Mubarok: Ada Capres Dalangi Penyebaran Foto SBY-Artalyta

Mubarok: Ada Capres Dalangi Penyebaran Foto SBY-Artalyta

- detikNews
Rabu, 27 Agu 2008 10:48 WIB
Mubarok: Ada Capres Dalangi Penyebaran Foto SBY-Artalyta
Jakarta - Partai Demokrat (PD) menduga salah seorang calon presiden (capres) yang akan maju di Pilpres 2009 menjadi dalang di balik penyebaran foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri pernikahan anak Artalyta Suryani. Siapa?

"Yang jelas orangnya adalah orang yang ingin menjadi presiden menggantikan Pak SBY," kata Wakil Ketua Umum PD Ahmad Mubarok.

Mubarok menuturkan, SBY yang menjadi Ketua Dewan Penasihat PD telah memanggil petinggi partai ini untuk membahas penyebaran foto tersebut. Dalam pertemuan inilah diungkapkan PD sudah menduga si pelaku penyebaran foto. Tapi Mubarok tidak mau mengungkapkan siapa orang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah prediksi sesuai watak politik. Kursi presiden itu satu peminatnya banyak, untuk mendapatkannya pasti sikut-sikutan bisa dengan kaki, tangan atau pun kepala.  Cuma saya tidak etis untuk mengucapkan siapa orangnya," kata Mubarok.

Apa arahan SBY atas heboh foto di pernikahan Artalyta? Berikut petikan wawancara Ronald Tanamas dari detikcom dengan Wakil Ketua Umum PD Prof. Dr. Achmad Mubarok MA di ruang kerjanya:


Bagaimana tanggapan anda atas foto SBY di pernikahan anak Artalyta yang beredar?


Mengenai foto Pak SBY dengan siapa pun itu pasti banyak dijumpai. Pak SBY itu ingin selalu berbuat baik dengan menghadiri setiap undangan kekeluargaan. Jadi kalau beliau bersalaman dengan Artalyta itu merupakan hal yang biasa dan tidak ada deal apapun.

Tapi sebenarnya apakah SBY mengenal Artalyta ?

Hmm..(sedikit lama menjawab). Dalam konteks sebagai siapa saya tidak tahu ya. Tapi yang jelas watak Pak SBY ingin selalu berbuat baik. Tapi kalau Artalyta, semua orang juga kenal sebagai pebisnis.

Pak SBY pasti akan hadir bila diundang oleh seseorang, apalagi dalam saat berbahagia seperti pernikahan. Namun hal ini digunakan oleh seseorang untuk membuat image yang buruk mengenai Pak SBY. Buat saya, hal ini tidaklah aneh, karena bukan dalam konteks deal atau apapun, tapi merupakan sebuah respon dari kepribadian Pak SBY dalam berbuat baik.

Adhie Massarddi menyatakan Artalyta menjadi mediator pertemuan antara SBY dengan Gus Dur menjelang Pipres 2004. Artalyta juga menghadiri launching album SBY. Apa tanggapan anda?

Hal itu mungkin saja karena Artalyta pernah menjadi bendahara PKB. Saya tidak tahu persis, tapi siapa yang menolak bila ada orang yang ingin mensponsori sebuah launching pasti akan ditanggapi dengan baik-baik saja kan? Bukan dalam konteks bisnis atau deal, karena Pak SBY sangat clean dan saya tahu persis hal ini.

Apa maksudnya penyebaran foto SBY di pernikahan anak Artalyta itu menurut anda?

Pasti ini ada orang dari lawan politik Pak SBY untuk menjatuhkan beliau. Dalam politik semua mesiu akan digunakan untuk melawan. Jangankan hal itu, untuk masalah nyanyi saja Pak SBY disalahkan kok. Tetapi Pak SBY orangnya tenang karena dia tidak punya ikatan apa-apa.

Siapa menurut anda yang melakukan hal seperti ini?

Yang jelas orangnya adalah orang yang ingin menjadi presiden menggantikan Pak SBY. Saya sudah prediksi sesuai watak politik. Kursi presiden itu satu peminatnya banyak, untuk mendapakannya pasti sikut-sikutan bisa dengan kaki, tangan atau pun kepala. Cuma saya tidak etis untuk mengucapkan siapa orangnya.

Lantas apa strategi dari Partai Demokrat sendiri dalam menyikapi isu seperti ini?

Pak SBY di minggu terakhir kemarin meminta lima orang petinggi Demokrat untuk bertemu dan memberikan beberapa pesan bermoral yang berisi jangan mengisi kampanye dengan kebohongan. Kedua jangan mengisi kampanye dengan black champaign dan membalas dengan black champaign juga, tetaplah berpolitik dengan santun karena kita hanya berbuat, di atas ada yang ngatur.

Siapa saja yang menghadiri rapat tersebut ?


Ketua umum Hadi Utomo, Wakil Ketua Umum Achmad Mubarok, Sekjen H.Marzuki Alie dan Ketua penjaringan Pemilu. Pertemuan ini dilakukan seminggu yang lalu. Pertemuan itu membahas strategi politik Demokrat yang harus tetap lurus.

Kelurusan hati Pak SBY ini dibuktikan dengan menerima Zaenal Ma'arif sebagai caleg dari Demokrat. Pak SBY menilai Zaenal Ma'arif mempunyai potensi dan pernah menjadi wakil ketua DPR karena itu kita terima. (ron/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini