Faktor sarana dan prasana sudah disiapkan seoptimal mungkin. Apakah ada kemungkinan karena kelalaian manusia? Bagaimana ke depannya agar tidak ada lagi kecelakaan?
Berikut petikan wawancara detikcom dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan Wendy Aritenang Yazid, Sabtu (16/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau dari lintasan di Kedaton memang berbelok. Wilayahnya memang seperti itu, tergantung topografinya. Yang penting sarana seperti rel dan jalan kereta dalam kondisi baik dan aman. Semua sudah dilakukan, tidak tergantung peralatan saja tapi manusia.
Sejauh ini ya kita lihat begitu. Kemungkinan besarnya di kelalaian manusia. Sebab sarana dan sarana tidak masalah.
Bisa dikatakan kecelakaan itu karena faktor human error?
Saya belum bisa bilang begitu. Sejauh ini ya kita lihat begitu. Kemungkinan besarnya kelalaian manusia, sebab sarana dan prasarana tidak masalah.
Jadi yang harus bertanggung siapa?
Saat kereta berjalan, masinis dan petugas pengatur perjalanan kereta api yang mengatur. Karena itu mereka saat ini sedang ditanya Kepala Divisi di lapangan.
Kalau mereka terbukti salah, apa sanksi untuk mereka?
Ya ada aturannya. Untuk sanksinya, seperti kalau dipecat bisa, tergantung kesalahannya. Tapi biasanya di-grounded. (nik/irw)










































