Kepemimpinan Jokowi di Mata Nenek Penunggu Kali Ciliwung

Wong Cilik

Kepemimpinan Jokowi di Mata Nenek Penunggu Kali Ciliwung

- detikNews
Rabu, 12 Mar 2014 16:20 WIB
Kepemimpinan Jokowi di Mata Nenek Penunggu Kali Ciliwung
Foto: Bagus Prihantoro/dtk
Jakarta - Pamor Gubernur DKI Jakarta Jokowi terus bergaung hingga menjelang tampuk kepemimpinan nasional berganti. Dua nenek yang tinggal di dekat Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan sepertinya menantikan kehadiran Sang Gubernur itu.

Pintu Air Manggarai kerap menjadi sorotan tatkala musim banjir menghampiri Ibukota. Siapa sangka di lokasi itu hidup dua orang perempuan berusia senja yang telah berpuluh tahun menjadi saksi derasnya aliran Sungai Ciliwung.

"Saya belum pernah ketemu Pak Jokowi. Waktu itu emang katanya mau kemari, tapi belum jadi," tutur Nenek Marum (60) di depan rumahnya yang sangat kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nenek Marum sehari-hari menggantungkan hidupnya dari sampah yang diangkut dari aliran Sungai Ciliwung. Nampak sebuah alat berat bertengger di depan rumahnya itu untuk mengeruk sampah.

"Kalau dulu banyak sampah di sini. Sekali keruk saya bisa dapat mainan, mie rebus, botol. Sekarang sampahnya sedikit," kata Nenek Marum ketika ditanya perbedaan kepemimpinan Jokowi dan sebelumnya.

Sampah bagi Nenek Marum adalah sumber kehidupan dirinya dan sahabatnya, Nenek Oyik. Nenek Oyik telah jatuh sakit selama empat tahun dan sehari-hari dirawat oleh Nenek Marum seorang.

"Hari ini saja belum makan. Ini baru nyuci sawi tadi dapat dari tumpukan sampah. Nanti mau goreng ikan," ujar Nenek Marum sambil mencuci sawi dengan air keruh yang ditimba dari Sungai Ciliwung.

Tiba-tiba dari rumah Nenek Marum keluar tiga ekor kucing. Tubuh kucing-kucing itu kurus dan bulunya sangat kotor. Ketiga kucing itu menghampiri lima lainnya di kolong alat berat.

"Itu si Emong, si Encang, sama si Belang Asem. Ada banyak kucingnya. Pada belom makan juga kayak saya sama Oyik," kata Nenek Marum.

Rupanya selain merawat Nenek Oyik, dia juga merawat kucing-kucing liar. Betapa ironi ketika membandingkan dengan orang yang serba berkecukupan enggan merawat orang lain apalagi satwa liar.

Sosok pemimpin baru sangat dinantikan oleh Nenek Marum. Pemimpin yang mampu mengurangi beban hidupnya.

"Yah harapan saya sih Presiden yang besok itu bisa membikin aman dan nyaman masyarakatnya," pesan Nenek Marum.

Aliran Sungai Ciliwung deras membawa serta berbagai sisa kehidupan kota. Ada mimpi dan harapan orang-orang kota yang terkadang ikut hanyut di situ, semoga bukan milik Nenek Marum yang tulus.

(bpn/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads