Hakam Naja: Saya Dua Kali Ditemui Utusan Miranda

Hakam Naja: Saya Dua Kali Ditemui Utusan Miranda

- detikNews
Senin, 25 Agu 2008 15:30 WIB
Hakam Naja: Saya Dua Kali Ditemui Utusan Miranda
Jakarta - Peluit yang ditiup oleh Agus Condro rupanya bersambut. Mantan Ketua PAN AmienΒ  Rais mengungkap pengakuan salah seorang anak buahnya, mantan anggota Komisi IX DPR yang sekarang duduk di Komisi VIII, Abdul Hakam Naja. Menurut Amien, Hakam pernah mengaku ditawari uang Rp 500 juta oleh utusan Miranda Goeltom.

Berikut petikan wawancara dengan Hakam Naja yang dilakukan di Ruang Sidang Komisi VIII, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2008).

Bagaimana kejadiannya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu orang datang agar saya bertemu, kemudian saya tolak. Waktu itu saya lagi ada urusan, saya dicegat.

Sebelum atau sesudah fit and proper test?

Sebelum. Sebagai warga negara yang baik dan berkomitmen memberantas korupsi, tentu saya akan menghadiri undangan dari KPK.

Bagaimana kronologinya?

Karena sangat singkat, saya dicegat dan diminta bertemu. Tapi saya tidak bersedia. Tentu itu tidak etis karena belum pemilihan. Tidak baik.

Utusan itu menyebutkan angka atau sekadar meminta Anda menemui?

Ya intinya agar saya bertemu segera.

Saat itu Anda melakuan konsultasi dulu dengan pimpinan fraksi?


Saya menemui ketua umum, Pak Amien Rais. Saya katakan tidak akan menemui. Saya tolak.

Anda kenal utusan itu?

Saya tidak kenal.

Orang dari BI atau bukan?

Terus terang saya tidak tahu. Sudah lama ya, lima tahun lalu.

Yang lain mendukung siapa?

Ya karena pemilihan tertutup ya rahasia. Tapi kemungkinan anda sudah tahu ya.

Kenapa baru dibuka sekarang?


Lho, tanya Pak Agus Condro. Kan sumbernya pertama kali Pak Agus Condro. Lalu kata Pak Amien Rais, itu anggota saya yang pertama kali melaporkan.

Mungkin Anda mendengar beberapa fraksi lain gitu?

Itu saya tidak tahu. Daripada keliru lebih baik saya tidak mengatasnamakan orang lain.

Waktu itu ada arahan dari fraksi untu memlih siapa?

Masing-masing fraksi tentu punya. Karena itu votingnya tertutup. Ya anda bisa lihat dari komposisinya. Ini kan baru awal. Nanti juga ada analisa dari perkembangan ini.

Berapa kali Anda bertemu dengan utusan itu?

Seingat saya dua kali. Di DPR, tapi saya lupa tempatnya.

Sekali lagi Pak, bagaimana kronologis?


Pertama saya ketemu. Saya renungkan, lalu saya tolak. Kedua, saya klarifikasi. Saya tolak karena saya juga sudah lapor ke Pak Amien Rais kalau saya tolak.

Tawarannya sama nggak dengan Pak Agus Condro? Traveler cheque?

Nanti lah. Saya kira nanti saja. Itu kan sumbernya dari Pak Agus Condro.

Kira-kira anggota Fraksi Reformasi lainnya ada yang ditemui nggak?

Saya tidak mendengar. Mungkin tidak cerita. Mungkin ada tapi saya tidak mendengar.

Siapa saja anggota Fraksi Reformasi di Komisi IX waktu itu?

Munawar (Sholeh), (Immawan) Wahyudi, TB Sumanjaya, Datuk (Rangkayo), dan Ketua Fraksi Farhan Hamid.

(sho/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads