Mubarok: Suara Miring terhadap SBY Hanya di Kota dan di Koran

Mubarok: Suara Miring terhadap SBY Hanya di Kota dan di Koran

- detikNews
Rabu, 27 Agu 2008 11:50 WIB
Mubarok: Suara Miring terhadap SBY Hanya di Kota dan di Koran
Jakarta - Partai Demokrat (PD) mantap mengusung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai capres dalam Pemiu 2009. Dengan menggunakan manajemen pasir di pinggir pantai, PD optimistis akan memenangkan Pemilu 2009.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan, SBY masih merupakan ikon PD. SBY merupakan magnet yang akan menarik orang untuk mendekat ataupun memilih PD. Meski sejumlah pihak kecewa dengan kinerja SBY selama menjadi presiden, Mubarok yakin kekecewaan itu prosentasenya hanya kecil.

"Suara miring terhadap SBY hanya berada di kota dan di koran saja. Sedangkan di kampung, SBY masih populer," kata Mubarok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa strategi PD dalam menghadapi Pemilu? Apa maksud manajemen pasir di pinggir pantai? Berikut wawancara Ronald Tanamas dari detikcom dengan Ahmad Mubarok:

Bagaimana peluang Partai Demokrat dalam memenangkan Pemilu nanti? Siapa capres dan cawapres yang akan diusung ?

Kita belum bicara soal presiden, kita baru bicara Pemilu. Tapi yang jelas Pak SBY sudah menjadi ikon pemilu dari Partai Demokrat karena banyak gagasan politik lahir dari beliau. Partai Demokrat tetap membuat target yang maksimal sebesar 12 % untuk target politik.

Sesungguhnya semua partai masih ketar-ketir untuk target politiknya. Untuk Demokrat sendiri masih diandalkan pada magnetnya. Sebagai partai baru, jelas SDM nya masih kurang. Misinya juga belum terlalu kuat, kabel-kabelnya juga belum terpasang dengan benar. Akan tetapi magnetnya Demokrat masih sangat kuat.

Hal ini dibuktikan dengan kunjungan saya di pelosok-pelosok atau daerah-daerah. Saya baru pulang dari Bandung sehabis menghadiri pertemuan dari persatuan pesantren. Di sana saya melihat dan mengalami sendiri magnetnya Demokrat sangat kuat sekali.

Jadi saya masih punya feeling kalau Demokrat akan mengulangi fenomena di tahun 2004. Kita menggunakan manajemen pasir di pinggir pantai di mana ketika jalan maka pasir itu akan jalan sendiri menuju ke atas.Tapi tidak sedikit yang kecewa dengan kinerja SBY selama memerintah?

Suara miring terhadap Pak SBY hanya berada di kota dan di koran saja. Sedangkan di kampung Pak SBY masih populer. Hal ini bisa dilihat dari perjalanan Pak SBY dari Medan sampai ke Danau Toba, masyarakat di sana berdiri sepanjang jalan itu sambil melambaikan tangan ke Pak SBY.

Keyakinan terulangnya fenomena ini juga mendapat dukungan dari para kiai sepuh. Mereka mengatakan sudahlah sampai saat ini Pak SBY masih aman karena Pak SBY tidak seperti Soeharto. Biarlah Pak SBY menyelesaikan pekerjaannya dan bila sesuai Undang-Undang maka maksimal hanya dua kali. Kekuatan yang digunakan oleh Pak SBY adalah kekuatan kesantunan, kekuatan kebaikan bukan kekuatan mesin atau kekuatan hard power.

Kantong suara terbesar dari Demokrat ada di mana saja ?


Ada beberapa tempat yang menjadikan kantong suara bagi Demokrat bisa didongkrak. Sumatera Selatan banyak, namun yang lebih besar adalah ada di Sulawesi Selatan, yang juga merupakan kantong suara dari Partai Golkar.

Tujuan dari Partai Demokrat di pemilu yang akan datang ?


Terus terang kita sudah bosan berada di tikungan perjalanan sejarah yang pendek-pendek. Kita berharap Pak SBY bisa diberikan kesempatan satu kali lagi untuk menyelesaikan tugasnya sebagai presiden yang akan datang. (ron/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini