Mbah Lim: Apa yang Harus Saya Takutkan dari Ki Gendeng?

Mbah Lim: Apa yang Harus Saya Takutkan dari Ki Gendeng?

- detikNews
Rabu, 05 Des 2007 11:18 WIB
Mbah Lim: Apa yang Harus Saya Takutkan dari Ki Gendeng?
Jakarta - Modernitas ternyata tidak mampu mengikis kepercayaan pada hal-hal mistis. Di zaman sekarang yang segalanya serba canggih ini, manusia ternyata tetap bersandar pada hal-hal klenik. Setidaknya hal itu terlihat pada bupati nonaktif Kutai Kartanegara (kukar) Syaukani Hasan Rais.

Pria ini sedang menghadapi sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Tuntutannya tidak main-main, 8 tahun penjara, denda Rp 250 juta, dan ganti uang negara Rp 35,5 miliar. Syaukani tidak bisa menahan air matanya saat mendengar tuntutan itu dibacakan.

Melalui pledoinya, Syaukani membantah dan menganggap tuduhan KPK tidak beralasan. Yang unik dari Syaukani, selain membawa para pengacara untuk membelanya, ia juga membawa paranormal ke sidang. Sebut saja nama paranormal top Ki Gendeng Pamungkas.

Nah kini yang sedang naik daun adalah Prof Limbad alias Mbah Lim. Inilah paranormal yang membela Syaukani setelah Ki Gendeng mengundurkan diri. Mbah Lim menjadi populer karena aksi-aksinya yang 'nyleneh' saat sidang Syaukani digelar.

Ia misalnya membakar kertas bertuliskan Arab gundul dan menaruhnya di dalam gelas. Dia kemudian menusukkan sebilah pisau ke dalam gelas itu sambil merapal mantera yang terdengar seperti bahasa Arab. Aksi itu katanya untuk mencuci otak para hakim dan jaksa.

Bisakah aksi klenik Mbah Lim menyelamatkan Syaukani? "Bisa saja" begitu kata dukun asal Tegal ini. Bagaimana caranya? Lalu kenapa Ki Gendeng sering mengkritiknya? Berikut petikan wawancaranya:


Saat ini JPU menuntut Syaukani dengan ancaman 8 tahun penjara plus denda dan ganti rugi. Bisakah Anda mengatasi ancaman hukuman tersebut?

Kenapa tidak? Saya akan terus beriktiar dengan cara saya. Apalagi saya melihat tuntutan yang yang diajukan JPU sangat lemah. Saya prediksikan, nantinya Syaukani hanya divonis 2,4 tahun. Atau mungkin hanya 1 tahun.

Bagaimana caranya?

Dengan melakukan zikir-zikir khusus yang saya miliki. Karena saya melihat jeratan hukum yang dilakukan terhadap Syaukani bukan murni masalah hukum, tapi lebih banyak politiknya. Mereka yang tidak senang kemudian melakukan rekayasa, baik secara lahir maupun batin untuk menghukum Syaukani.

Karena itu saya bermaksud membersihkan maksud-maksud itu dengan tujuan tertentu. Jadi semuanya akan terang benderang pikirannya, baik jaksa maupun hakim.

Kira-kira siapa-siapa orang yang punya maksud tersebut?

Wah, saya nggak bisa katakan itu. Tapi saat ini saja saya sedang diserang oleh 18 'orang pintar'. Yang saya deteksi ilmu-ilmu yang menyerang saya berasal dari tanah Jawa.

Serangan yang dilancarkan seperti apa?

Misalnya menggigil di sekujur tubuh dan mata mengantuk saat ingin melakukan zikir-zikir. Tapi sekarang sudah lumayan bisa teratasi dengan melakukan beberapa ritual bersama dua santri saya.

Kira-kira berapa tarif yang dipatok untuk membela Syaukani. Sebab kabarnya Ki Gendeng terima deposit Rp 1 miliar sebelum membela Syaukani ?

Soal itu saya kurang tahu. Tapi kalau saya, dalam setiap membantu orang saya tidak pernah mematok tarif. Terserah kemampuan orang yang membutuhkan, termasuk Syaukani. Apalagi saya sangat menyukai sosok Syaukani secara kepribadiannya.

Ia baik, jujur dan jiwa sosialnya tinggi. Yang paling saya saluti dari sikap dia adalah mau merangkul orang-orang yang memusuhinya.

Secara supranatural apa yang dilihat dari Saukani?

Auranya kuat sekali kalau dilihat dari mata batin saya. Aura yang belum tentu orang lain punya. Itu yang saya suka dari dia.

Selain Syaukani, pejabat mana saja yang pernah ditangani?

Banyak. Tapi saya tidak bisa menyebutkan nama-namanya. Yang paling banyak adalah pejabat-pejabat pusat dan beberapa pejabat daerah.

Kapan mulai menjalani dunia supranatural?

Saya memperoleh apa yang saya punyai sejak SMP kelas 1. Saya mendapatkan ilmu gaib. Setelah lulus saya tidak langsung sekolah di SMA, tapi mencari ilmu itu selama satu tahun. Begitu lulus SMA juga saya tidak langsung kuliah, tapi terus mencari dan mempelajari ilmu gaib selama beberapa tahun baru kuliah.

Itu saya mencari ilmu sebanyak mungkin dari Sabang sampai Merauke, termasuk ke negara tetangga. Misalnya Thailand, Singapura dan Malaysia.

Di daerah-daerah itu Anda menuntut ilmu apa saja?

Semua ilmu saya pelajari, baik hitam, putih, ungu, yah apa saja saya pelajari.

Kira-kira daerah mana yang paling berkesan dalam proses pencarian ilmu tersebut?

Yang paling menarik di Thailand. Sebab di banding di Jawa, Thailand punya sumber ilmu yang sangat dahsyat. Kalau di Jawa kan ilmu kejawen, kalau di sana hampir sama seperti itu. Tapi namanya saya lupa karena berbahasa Inggris. Di Thailand saya melakukan pertapaan di sejumlah tempat wingit selama tiga bulan. Sedangkan di Jawa saya mencari ilmu di daerah Cirebon dan Banten. Kalau ilmu putihnya saya dapat di Jombang.

Dari ilmu-ilmu yang di dapat terus diapakan?

Saya menyatukan seluruh ilmu yang saya pelajari dan saya dapati yang kemudian saya beri nama ilmu khadam. Ilmu ini adalah perpaduan seluruh unsur ilmu yang ada di dunia.

Sebelumnya Ki Gendeng memprediksi Syaukani akan dihukum di atas empat tahun. Menurut Anda?.

Setiap orang kan punya penilaian atau prediksi. Itu sih terserah saja. Tapi kalau saya sendiri tetap berkeyakinan Syaukani nanti hanya akan divonis kurang dari dua tahun.

Setelah tidak bersama Syaukani, Ki Gendeng sering mengkritik Anda dan anak buah Syaukani. Apakah tidak takut Ki Gendeng juga akan menyerang Anda dengan ilmu-ilmunya?.

Apa yang harus saya takutkan? Sebab hingga sekarang saya masih berteman sama Ki Gendeng. Diantara kita tidak ada masalah. Suerr.(ddg) (/)


Berita Terkait