Jeritan Nelayan dari Pesisir Jakarta

Wong Cilik

Jeritan Nelayan dari Pesisir Jakarta

- detikNews
Selasa, 04 Mar 2014 16:50 WIB
Jeritan Nelayan dari Pesisir Jakarta
Nelayan Membongkar Tangkapan Ikan
Jakarta -

Di tengah hiruk pikuk Ibu Kota masih ada nelayan yang menggantungkan hidupnya dari laut. Perjuangan hidup nelayan di pesisir Ibu Kota sangat memprihatinkan, mereka memeras keringat untuk hidup, sembari berharap perhatian dari sang fenomena Gubernur DKI Jokowi.

Pagi itu, desiran ombak terdengar mendamaikan hati dan memusnahkan penat. Sementara orang kota ke laut untuk menghilangkan jenuh, sekumpulan orang mencari sesuap nasi di lautan. Bisa dibilang merekalah yang meneruskan perjuangan nenek moyang kita: melaut.

Pelaut-pelaut itu semangat mengangkat hasil tangkapan tinggi-tinggi, jerih payah berhari-hari demi menghidupi keluarga tercinta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adalah Wardi (32) salah satu nelayan yang tengah duduk di sebuah kapal bertuliskan KR Bintang. Menatap kosong ke arah laut seperti teringat orang-orang tersayang.

"Saya sudah 78 hari melaut, belum pulang ke kampung ketemu keluarga. Saya masih menunggu giliran untuk bisa pulang kampung. Sudah tidak sabar rasanya bertemu keluarga di kampung saya, Indramayu," tutur Wardi lirih di dermaga Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (3/3/2014).

Di sebelah kapal KR Bintang nampak para nelayan sibuk membongkar muat. Bergotong royong memindahkan ikan dari kapal ke dermaga untuk ditimbang.

"Kapal saya sudah bongkar muat sebulan lalu. Selama sebulan ini saya tinggal di kapal sini sambil menunggu giliran buat pulang kampung. Memang biasanya setelah bongkar muat itu para nelayan tidak bisa langsung berangkat lagi. Tergantung kapten dan pemiliknya," ujar Wardi.

Kapal harus diperiksa terlebih dahulu untuk perawatan. Belum lagi modal melaut yang tidak murah.

"Sekali melaut butuh kurang lebih Rp 350 juta. Belum tentu balik modal itu, tergantung cuacanya. Kalau jelek seperti ini ya malah rugi," sebut Wardi.

"Kalau cuaca buruk kayak gini ombaknya tinggi. Ikan-ikan susah ditangkap jadi dapatnya sedikit," lanjut dia.

Namun jika cuaca bagus, hasil nan menggiurkan pun di depan mata. Tapi sayang, itu bukan untuk Wardi dan kawan-kawannya.

"Kalau kapal kita khusus menangkap cumi-cumi besar. Tapi bukan buat dijual di pasar lokal, hasil tangkapan kita buat diekspor karena besar-besar. Bulan lalu kami bawa pulang 8 ton cumi, tapi nelayan seperti saya cuma bawa pulang Rp 2 juta per orang per dua bulan," ucap dia.

Di tengah jerih payah kerja keras, mereka berharap perhatian dari Gubernur Jokowi. Mereka berharap mendapatkan jaminan pendidikan dan kesehatan.

(bpn/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads