Bapak Tidak Minta Tanggal 9

Edhie Baskoro SBY:

Bapak Tidak Minta Tanggal 9

- detikNews
Rabu, 09 Jul 2008 07:33 WIB
Bapak Tidak Minta Tanggal 9
Kuala Lumpur - Penetapan jadwal pencoblosan yang diundur dari 5 menjadi 9 April oleh KPU mengundang polemik banyak kalangan. Beberapa pihak menduga pengunduran jadwal itu terkait adanya intervensi dari presiden SBY.

Lalu bagaimana tanggapan putra bungsu presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono mengenai polemik tersebut? Ibas, panggilan akran Edhie Baskoro, membantah tudingan itu.

Menurut Ibas, penetapan hari pencoblosan pada hari kerja akan sangat berdampak bagi proses pemilu di Malaysia. Jadwal pencoblosan pada hariΒ  kerja akan meningkatkan angka golput di Malaysia, sebab sebagian besar masyarakat Indonesia di negeri jiran itu bekerja di sektor swasta seperti ladang, sehingga sulit untuk libur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian petikan wawancara singkat dengan Ibas di sela-sela kunjungannya dalam pelantikan 5 DPC Partai Demokrat perwakilan Malaysia yang dihadiri para kader partai
tersebut di gedung PGRM, Kuala lumpur, Malaysia beberapa waktu lalu.

KPU telah menetapkan waktu pencoblosan dilaksanakan Kamis, 9 April 2009. Itu bertepatan hari kerja. Tanggapan mas Ibas?

Teman-teman partai demokrat disini bekerja keras untuk kesuksesan pemilu. Memang ada kesulitan kalau pemilu dilaksanakan waktu kerja. Masyarakat Indonesia disini
kebanyakan sebagai pekerja di ladang-ladang dan kongsi-kongsi. Mereka akan sulit dapat ijin kalau pemilu digelar hari kerja. Ini bisa meningkatkan angka golput. Kami akan tangkap aspirasi mereka. Kader-kader Partai Demokrat akan mengupayakan apakah mungkin mereka diberi kelonggaran waktu. Dan akan kita sampaikan ke pusat, KPU
maksudnya.

Β Mengupayakan kelonggaran waktu, maksudnya bagaimana mas Ibas?

Ini diperlukan upaya dari pamerintah RI, maksudnya seperti G to G dengan pemerintah Malaysia agar para pekerja Indonesia yang bekerja disini bisa diberi dispensasi.
Mungkin dengan pendekatan kepada kementrian Malaysia sehingga ada solusi terbaik. Memang tidak mungkin diliburkan satu hari penuh, karena mereka bekerja di sektor swasta. Jumlahnya juga tidak sedikit. Kalau diliburkan sehari penuh bisa kacau.Misalnya bisa dengan dijinkan dibuatkan TPS di kantong-kantong WNI atau ladang-ladang tempat mereka bekerja. Intinya, harus ada solusi terbaik lah untuk kedua pihak, supaya masyarakat Indonesia disini bisa ikut berpartisipasi dalam pemilu tanpa merugikan pihak Malaysia juga.

Ada yang mengatakan kalau perubahan jadwal pencoblosan ke tanggal 9 ada faktor permintaan SBY. Karena angka keramat?

Ooo, tidak ada itu. Bapak tidak berkenan ke tanggal 9. Itu sudah keputusan KPU. Kita harus menghargai, karena tanggal 5 bertepatan hari libur agama.

Kabarnya dicalonkan jadi calong legislatif untuk Pemilu 2009?


Ha ha Saya kira terlalu jauh menduga seperti itu. Saya netral saja. Belum memontumnya. Tapi saya tidak katakan iya atau tidak. Lihat saja nanti. Aura saya memang politik, karena saya berasal dari keluarga yang juga berpolitik. Saya pun lulusan master internationa political economic di Singapura. Jadi sudah barang tentu tataΒ  cara, pola pikir saya ke arah sana. Tapi sekarang saya harus berjuang untuk menampung masalah-masalah masyarakat di lapangan, sehingga ditemukan solusinya. Saya harus perluas jariangan. Berpolitik kan tidak harus mencalonkan jadi anggota legislatif.

(rmd/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads