Bagaimana sikap seperti ini di mata masyarakat? Pengamat Politik Universitas Indonesia Andrinof Chaniago memberikan analisanya.
Bagaimana tanggapan Anda soal 'culture' last minute ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau mendaftar di detik-detik terakhir bukannya akan terburu-buru?
Iya, itu pasti, risikonya nanti kesalahan akan banyak. Ya meski cuma kesalahan registrasi tapi itu akan membuat suasana pendaftaran kacau.
Bayangkan, orang berbondong-bondong datang bersama-sama ke KPU untuk mendaftar dan memuat tanda terima. Padahal kan sudah diberi waktu lama.
Apakah menurut Anda waktunya cukup?
Waktunya sudah cukup, kan itu sudah diumumkan beberapa bulan yang lalu jadi partai harusnya bisa antisipasi.
Semua persyaratan kan bisa diurus jauh-jauh hari. Mestinya last minute itu tidak terjadi.
Apakah kebiasaan ini bisa mempengaruhi citra parpol?
Ya pasti, citra parpol akhir-akhir ini kan buruk dengan banyaknya anggota DPR yang ditangkap KPK. Nah ini ditambah lagi nggak bisa mengurus organisasi. Jadi mau pilih apa?
Ini menambah poin negatif parpol. Padahal parpol kan salah satu lembaga yang menghasilkan pemimpin. Bagaimana pemimpin bisa bagus kalau lahir dari parpol yang begini? Nanti nggak bisa ngurus negara lagi. Nanti APBN dan APBNPnya lambat terus gara-gara tidak punya kemampuan organisasi yang baik.
Lalu parpol harus bagaimana?
Ya harus berbenah, parpol harus mengubah manajemen kepemimpinannya. Kalau tidak, ya citra parpol akan makin terpuruk. (ken/iy)










































