Konflik rumah tangga Ahmad Dhani dengan Maia Estienaty kian keruh. Berbagai upaya mediasi yang telah dilakukan selama ini tidak menemukan jalan temu yang baik. Maia sudah bulat dan telah mengajukan gugatan cerainya pada Dhani Ahmad pria yang sudah dinikahinya selama 11 tahun ke Pengadilan Agama Jaksel Jumat (16/11/2007).
Maia sudah tidak tahan dengan perilaku suaminya. Namun ia tidak menampik kalau dirinya juga pernah membuat kesalahan. Namun kesalahan terakhir yang pernah dibuat dalam hidupnya adalah menikahi pria yang bernama asli Achmad Dhani Prasetyo.
Bila perceraian itu akhirnya diketok palu, bagi Maia, menjadi single parent bukan suatu masalah yang besar. Justru, katanya, kasih sayang yang akan diterima oleh anak-anaknya akan bertambah dan tidak akan kekurangan. Wanita asli Surabaya ini juga menambahkan kesuksesan anak-anak merupakan hal yang terpenting dalam hidupnya.
Bagaimana pandangan Maia tentang istri dan suami ideal? Apa yang akan dilakukannya setelah cerai? Maia Estianty menceritakan segala curahan hati dan rencananya setelah badai rumah tangganya selesai kepada detikportal.
Berikut petikan wawancara khusus Maia Estianty dengan detikportal di kantor management Ratu di Jalan Metro Alam V no 24 Pondok Indah- Jakarta Selatan baru-baru ini:
Bagaimana menjadi seorang istri yang baik menurut anda?
Menjadi istri yang baik adalah mengikuti pemimpin yang baik. Bisa saling mengerti, memahami kodrat dan posisi masing-masing.
Membentuk Keluarga yang harmonis dan bahagia adalah impian semua orang, bagaimana anda mewujudkannya ?
Keluarga yang harmonis menurutku antara suami dan istri bisa saling menghargai, saling bisa berbagi peran, saling menghormati. Bukannya membedakan dimana suami itu harus selalu diatas dan istri di bawah sehingga nantinya akan menimbulkan sebuah jenjang. Nabi Muhammad pun pernah berkata sebaik-baiknya lelaki adalah selalu berkata-kata baik dan menghormati istrinya. Misalkan pada zaman rasulullah di saat dengan istrinya Siti Khadijah. Menurutku itu adalah keluarga yang harmonis dan tidak ada jarak yang membedakan karena bisa berbagi peran.
Suami yang patut dijadikan seorang imam dan diikuti oleh anda yang bagaimana?
Suami yang patut menjadi imam dan diikuti adalah bisa memberikan sebuah contoh yang baik. Minimal untuk keluarganya dulu baru orang terdekat setelah keluarganya.
Jika suami anda sudah tidak satu visi lagi apa yang akan anda lakukan?
Berpisah. Buat apa rumah tangga dipertahankan jika setiap hari selalu gontok-gontokan dan dilihat oleh anak-anak. Aku takut berdampak negatif terhadap kejiwaan anak anakku karena melihat orang tuanya selalu berantem.Kita sebagai orang tua tidak selamanya muda dan selalu kuat nanti ada suatu masa dimana kita membutuhkan anak-anak. Aku nggak mau anak-anakku nanti tidak peduli lagi karena sakit hati dengan perilaku orang tuanya dahulu.
Didalam mendidik anak-anak apa yang anda terapkan untuk masa depan mereka?
Kalau aku sih mendidik anak-anakku dengan memberikan pelajaran secara langsung, misalnya kalo Al memukul adiknya atau menyakiti orang, " Eits jangan memukul karena sakit loh dipukul kamu mau nggak Bunda pukul". Aku selalu ingin anak-anakku mempunyai rasa empati yang besar kepada sesama manusia.
Harapan anda terhadap masa depan anak-anak seperti apa?
Aku tidak pernah memaksa anak-anak untuk menjadi insinyur, dokter atau apalah. Buat Aku pendidikan formal di sekolah tidak terlalu penting karena bisa Home schooling. Yang terpenting adalah jika mereka ingin jadi sesuatu harus menjadi nomor satu dibidangnya. Misalnya si El ingin jadi pesulap yah jadilah pesulap yang nomor satu jangan setengah-setengah.
Bagaimana pendapat anda tentang single parent ?
Walaupun sebenarnya tidak bagus menjadi single parent. Yang paling bagus adalah kedua orang tua lengkap dan bisa memberikan kasih sayang secara lengkap untuk pertumbuhan anak-anak. Menurutku menjadi seorang single parent nggak masalah ya selagi aku mampu memberikan apa yang dibutuhkan oleh anak-anakku. Selama ini aku banyak membaca buku biografi orang terkenal dimana sebagian besar background keluarga mereka bermasalah dengan perkawinan.
Jika anda berpisah dengan Dhani, bagaimana anda mewujudkan impian anda terhadap anak-anak?
Anak-anakku adalah anak-anak yang kuat. Mereka tahu persis apa yang sedang dialami oleh kedua orang tua mereka. Anak-anakku adalah anak-anak yang mandiri. Kalau hak asuh anak jatuh ditangan Mas Dhani, aku akan tetap mengontrol anak-anak dengan menggunakan handphone dan seandainya aku sesibuk apapun pasti aku sempatkan 1 jam untuk bisa bertemu dengan mereka untuk mengetahui keluh kesah mereka.
Dalam menghadapi masalah seperti ini apa yang anda lakukan?
Ikhlas. Aku selalu ikhlas di dalam setiap menghadapi masalah sebesar apapun. Kemudian aku suka berdiskusi dengan orang-orang yang paham dengan masalah tersebut. Karena orang-orang tersebut bisa membuat aku kembali tersenyum. Seperti Ibu Shinta Nuriyah, istri Gus dur beliau selalu membuat hatiku menjadi adem saat sedang panas-panasnya. Terimakasih ya Bu.
Dukungan dari keluarga anda seperti apa saat ada masalah seperti ini?
Mereka selalu memberikan support dan dukungan moril kepadaku. Mereka juga tidak terlalu banyak mencampuri urusan rumah tanggaku. Karena mereka sadar betul ini adalah masalah internal keluargaku dimana aku harus menghadapinya dengan kepala dingin setiap apapun yang terjadi. Aku sadar aku juga banyak membuat kesalahan namun kesalahanku yang terakhir adalah menikah dengan Ahmad Dhani.(ron)











































