Artis Serbu Pilkada
Nanti Hanya Haha..Hehe..Saja
Kamis, 07 Sep 2006 13:45 WIB
Jakarta - Fenomena ikutnya sejumlah artis berebut kursi eksekutif dalam PemilihanKepala Daerah Langsung (Pilkada) membuat prihatin pengamat politik MaswadiRauf. Apalagi para artis yang muncul dalam bursa calon itu tidak memperlihatkan prestasi yang menonjol dalam bidang politik maupun pemerintahan.Ketua Lembaga Penelitian Ilmu Politik UI itu tidak menampik mencalonkandiri merupakan hak setiap orang. Namun menurutnya, mereka yang akan mencalonkan diri itu harus instrospeksi apakah mempunyai kompetensi untuk posisi yang diincarnya.Pria yang bergelar Prof Dr itu khawatir jika hanya mengandalkan popularitas, para artis itu hanya menjadi pajangan tanpa bisa bekerja untuk kesejahteraan warganya. "Kalau nanti hanya haha..hehe.. saja, ngapain harus menjadi kepala daerah?" kata Maswadi.Berikut wawancara detikcom dengan Prof Dr Maswadi Rauf MA:Dalam Pilkada yang akan segera digelar seperti Banten, Jakarta danJatim, sejumlah artis masuk dalam bursa cagub dan cawagub. Ada Marisauntuk cawagub Banten, Adji Massaid untuk Jatim dan Rano Karno untukJakarta. Anda menganalisa fenomena ini seperti apa?Ini adalah dampak kita memilih orang. Di dalam Pemilu sebelum ini sepertiPilkada yang sukses itu, di dalam capres dan cawapres, kita memilih orangbukan partai. Dalam Pemilu, kepopuleran lama itu menjadi faktor pentingdalam terpilihnya seseorang. Jadi ada ekses dari pemilihanberdasarkan calon, yaitu calon yang terkenal dimungkinkan untuk terpilih.Berbeda dengan Pemilu yang dipilih oleh parpol, kita tidak peduli siapayang dipilih. Pokoknya ada yang ini. Nah setelah sukses Pilkada itu sistemdiubah total. Saat Pilkada, orang-orang yang populer tampil menjadi calondan sukses. Ini salah satu persoalan yang di keluarkan oleh Pilkada itu,sebab Pilkada itu telah sukses. Sehingga ada pandangan dari banyak pihakbahwa Pilkada dibuat tanpa adanya pengalaman, tanpa melihat kemampuan.Nah ini saya pikir adalah dampak negatif dari Pilkada yang memilih orang.Contoh Marrissa, apa pengalamannya. Bukan kita tuduh dia tidak mampu tapi kenyataan begitu. Bukan maksud merendahkan orang, tetapi apa pengalaman dia memerintah.Nah itu sangat berbeda dengan menjadi anggota DPR. Anggota DPR itu ikutberdiskusi, adanya peran partai saksi. Jadi ini kita harapkan bagi artismaupun para selebriti, itu harus dipikirkan masak dulu dengan introspeksipada diri sendiri dahulu. Pengalaman apa yang saya peroleh selama ini. Apakemampuan saya selama ini, silakan jawab?Sekarang ada otonomi daerah, yang kekuasaannya ada di tangan pemerintahdaerah. Nah kalau orang bermain-main dengan politik tanpa mempertimbangkan kemampuan, susah kita. Pilkada tidak akan menghasilkan sesuatu yang berharga dan bermanfaat malah menjadi beban. Oleh karena itu memang siapapun berhak menjadi calon. Tetapi gunakan introspeksi bahwa untuk menjadi kepala daerah maupun wakilmemerlukan orang yang kompetensinya jelas.Mengapa para artis itu yang dimunculkan, apakah karena parpol kekurangan tokoh berkualitas dan populer atau bagaimana?Karena di dalam Pilkada memerlukan kepopuleran, dan inilah mereka tidaktahu diri. Ya didukung dan merasa dipilih, partai itu memerlukan orangyang tepat yaitu kepopulerannya jadi parpol juga ikut-ikut bersalah. Tanpameneliti apakah calon itu kompeten atau tidak, tidak hanya dengan kriteriakepopuleran saja, tetapi apakah dia mampu memimpin atau tidak. Kalau nantihanya haha..hehe.. saja, ngapain harus menjadi kepala daerah?Kalau anggota DPR tidak apa-apa. Kan anggota DPR tidak mempunyai tanggung jawab yang besar seperti kepala daerah, dia bekerja secara kelompok secara taktis. Tetapi kalau kepala daerah individu yang mempunyai kemampuan, nah inilah yang diragukan oleh banyak orang. Merasa tertipu sehingga kadang-kadang mereka lupa diri.Bukan hanya mengikuti trend di luar negeri, seperti California denganArnold, Filipina dengan Estrada?Iya memang tren itu. Kalau di luar negri itu berbeda, mereka sudah kuat. Seperti Ronald Reagan kan juga bintang film. Nah ini bukan masalah keartisannya, tetapi pengalamannya atau kemampuannya. Karena memimpin daerah itu bukan sesuatu yang mudah. Berbeda dengan anggota DPR ataupun DPRD. Ini mungkin karena sudah merasa menjadi anggota DPR kemudian bisa menjadi kepala daerah. Padahal ini berbeda, dia harus menghadapi berbagai masalah.Perkiraan anda seperti apa, apakah pencalonan para artis itu akan mendongkrak perolehan suara? Peluang Rano, Marisa dan Adji untuk menang seperti apa?Ada kemungkinan menang. Itulah karena masyarakat itu kadang memilih orang berdasarkan kepopulerannya bukan berdasarkan kemampuannya. Karena partai itu berfungsi sebagai penyaring, sebagai penseleksi calon-calon yang berkompeten.Berarti bisa dibilang Parpol terkesan main-main, terhadap Pilkada ini?Bisa dibilang begitu dan tidak ada keseriusan dari parpol itu sendiri. Seharusnya parpol menseleksi orang-orang yang berpengalaman dan kuat patokannya bukan hanya populeritas. Mereka hanya mementingkan kemenangan saja bukan untuk memikirkan ke depan atau dampaknya di masa depan. Jadi parpol harus bertanggung jawab karena itu dan juga yang bersangkutan.Sejauh ini kualitas para artis baik dalam dunia politik atau sisi manajerial belum terlihat. Dengan kualitas seperti itu, bagaimana dengan kinerja mereka bila terpilih?Makanya saya meragukan itu. Sedangkan orang yang sudah lama berkecimpung di dunia politik saja bingung. Sebab permasalahan pemerintah itu sangat complicated. Jadi tidak bisa sekadar haha..hehe..Apakah para artis itu akan mampu memimpin dan menentukan kebijakan daerah dengan baik?Nah itulah yang saya takutkan. Karena memimpin sebuah pemerintahan bukan keterampilan alamiah saja tetapi harus dipelajari.Dengan kualitas yang pas-pasan bahkan bisa dibilang kurang, apa yang harus ditonjolkan para artis ini bila terpilih?Nah itulah para artis harus belajar dahulu, kapan mereka belajar. Oleh karena itulah modal mereka hanya satu yaitu sebagai anggota DPR. Mereka salah kalau hanya itu.Bisakah kekurangan itu ditambal dengan belajar sambil jalan ketika sudah terpilih?Saya katakan dari tadi, rakyat butuh pemimpin yang sudah siap sehingga tidak perlu belajar lagi. Kalau pemimpinnya masih belajar nanti pemerintahannya malah ketinggalan. Kita mengikuti orang baru belajar, kayak tidak ada orang lain saja.Adakah model atau contoh yang bisa ditiru para artis ini agar bisa menjadi pemimpin yang berhasil?Tidak ada. Inikan fenomena baru, karena siapa saja bisa terjun ke dunia politik. Yang merasa dirinya mau, bisa berpolitik. Jadi itu adalah dampak negatif dari Pilkada ini. Jadi kalau tidak dikelola dengan baik, Pilkada ini akan parah. Sebenarnya Parpol adalah yang paling berhak untuk bisa menyaring dan menentukan parpol, sehingga mereka harus berhati-hati untuk memilihnya.(iy)
(/)











































