Wakil Ketua PDS: Kader Kami Tak Boleh Jadi Kutu Loncat & Korupsi

Wakil Ketua PDS: Kader Kami Tak Boleh Jadi Kutu Loncat & Korupsi

- detikNews
Selasa, 26 Agu 2008 14:25 WIB
Wakil Ketua PDS: Kader Kami Tak Boleh Jadi Kutu Loncat & Korupsi
Jakarta - Partai Damai Sejahtera (PDS) kini membuka diri kepada siapa saja yang ingin begabung. Tapi partai ini memberikan 4 syarat untuk kadernya. Mereka harus takut pada Tuhan, tidak menjadi kutu loncat dan tidak melakukan korupsi.

PDS, menurut Wakil Ketua PDS Denny Tewu, menargetkan menaikkan perolehan suara minimal 1 juta suara. Sama seperti partai lainnya, partai yang mendukung SBY dalam Pilpres 2004 itu juga merekrut artis untuk mengatrol perolehan suara.

"Caleg dari kalangan artis bisa digunakan menjadi public relationΒ  dalam memperkenalkan program PDS kepada masyarakat," kata Denny Tewu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti apa capres dan cawapres yang diusung oleh PDS? Bagaimana strategi PDS membangun partainya menjadi partai modern ?

Berikut wawancara Ronald Tanamas dari detikcom dengan Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Damai Sejahatera (DPP PDS) Denny Tewu:

Bisa diceritakan bagaimana perekrutan caleg PDS ?

Kita saat ini sudah mulai mengarah kepada partai nasionalis kebangsaan yang mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Kemarin sudah masuk 525 pendaftaran caleg dengan 32 % adalah perempuan. Pada prinsipnya PDS tidak membedakan tua-muda atau non muslim-muslim. Jadi kita akan betul-betul menciptakan NKRI mini karena dengan cara seperti ini akan jelas bisa membangun bangsa ini.

Setiap calon caleg di PDS harus mempunyai 3 misi utama yang terdiri dari membangun civil society, menyisir nilai-nilai culture of trust dan pada akhirnya kami berharap bangsa ini menjadi negara kemakmuran.Β  Dalam mengimplementasi Pancasila, kami memulainya dari sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia baru naik ke atas.

Tujuannya kami ingin mengedepankan isu-isu yang prorakyat. Karena bila kita baca Pancasila dari sila pertama maka akan menimbulkan benturan pluralisme yang ada.

Saat ini banyak partai yang mencalonkan artis sebagai calegnya, bagaimana dengan PDS ?


Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia politik sekarang ini sudah semi entertainment. Karena itu kami juga membutuhkan artis untuk menyampaikan program dan berbagai informasi dari partai secara entertainment sesuai bidang yang dikuasainya.

Bahkan artis bisa lebih fleksibel dibandingkan politikus yang selalu serius di dalam menyampaikan visi dan misi partai sendiri.

Selain itu trend pasar di masyarakat saat ini sedang jenuh dengan dunia politik. Hal ini disebabkan banyaknya anggota partai yang tertangkap karena kasus suap dan korupsi. Tapi kami juga merekrut caleg dari selebriti yang mempunyai kapasitas dan kemampuan dengan tujuan menjadikannya sebagai PR ( public relation) dari PDS.

Siapa saja dari selebriti yang direkrut untuk menjadi caleg di PDS?

Yang masih tetap konsisten dan konfirm sampai saat ini adalah Tamara Geraldine, Ricky Jo, ada Roni Palimanan. Pada prinsipnya mereka masuk, berjuang dan bisa menyuarakan aspirasi rakyat. Kita tidak terlalu diuber target lah, tapi yang pasti kita tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin masuk dalam Partai Damai Sejahtera.

Menurut anda apa saja yang bisa dilakukan oleh para selebriti di dalam partai ini?


Banyak sekali, salah satu contoh bagi pemilih-pemilih pemula di mana mereka belum terkontaminasi pada sebuah partai. Target seperti inilah yang menjadi sasaran dari PDS di dalam menyuarakan misi partai dan inilah tugas dari para selebriti yang berada di PDS untuk menarik mereka.

Satu hal yang perlu diingat PDS adalah menjunjung tinggi ideologi Pancasila dan menurut survei di kalangan intelektual terutama mahasiswa sudah tidak percaya akan keberadaan partai kira-kira nilainya hanya 4 %.Β  Artinya jika tidak percaya dengan partai dan ideologi Pancasila berarti bangsa ini sedang bersiap-siap mengalami disintegrasi.

Hal seperti inilah yang harus disosialisasikan kepada masyarakat. Ini juga merupakan tugas dari para selebriti.

Strategi konkret dari PDS di dalam memperoleh suara?

Kita saat ini sudah melakukan pemetaan di daerah-daerah. Daerah yang kami fokuskan untuk kantong suara adalah Pulau Jawa dan Sumatera. Dahulu pada Pemilu 2004 kita hanya dikasih waktu 2 bulan dan bisa memperoleh suara 2,4 juta suara.

Saat ini kita dikasih tenggang waktu hampir satu tahun minimal kita bisa menaikkan suara satu juta lagi. Target kita saat ini memperoleh suara hanya 5 % sudah cukup sebelum PDS berubah menjadi sebuah partai yang modern dan berdiri sendiri.

Kita juga menggunakan rumus PP, PK, KK. Artinya PP adalah partai to partai, jadi kita sosialisasikan partai dari atas sampai bawah. Dari pusat ke provinsi sampai ke desa.

Kemudian tahap kedua, kita menggunakan PK, partai ke konstituen, dengan berbagai cara mempromosikan partai seperti media, IT. Yang ketiga adalah KK, kontituen ke konstituen artinya orang akan percaya terhadap PDS apabila bukan anggota PDS yang bicara mengenai kebaikan dari PDS.

Tentunya kami akan membuat program-program yang baik agar masyarakat bisa mengetahui kebaikan dari PDS.Β  Karena kami sadari PDS sendiri baru bisa menjadi partai yang modern pada tahun 2014. Saat ini kami sedang mejalani sebuah proses untuk menjadi besar.

Untuk masalah capres dan cawapres dari PDS sendiri?

Untuk masalah ini kita juga sudah bicarakan dalam Rapimnas. Kita akan melakukan konvensi. Konvensi itu kami akan melakukan kerjasama dengan beberapa partai yang lain agar hal ini betul-betul obyektif. Tujuan konvensi ini agar bisa melihat representasi dari masyarakat karena dilakukan oleh beberapa partai. Β 

Kedua, mungkin saja kita memunculkan tokoh-tokoh alternatif yang tidak dipikirkan oleh partai-partai besar. Yang penting, calon yang akan terpilih harus Pancasialis dan bisa membangun bangsa.

Saat para tokoh dan partai besar sudah mulai melakukan sosialisasi kampanye dengan mengutip statemen pidato Presiden Bung Karno untuk iklan itu sah-sah saja. Kini PDS juga membuat sebuah kegiatan ekstra di Pemilu ini di mana para caleg bisa langsung bersosialisasi dengan masyarakat.

Karena kami akan membuat para kader kami untuk menjunjung tinggi 4 hal di dalam membangun PDS. Pertama harus seorang profesional, kedua takut akan Tuhan, ketiga dia harus mempunyai integritas terhadap partai. Tidak menjadi kutu loncat yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan yang keempat adalah tidak korupsi.

Dengan 4 hal ini kami berharap bisa memberikan kontribusi yang penting bagi dunia politik di Indonesia. Dan selama tenggang waktu yang diberikan cukup lama ini kami berharap bisa mewujudkannya. (ron/iy)


Berita Terkait