Wakil Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB hasil MLB Ancol, Lily Chadidjah Wahid, mengaku tidak pernah tim mediasi utusan Gus Dur datang ke DPP PKB Muhaimin Iskandar. Yang ada hanya beberapa orang kader PKB kubu Gus Dur yang mengambil formulir pencalegan.
Berikut wawancara adik kandung Gus Dur ini dengan detikcom, Jumat (8/8/2008):
Gus Dur menarik tim mediasi karena kubu Muhaimin tidak kooperatif. Islah PKB sebenarnya sudah berjalan atau belum?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi belum pernah ada upaya islah?
Pintu islah bohong. Mau islah gimana, kontak telepon saja tidak ada.
Kalau komunikasi personal, ada atau tidak?
Ada. Itu kepentingan perorangan saja. Jadi Effendi Choirie, Arifin Junaedi, Muhyidin mengambil formulir caleg. Hanya itu, bukan tim mediasi.
Kita selalu membuka pintu bagi kader PKB yang akan maju menjadi caleg 2009. Silakan saja, nggak masalah.
Bagaimana dengan upaya Muhaimin untuk islah, apakah pernah bertemu Gus Dur?
Muhaimin itu traumatik dengan Gus Dur. Kita khawatir nanti dipelesetin dibilang Muhaimin nangis-nangis dan mohon-mohon pada Gus Dur. Capek saya dengarnya. Sebaiknya islah PKB terbuka dan diliput media. Kita nggak masalah.
Saya kasihan pada Muhaimin. Dia selalu dizolimi, tetapi tidak pernah melawan karena dia sangat menghormati Gus Dur.
Jika tidak islah, banyak pengamat yang bilang PKB tidak bisa masuk 5 besar di pemilu?
Kalau kita ingin mengakomodir orang-orang mereka. Tetapi Gus Dur tidak mau PKB bersatu. Seharusnya sebagai seorang pemimpin, Gus Dur memberikan contoh supaya anak buahnya legowo.
(aan/nrl)











































