Gerindra Siap Ubah Iklan Prabowo Pakai OST Pearl Harbour

Gerindra Siap Ubah Iklan Prabowo Pakai OST Pearl Harbour

- detikNews
Jumat, 15 Agu 2008 10:55 WIB
Gerindra Siap Ubah Iklan Prabowo Pakai OST Pearl Harbour
Jakarta - Gerindra, salah satu partai yang gencar memasang iklan di televisi mendapat kritikan dari masyarakat. 1 dari 3 iklan partai yang mencapreskan Prabowo itu menggunakan backsound soundtrack lagu 'Pearl Harbour'.

Iklan Kesejahteraan rakyat bersama Gerindra itu dianggap tidak nasionalis karena menggunakan lagu luar. Namun menurut Ketua Umum DPP Gerindra, Suhardi, film yang dibintangi Ben Affleck itu melukiskan peristiwa awal kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

Film Pearl Harbour menggambarkan perang dunia kedua yang melibatkan Amerika dan Jepang. Jepang menaklukkan AS dengan menyerang Pearl Harbour di Pasifik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesawat-pesawat tempur Jepang menyerang Pangkalan Angkatan Laut AS di Pasifik itu secara mendadak pada 7 Desember 1941.

Kobaran api di Pearl Harbour menyulut AS menyerang Jepang dengan bom Hiroshima dan Nagasaki. Jepang yang saat itu menjajah Indonesia, kemudian mundur dan dipaksa pulang ke negaranya. Saat itulah, Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Bagaimana Gerindra menghadapi kritikan atas iklan itu? apakah mereka siap mengubahnya? Berikut wawancara detikcom dengan Ketua Umum DPP Gerindra Suhardi, Jumat (15/8/2008):

Iklan Gerindra di televisi ada 3, berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan iklan tersebut?

Kita ada sponsor yang membuat. Pengusaha yang berpartisipasi kepada Gerindra. Kami tidak menarik uangnya. Ada relawan, itu bisa dari siapa saja. Saya nggak tahu berapa biayanya karena dari sponsor.

Bagaimana dengan iklan ketiga Gerindra yang backsound-nya lagu Pearl Harbour?

Kita mengambil latar belakang itu karena kita ingin kembali ke UUD 1945. Kita ingin melukiskan itu. Saya waktu itu pernah dimintai pendapat soal itu. Karena lagu itu yang paling dekat waktu peristiwa proklamasi 1945.

Tapi kenapa harus menggunakan lagu luar? Bukankah lagu Indonesia yang dekat dengan peristiwa itu juga ada?

Karena proklamasi itu dipengaruhi dan tidak lepas dari peristiwa luar negeri. Kita memang terus menerus meminta sponsor selalu dinamis untuk mengubahnya. Kalau memang tidak sesuai dan dirasa kurang bagus untuk melukiskan Indonesia, akan diubah.

Jadi siapa yang membuat iklan itu? Perusahaan mana?


Saya lupa dari siapa. Saya nggak tahu. (gus/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads