Bel kapal penangkap ikan memekakan telinga mengalahkan desiran ombak di Dermaga Muara Angke, Jakarta Utara. Seperti keluhan Wardi si nelayan yang mengalahkan rasa rindu kepada keluarga tercinta.
Setiap kali kembali dari melaut, Wardi diserang oleh tuntutan hidup akan harga-harga kebutuhan pokok yang melonjak. Hingga tak terasa baginya sebentar lagi tampuk kepemimpinan Republik Indonesia akan berganti.
"Saya belum kepikiran akan memilih siapa. Tidak ada yang baik menurut saya. Belum ada yang sebaik zaman Pak Harto," ungkap Wardi yang duduk di atas Kapal KR Bintang, Senin (3/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dulu pas zaman Pak Harto harga kebutuhan pokok masih murah, sementara harga lelang ikan dijamin dan tinggi. Jadi kami para nelayan selalu untung. Lha sekarang?" tutur Wardi.
Wardi tak peduli meski di era kepemimpinan saat ini banyak terdapat program bantuan dari pemerintah. Menurut dia hal tersebut tidak banyak menaikan kualitas kehidupan keluarganya.
"BLT (Bantuan Langsung Tunai) itu menurut saya tidak berpengaruh besar buat kami. Yang penting bagi kami adalah bantuan untuk nelayan, seperti alat-alat pancing," tutur Wardi.
"Dulu saya pilih Demokrat karena waktu itu menjanjikan bantuan alat pancing, tapi menurut saya janji itu belum selesai," lanjut Wardi.
Wardi pun berpendapat kalau belum ada lagi sosok yang memiliki kepemimpinan seperti Soeharto. Bahkan dalam Partai Golkar pun menurut Wardi tak ada figur seperti itu.
"Tidak ada, atau belum ada saya tidak tahu. Di Golkar juga saya belum melihat lagi ada yang seperti Pak Harto," pungkas Wardi.
Wardi memang bukan pengamat politik. Dia hanya tamatan Sekolah Dasar yang kebetulan terbawa arus laut hingga mengadu nasib di Ibukota.
Harapan dia tak sebanyak buih air laut di pantai. Hanya ingin agar mudah mencari nafkah. Tapi siapa pemimpin yang sudah dengar?
(bpn/van)











































