Tukang Sampah Pandang Janji Jokowi Bukan Sampah

Wong Cilik

Tukang Sampah Pandang Janji Jokowi Bukan Sampah

- detikNews
Selasa, 11 Mar 2014 14:28 WIB
Tukang Sampah Pandang Janji Jokowi Bukan Sampah
Foto: Bagus/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Jokowi memang baru seumur jagung menduduki kursi kepemimpinan Ibukota. Tak jarang cibiran pedas ditembakan kepada Jokowi ketika dia didorong menjadi calon Presiden RI.

Banjir dan macet selalu ampuh menjadi senjata untuk mengukur kiprah sang Gubernur. Tapi tidak bagi pengangkut sampah bernama Imam Syafii. Dia yakin Jokowi adalah pilihan terbaik bangsa ini.

"Sekarang sampah menjadi perhatian pemerintah Jakarta. Bayangkan dulu yang tak peduli pada sampah, apalagi sama tukang sampah seperti saya," ungkap Syafii sambil mempersiapkan gerobak sebelum menyisiri rumah-rumah di Kelurahan Guntur, Setia Budi, Jakarta Selatan, Kamis (6/3/2014) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir bagi Syafii adalah bencana alam akibat ulah manusia yang susah diatur. Sampah dibuang seenaknya, dicampur sesukanya, tak peduli tugas tukang sampah membereskannya.

"Orang Indonesia itu susah diatur, disuruh buang sampah di tempatnya dan dipilah-pilah antara organik dan non-organik saja ogah. Wajar saja kalau banjir," sebut Syafii yang mulai mengayunkan langkah menarik gerobak.

Sementara soal macet bagi Syafii adalah ulah orang-orang yang tak mau mengalah. Ingin menang sendiri di jalan padahal nasib mereka tak seperti tukang sampah yang hanya dipandang sebelah mata.

"Padahal dikasih busway (TransJ) biar tidak usah bawa mobil, eh tetap saja bawa mobil. Jalan tidak tambah lebar, tapi yang beli mobil semakin banyak. Eh lha kok protesnya ke Jokowi?" kata Syafii.

Menatap gedung tinggi menjulang, tak terbayang bagi Syafii akan tinggal di bangunan itu. Selama ini Syafii menumpang tidur di pos kamling.

"Padahal Jokowi itu membangun rusun buat orang-orang. Saya sih tidak dapat jatah rusun, tapi kalau dikasih saya mau banget. Walaupun cuma gratis tiga bulan dan seterusnya bayar, saya mau kalau dikasih tinggal. Walaupun tidak dapat tapi saya bisa merasakan teman-teman saya sesama orang kecil yang dapat rusun. Bayangkan jika Jokowi jadi Presiden dan seluruh Indonesia dapat jatah rusun," tutur Syafii.

Rumah demi rumah dilalui oleh Syafii dengan tekun tanpa pilih-pilih. Syafii berpikir langkah Jokowi pun tanpa pilih-pilih ketika menyambangi warganya.

"Jokowi itu langsung ke mana-mana menengok masyarakat. jadi tahu apa yang diinginkan masyarakat. Bayangkan dengan yang dulu, boro-boro. Apalagi kalau dia jadi presiden, pasti dia keliling Indonesia menemui semua masyarakat," imbuh Syafii mempertegas dukungan kepada Jokowi.

"Saya yakin lebih pintar tukang sampah ketimbang orang gedongan. Buktinya tukang sampah bisa milah-milah sampah yang organik dan non-organik, nah orang gedongan asal buang sampah," lanjut Syafii.



(bpn/van)


Berita Terkait