta berangkat meski masih banyak bangku yang kosong. Sambil menunggu dia pun bersiap-siap pula menentukan pilihan dalam Pemilu yang kurang dari sebulan lagi.
"Kalau saat ini masih belum rasanya ada tokoh yang bisa dipilih. Saya cuma pernah dengar nama saja seperti Wiranto dan Prabowo. Lalu ada lagi Pak Jokowi yang katanya juga mau dicalonkan," tutur Kholil sambil menggaruk-garuk kepala di terminal yang terletak di bilangan Jakarta Barat itu, Rabu (12/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau menurut saya sih Jokowi itu bagus. Apalagi kalau diberitakan di radio, TV itu kan sering membuat kejutan. Kantor kelurahan itu kan misalnya dia tahu-tahu datang tapi anak buahnya belum datang. Itu kan namanya memberi contoh," kata Kholil terkesan.
Rupa-rupanya Kholil pun pernah bertemu langsung dengan sosok idola baru itu. Kala itu dia sedang mengantar penumpang ke Pasar Tanah Abang.
"Tanpa diduga-duga eh ternyata Pak Jokowi datang ke situ juga. Tanpa pakai pakaian dinas dan saya lihat juga tidak ada pengawalan, mendadak datang membuat kejutan di pasar. Harusnya semua pemimpin berani blusukan seperti itu tanpa memandang tempat," ujar Kholil.
Meski tak dapat berbincang secara langsung agaknya pertemuan itu sangat berkesan bagi Kholil. Pemimpin yang mendekatkan diri kepada rakyatnya tentu akan dicintai oleh rakyat.
"Berbeda dengan di daerah saya itu. Gubernur saya Alex Noerdin tapi saya tidak pernah dengar tentang dia. Yang saya tahu hanya dia tinggal di kota dan saya hanya di desa. Tidak ada saya ketemu itu. Yang ada hanya orang bilang dia bagus katanya, ya saya juga ikut bilang bagus," tutur Kholil.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, hampir tiba waktu Kholil harus berangkat kemudian para penumpang pun berdatangan. Bergegaslah dia membantu para penumpang memasukan barang bawaan ke bagasi.
Perjalanan panjang menanti di depan mata, begitu pun perjalanan para pemimpin untuk membawa perubahan. Mungkin ini hanya kata-kata seorang sopir seperti Kholil, tapi hendaknya pemimpin itu juga seperti seorang sopir yang rela menahan gontok-gontokan demi keselamatan rakyat dan rela memacu roda ke arah keinginan rakyat.
(bpn/jor)











































