Saya Tak Takut Dipecat Golkar

Yuddy Chrisnandi:

Saya Tak Takut Dipecat Golkar

- detikNews
Jumat, 11 Jul 2008 10:37 WIB
Saya Tak Takut Dipecat Golkar
Jakarta - "Dimulai dari partai besar, siapa yang mendukung hak angket, silakan berdiri!" kata Ketua DPR Agung Laksono kepada anggota DPR yang mengikuti Sidang Paripurna mengenai kenaikan harga BBM.
Β 
Di barisan depan, tepat berhadapan langsung dengan pimpinan sidang, seorang politisi muda berdiri menatap pimpinan sidang. Pria tersebut bernama Yuddy Chrisnandi. Ia, anggota Fraksi Golkar, yang diusung dari daerah Indramayu.
Β 
Kontan ini membuat panik Agung Laksono, yang jadi pimpinan sidang. Ia segera mencari kertas dan pulpen untuk menulis. Sedangkan anggota Fraksi Golkar lainnya hanya menatap keberanian sang politisi muda ituΒ  menentang kebijakan yang sudah ditetapkan fraksi.
Β 
Sebelum sidang paripurna, telah ada rapat internal Golkar yang dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya Jusuf Kalla. Dalam rapat tersebut, Kalla meminta anggota fraksi untuk mendukung kebijakan pemerintah soal kenaikan harga BBM.
Β 
Lantas apa alasan Yuddy Chrisnandi menolak tegas dan berani menerima sanksi dari partainya? Risiko seperti apa yang diterima seorang anggota fraksi ketika menolak kebijakan dari fraksi? Bagaimana reaksi dari anggota Fraksi Golkar lainnya?
Β 
Berikut petikan wawancara Ronald Tanamas dari detikcom dengan Yuddy Chrisnandi:
Β 
Apa alasan anda memutuskan untuk melawan kebijakan dari Partai Golkar soal hak angket BBM?
Β 
Sederhana saja, sebelum pemerintah menaikkan harga BBM, isunya sudah mulai santer sejak Februari. Pada saat isu kenaikan BBM sudah mulai santer, saya sedang memimpin rapat kabinet bayangan dan kita mengambil kesimpulan bersama dengan Koalisi Muda Parlemen Indonesia, jika pemerintah menaikkan harga BBM, harus kita tentang.
Β 
Karena apa? Masyarakat sampai saat ini tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai krisis energi dan alasan kenapa BBM harus dinaikkan sebelum instrumen-instrumen ekonomi lain dinaikkan, misalnya optimalisasi pendapatan pajak.
Β 
Beberapa peristiwa demonstrasi mengenai kenaikan BBM juga dilakukan oleh para mahasiswa yang dikomandoi oleh BEM se-Indonesia. Dimana salah satu pointnya, kenaikan BBM akan lebih menyengsarakan rakyat. Akhirnya ini menjadi sebuah dukungan bagi kami di Koalisi Muda Parlemen Indonesia, bahwa sikap kita diawal didukung oleh masyarakat .
Β 
Selain itu, saya juga membaca koran, melakukan kunjungan ke daerah seperti Cirebon, Indramayu dan hampir semua pejabat di sana meminta kepada wakil-wakil rakyat untuk menolak kenaikan harga BBM.
Β 
Kenyataannya pemerintah tetap menaikkan harga BBM yang akhirnya menyebabkan bentrokan di UNAS dan berbagai tempat rusuh.
Β 
Melihat insiden Unas, apa tindakan anda sebagai salah satu wakil rakyat?
Β 
Kita langsung mengadakan rapat di Koalisi Muda Parlemen Indonesia dengan kabinet bayangan. Hasilnya, menegaskan tindakan represif dari aparat dan kejadian yang kemungkinan akan terjadi disebabkan keputusan pemerintah yang tidak pro tehadap aspirasi masyarakat.
Β 
Kemudian saya bersama dengan anggota PDIP seperti Maruar Sirait,Β  YakobusΒ  Mayong Padang, Ganjar Pranowo, dari PAN ada Dedy Djamaludin Malik, memutuskan harus ada langkah konstitusional dengan membuat hak angket.
Β 
Intinya mempertanyakan kenapa BBM harus naik sebelum masyarakat siap. Yang sangat disayangkan opsi kenaikan BBM yang dilakukan pemerintah selalu dikatakan sebagai opsi terakhir, pada kenyataannya jadi opsi pertama.
Β 
Kemudian saya membuat surat yang ditujukan kepada pimpinan muda DPR lainnya yang berjumlah 60 orang untuk mendukung hak angket dan interpelasi BBM.
Β 
Apa yang dilakukan Partai Golkar yang merupakan fraksi anda sendiri ?
Β 
Saya katakan, Golkar memang seharusnya punya posisi sebagai partai yang membela kepentingan rakyat. Tidak boleh serta merta mendukung sampai kemudian ditindaklanjuti dengan memanggil seluruh anggota pada pembukaan masa persidangan oleh Ketum Partai Golkar Jusuf Kalla.
Β 
Lalu kemudian diinstruksikan semuanya setelah mendengar penjelasan dari Pak Jusuf Kalla tentang pentingnya kenaikan harga BBM dan memberikan dukungan tanpa reserve kepada kenaikan harga BBM.
Β 
Saya adalah satu-satunya orang yang hadir dan mempertanyakan kenaikan harga BBMΒ  kepada Pak Jusuf kalla. Jadi kalau ada yang mengatakan, seharusnya kita ribut di dalam, sedangkan kalau di luar Golkar harus kelihatan tetap kompak, itu saya tentang.
Β 
Karena untuk masalah ini, saya sudah mempersoalkan masalah ini namun tidak mendapatkan dukungan dan itu saya sampaikan kepada Pak Jusuf Kalla. "Pak Jusuf Kalla, saya bisa memahami apa yang dijelaskan oleh bapak mengenai harga minyak dunia yang semakin melonjak. Saya juga bisa mengerti penjelasan kuantitatif mengenai lifting minyak kita, ketergantungan pada ekspor dan perubahan pada harga global yang berdampak pada defisit sehingga kita harus mengeluarkan uang subsidi lebih banyak dari BBM. Namun itu semua apakah rakyat bisa mengerti ?"
Β 
Jadi tidak betul, kalau kenaikan harga BBM ini untuk memangkas subsidi orang kaya.
Β 
Respon dari Jusuf Kalla pada saat itu seperti apa?
Β 
Pada saat itu, beliau mengatakan, "saudara-saudara kalau sebelum saya jelaskan, mungkin tidak mengerti. Tapi setelah saya jelaskan ini diharapkan bisa menjadi sebuah kebijakan".
Β 
Beliau berusaha menetralisir pandangan-pandangan saya dengan tujuan kita harus mendukung pemerintah. Setelah itu beliau langsung mengatakan,Β  "bagaimana saudara-saudara setuju yah?". Semua orang mengatakan setuju, hanya satu orang yang mengatakan tidak. Tentu tidak
terdengar dan akhirnya dianggap setuju, selesai.
Β 

Sikap anda Sendiri ?
Β 
Saya sudah cukup puas dengan menyampaikan pandangan saya dalam internal itu. Kemudian berlanjut kepada perdebatan hak angket yang dibawa ke persidangan paripurna. Setiap pembahasan hak angket di sidang paripurna selalu ditunda-tunda dan saya selalu menanyakan dengan tegas kepada pimpinan.
Β 
Kenapa anda memperjuangkannya seperti itu ?
Β 
Karena saya punya tanggung jawab kepada Allah SWT dan beban moral kepada masyarakat sebagai wakil rakyat. Apa kata dunia, kalau saya lebih mendengarkan arahan fraksi mengenai hak angket daripada nurani rakyat?
Β 
Tiga menit sebelum rapat fraksi, sahabat saya Priyo Budi Santoso datang ke meja saya dan bertanya kepadaΒ  saya apa yang akan anda lakukan terhadap voting ini? Saya katakan kepada beliau, anda mengenal saya sudah lama dan saya akan tetap konsisten terhadap sikap saya.
Β 
Priyo menjawab, anda akan membuat saya sulit. Saya katakan kepada beliau, saya akan ikhlas menerima risiko apapun dari pimpinan fraksi. Akhirnya Priyo menjawab, tolong dipikirkan lagi karena kita termasuk menolak hak angket dan mendukung interpelasi.
Β 
Respon dari Agung laksono mengenai sikap andaΒ  mengenai angket BBM ?
Β 
Alhamdulillah beliau melihat sinyal saya dan berjanji akan segera sidang. Sebelumnya pada saat sidang paripurna, beliau tampak sedikit panik karena yang dimulai mendukung hak angket dari partai besar dan kebetulan saya duduk di barisan depan dan segera berdiri.
Β 
Saya berdiri hanya sendiri dan menatap ke pimpinan pada saat itu. Teriakan Allahu akbar memenuhi ruangan sidang. Ketika diminta yang tidak mendukung hak angket, maka seluruh anggota fraksi berdiri dan mendapatkanΒ  cemooh. Saya melakukan ini dengan sepenuh kesadaran saya sebagai seorang wakil rakyat, itu saja.
Β 
Apakah anda kecewa dengan teman-teman di fraksi dan terhadap Fraksi Golkar sendiri ?
Β 
Tidak. Saya tidak kecewa dengan teman-teman di fraksi. Karena setelah sidang, mereka menyalami saya dan mengatakan selamat setidak-tidaknya anda telah mewakili kami semua di sini. Kami juga semata-mata berdiri hanya patuh kepada kebijakan fraksi dan tidak berani mengatakan itu.
Β 
Dan saya yakin jika teman-teman Fraksi Golkar diberikan kebebasan di dalam memilih, maka mereka akan memilih hak angket.
Β 
Apakah anda tidak takut nanti diberikan sanksi yang tegas seperti di recall atau dipecat dari fraksi ?
Β 
Saya tidak takut. Karena saya tidak mencari jabatan atau materi di dalam keanggotaan saya di Fraksi Golkar. Yang saya takutkan adalah menerima azab dari Yang Maha Kuasa karena tidak bisa membela kepentingan dan mendengarkan hati nurani rakyat sebagai wakil rakyat. Rezeki, jodoh dan kematian itu ditentukan oleh Allah, bukan manusia. (ron/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads